Menikmati Keindahan Pelabuhan Sunda Kelapa

Kompas.com - 20/06/2015, 17:50 WIB
Wisatawan di Pelabuhan Sunda Kelapa. CHOIRUL HUDAWisatawan di Pelabuhan Sunda Kelapa.
EditorI Made Asdhiana
LAGI-lagi saya menuliskan tentang Pelabuhan Sunda Kelapa, yang tentunya sudah sering kita dengar bahkan kunjungi ke sana. Apalagi hari minggu lalu pun saya juga telah menulis mengenai banyaknya sampah dan limbah yang terdapat di pelabuhan terkenal seantero dunia itu.

Tapi, memang pesona kawasan Pelabuhan Sunda Kelapa sangatlah menarik dan sayang untuk dilewatkan begitu saja, meski jaraknya hanya sepelemparan batu dari pusat kota.

Bukan apa-apa, sebagai rakyat Indonesia, terutama warga DKI Jakarta dan sekitarnya tentu sangat menyayangkan apabila pelabuhan tertua di Indonesia ini terbengkalai begitu saja tanpa adanya perhatian dari Pemerintah. Padahal di kawasan ini banyak terdapat tempat wisata menarik yang bisa kita kunjungi, bahkan wisatawan luar negeri terutama bule pun sering berdatangan kesini untuk memotret matahari terbenam atau sekadar napak tilas pada zaman dahulu.

Sebab di kawasan pelabuhan Sunda Kelapa terdapat peninggalan sejarah yang tak ternilai harganya, sejak era kerajaan Nusantara hingga masa-masa diduduki penjajah macam Portugal dan Belanda. Mulai dari menara Syahbandar yang menjulang tinggi nan kokoh namun terlihat kumuh dengan tangganya yang agak rapuh dan berbahaya.

Belum lagi didekat menara terdapat beberapa meriam dan juga prasasti serta lukisan jadul tentang masa-masa keemasan dari pelabuhan Sunda Kelapa dahulu yang menjadi pusat persinggahan pedagang Nusantara, Eropa, China, Arab dan Gujarat (India).

CHOIRUL HUDA Galangan VOC dilihat dari kejauhan, tampak bus pariwisata sedang memasukinya.
Selain itu juga ada Museum Bahari yang sayangnya sudah tutup saat saya hendak masuki, serta Galangan VOC dimana dahulu digunakan oleh Belanda untuk kepentingan mereka bongkar muat hasil tanaman bangsa kita yang dijual kembali ke negaranya.

Tidak kalah seru adalah saat kita menginjak langsung dari ujung pelabuhan Sunda Kelapa, dimana banyak aktivitas bongkar muat dari berbagai pulau di Indonesia untuk didistribusikan di kawasan Jabodetabek, seperti mie, beras, tepung, semen, hingga barang pecah belah. (Choirul Huda)

Baca kisah selengkapnya di Kompasiana: "Menyaksikan Keindahan Pelabuhan Sunda Kelapa yang Termahsyur"

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Sumber Kompasiana
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X