Kompas.com - 16/06/2015, 14:14 WIB
Wisatawan mancanegara menumpang becak menuju Museum Sono Budoyo, Yogyakarta, Selasa (4/3/2014). Badan Pusat Statistik mencatat, tamu asing makin betah tinggal di hotel-hotel di Tanah Air. KOMPAS/FERGANATA INDRA RIATMOKOWisatawan mancanegara menumpang becak menuju Museum Sono Budoyo, Yogyakarta, Selasa (4/3/2014). Badan Pusat Statistik mencatat, tamu asing makin betah tinggal di hotel-hotel di Tanah Air.
|
EditorI Made Asdhiana
YOGYAKARTA, KOMPAS.com - Menteri Pariwisata (Menpar) Arief Yahya menargetkan peningkatan kunjungan wisatawan mancanegara (wisman) hingga 2 juta setiap tahun di Indonesia. Menpar optimistis target ini akan tercapai setelah didukung dengan pemberian bebas visa bagi 30 negara dan penambahan dana promosi sebesar Rp 1,3 triliun.

"Selama ini wisatawan yang berkunjung ke Indonesia hanya berada di angka 9 juta," ujar Arief Yahya saat menjadi keynote speaker dalam seminar nasional Exploring Wonderful Indonesia dengan tema "Pengelolaan Berkelanjutan Pariwisata Budaya" yang diadakan Harian Kompas di Hotel Ambarrukmo, DI Yogyakarta, Selasa (16/6/2015).

Arief menuturkan, angka 9 juta (wisatawan) itu terbilang cukup kecil mengingat banyaknya potensi wisata yang ada di Indonesia. Jumlah itu pun masih berada dibawah negara Malaysia dan Thailand. "Malaysia sekitar 26 juta, sementara Thailand mencapai 29 juta. Kita sepertiganya mereka. Padahal Indonesia punya Borobudur yang sudah mendunia," katanya.

KOMPAS.COM/WIJAYA KUSUMA Menteri Pariwisata Arief Yahya saat menjadi keynote speaker dalam seminar nasional Exploring Wonderful Indonesia dengan tema 'Pengelolaan Berkelanjutan Pariwisata Budaya' yang diadakan Harian Kompas di Hotel Ambarukmo, DI Yogyakarta, Selasa (16/6/2015).
Ke depan, lanjut Menpar, usai Presiden Joko Widodo menandatangani tambahan 30 negara bebas visa masuk ke Indonesia, ditargetkan akan ada penambahan jumlah kunjungan wisman. Setidaknya jumlah kunjungan wisman bisa meningkat sampai 2 juta per tahun.

Menurut Menpar, target itu didukung dengan penambahan dana promosi pariwisata untuk tahun ini sebesar Rp 1,3 triliun. Sebelumnya dana untuk promosi pariwisata hanya disediakan sekitar Rp 300 miliar. Jumlah ini memang lebih sedikit dibandingkan Malaysia yang menganggarkan mencapai Rp 3,6 triliun untuk promosi. "Promosi tahun ini bisa dirasakan baru tahun depan. Kita sudah punya dana yang cukup untuk promosi," tambah Arief.Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Puncak Argapura Ketep Pass, Wisata Kuliner dengan Panorama 5 Gunung

Puncak Argapura Ketep Pass, Wisata Kuliner dengan Panorama 5 Gunung

Jalan Jalan
Harga Tiket Masuk TMII Dijanjikan Tidak Naik Setelah Revitalisasi

Harga Tiket Masuk TMII Dijanjikan Tidak Naik Setelah Revitalisasi

Travel Update
Unggah Foto Perayaan Imlek di Grand Indonesia Bisa Dapat Promo, Ini Caranya

Unggah Foto Perayaan Imlek di Grand Indonesia Bisa Dapat Promo, Ini Caranya

Travel Promo
Jelang MotoGP, 226 Hotel di Gili Matra NTB Belum Dapat Pesanan

Jelang MotoGP, 226 Hotel di Gili Matra NTB Belum Dapat Pesanan

Travel Update
Panduan Cara Bikin Paspor dengan M-Paspor, Simak agar Tidak Bingung

Panduan Cara Bikin Paspor dengan M-Paspor, Simak agar Tidak Bingung

Travel Tips
5 Penginapan Dekat Nepal van Java, Bisa Ditempuh dengan Jalan Kaki

5 Penginapan Dekat Nepal van Java, Bisa Ditempuh dengan Jalan Kaki

Travel Tips
Cerita di Balik Menu Bubur Ayam Hotel Indonesia Kempinski Jakarta

Cerita di Balik Menu Bubur Ayam Hotel Indonesia Kempinski Jakarta

Jalan Jalan
Pemandian Alam Selokambang di Lumajang, Segarnya Mata Air Gunung Semeru

Pemandian Alam Selokambang di Lumajang, Segarnya Mata Air Gunung Semeru

Jalan Jalan
Jangan Letakkan Ponsel di Tempat Ini di Pesawat, Bisa Picu Kebakaran

Jangan Letakkan Ponsel di Tempat Ini di Pesawat, Bisa Picu Kebakaran

Travel Tips
Kenapa Tidak Ada Guling di Kamar Hotel, Ini Alasannya

Kenapa Tidak Ada Guling di Kamar Hotel, Ini Alasannya

Travel Tips
10 Kota Paling Ramah untuk Turis, Ada Nusa Lembongan di Bali

10 Kota Paling Ramah untuk Turis, Ada Nusa Lembongan di Bali

Jalan Jalan
Kapal Viking Jadi Warisan Budaya Tak Benda UNESCO

Kapal Viking Jadi Warisan Budaya Tak Benda UNESCO

Travel Update
Sulit Tidur Saat Menginap di Hotel? Pahami Alasan Ilmiah dan Solusinya

Sulit Tidur Saat Menginap di Hotel? Pahami Alasan Ilmiah dan Solusinya

Travel Tips
MotoGP Bisa Jadi Momen Kopi Robusta Lombok Gaet Pasar Internasional

MotoGP Bisa Jadi Momen Kopi Robusta Lombok Gaet Pasar Internasional

Travel Update
Banyuwangi Festival 2022 Sajikan 99 Atraksi Selama Setahun ke Depan

Banyuwangi Festival 2022 Sajikan 99 Atraksi Selama Setahun ke Depan

Travel Promo
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.