Ramadhan, Banda Aceh Tawarkan Paket Wisata Religi

Kompas.com - 19/06/2015, 13:41 WIB
Wisatawan dari perkumpulan pengajian Masjid Tengku Ampuan Jamaah, Syah Alam, Selangor, Malaysia mengunjungi situs tsunami kubah masjid yang hanyut di Desa Gurah, Kecamatan Peukan Bada, Aceh Besar, Minggu (26/10/2014). Saat musibah tsunami melanda Aceh 26 Desember 2004 lalu, kubah masjid tersebut terseret arus sekitar 2,5 kilometer dari posisi sebelumnya di Desa Lam Teungoh, Aceh Besar. SERAMBI/M ANSHARWisatawan dari perkumpulan pengajian Masjid Tengku Ampuan Jamaah, Syah Alam, Selangor, Malaysia mengunjungi situs tsunami kubah masjid yang hanyut di Desa Gurah, Kecamatan Peukan Bada, Aceh Besar, Minggu (26/10/2014). Saat musibah tsunami melanda Aceh 26 Desember 2004 lalu, kubah masjid tersebut terseret arus sekitar 2,5 kilometer dari posisi sebelumnya di Desa Lam Teungoh, Aceh Besar.
|
EditorI Made Asdhiana
JAKARTA, KOMPAS.com - Pemerintah Kota (Pemkot) Banda Aceh terus berupaya mengembangkan pariwisata Banda Aceh sebagai destinasi wisata Islami dunia. Salah satu momen terbaik untuk memperkenalkan pariwisata Banda Aceh adalah Bulan Ramadhan.

"Kami melihat potensi pariwisata Aceh. Aceh sebagai world tourism dapat berkembang dengan baik, terlebih ada Ramadhan," kata CEO Pacific Asia Travel Association (PATA) Indonesia Chapter, Poernomo Siswoprasetijo, di Jakarta, Kamis (18/6/2015).

Menurut Poernomo, potensi wisata yang dimiliki Banda Aceh cukup besar. Terlebih jika melihat pada wisata sejarah. Seperti Masjid Baiturrahman Aceh yang menjadi pusat peradaban di Aceh.

“Di bulan Ramadhan ini banyak kegiatan masyarakat yang diselenggarakan di sana (Masjid Raya Baiturrahman Banda Aceh),” katanya.

Selain Masjid Raya Baiturrahman, Museum Tsunami dan Museum Tjut Nyak Dien menjadi destinasi wisata sejarah lain dari Banda Aceh. Untuk Ramadhan, keunikan seni budaya Aceh serta kegiatan selama Ramadhan juga menjadi daya tarik tersendiri untuk wisatawan.

SERAMBI/M ANSHAR Suasana senja di halaman Masjid Raya Baiturrahman, Banda Aceh, Sabtu (29/11/2014). Replika dengan skala 1:25 dari masjid kebanggaan orang Aceh ini telah dibuat di Taman Minimundus di Klagenfurt, ibu kota negara bagian Karintia, Austria, bersama 150 miniatur bangunan terkenal lainnya di seluruh dunia.
“Kita harus bisa mengemas budaya Aceh, termasuk Perda Syariah menjadi kemasan budaya yang jadi daya kuat untuk mendongkrak Pariwisata Aceh,” lanjut Poernomo.

Sebelumnya, Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Provinsi Aceh pada Mei 2015 lalu meluncurkan paket wisata “Amazing Ramadhan in Aceh”. Dalam paket wisata tersebut, wisatawan dapat menikmati sensasi Ramadhan di Serambi Mekah, mulai dari sahur hingga berbuka puasa.

Kegiatan rohani lainnya, seperti salat tarawih berjamaah di masjid-masjid, khususnya Masjid Raya Baiturrahman, tadarus malam hari, khaduri khatam Al-Quran dan Nuzulul Quran juga bisa dinikmati wisatawan. Tak hanya itu, ziarah kuburan massal korban tsunami Aceh serta berkunjung ke masjid-masjid dan dayah (pesantren) juga masuk dalam paket wisata tersebut.

Baca tentang


Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X