Festival Danau Sentani, Masyarakat Adat Kurang Dilibatkan

Kompas.com - 20/06/2015, 19:34 WIB
Perlombaan tarian yosim pancar khas Papua ditampilkan saat pembukaan pameran Festival Danau Sentani di kawasan wisata Pantai Khalkote, Distrik Sentani Timur, Kabupaten Jayapura, Jumat (19/6/2015). Diikuti 15 tim dari Papua dan dua tim dari Papua Barat, Festival Danau Sentani akan berlangsung hingga 23 Juni 2015. KOMPAS/FABIO M LOPES COSTAPerlombaan tarian yosim pancar khas Papua ditampilkan saat pembukaan pameran Festival Danau Sentani di kawasan wisata Pantai Khalkote, Distrik Sentani Timur, Kabupaten Jayapura, Jumat (19/6/2015). Diikuti 15 tim dari Papua dan dua tim dari Papua Barat, Festival Danau Sentani akan berlangsung hingga 23 Juni 2015.
EditorI Made Asdhiana
SENTANI, KOMPAS - Pameran Festival Danau Sentani XVIII yang diselenggarakan Pemerintah Kabupaten Jayapura, Papua, resmi dibuka pada Jumat (19/6/2015). Sebanyak 60 peserta berpartisipasi dalam kegiatan itu. Namun, pameran ini terkesan kurang mendukung pelestarian budaya lokal masyarakat Sentani.

Berdasarkan data dari Panitia Festival Danau Sentani (FDS), hanya terdapat sembilan stan pameran yang mewakili masyarakat adat setempat. Dari pantauan Kompas, barang-barang yang ditawarkan dalam stan-stan itu masih sekitar noken serta kerajinan tangan, seperti ukiran kayu, gelang, dan kalung.

Adapun 51 stan lainnya didominasi stan dari sejumlah instansi Pemkab Jayapura, badan usaha milik daerah, dan perusahaan asing seperti PT Freeport Indonesia.

Pameran dibuka oleh Asisten III Bidang Umum Pemerintah Provinsi Papua Rosina Uppesy bersama Deputi Bidang Pengembangan dan Pemasaran Pariwisata Nusantara Kementerian Pariwisata Esti Astuti serta Bupati Jayapura Matius Awoitau.

Rafindra, salah seorang pengunjung dari Jakarta, mengatakan, pameran di FDS kurang menampilkan budaya lokal seperti tarian dan kuliner asli Sentani yang ingin diketahui masyarakat dari luar Papua.

”Saya melihat kegiatan ini cukup terkontaminasi dengan budaya yang lebih modern. Bahkan untuk mengetahui cara pembuatan sampe atau gerabah untuk memasak papeda khas warga Sentani, saya tidak menemukannya di pameran ini. Saya harus pergi ke Kampung Abar untuk mengetahui cara pembuatan sampe,” ujar Rafindra.

Persiapan cukup baik

Hal senada disampaikan Yovita Liwanuru (23), wisatawan dari Jakarta. Ia mengharapkan kegiatan FDS bukan hanya seremonial. ”Persiapan pameran sudah cukup baik. Namun, kegiatan ini harus menunjukkan cara-cara masyarakat menghadirkan kebudayaan. Misalnya melatih para wisatawan dalam tarian tertentu atau cara membuat papeda,” katanya.

Mike Ulalo, warga Sentani yang tinggal di Pulau Ayapo, mengatakan, masyarakat lokal belum pernah dilibatkan untuk memberikan pelatihan kesenian pengunjung. Dalam penyelenggaraan FDS, lanjut Mike, biasanya kegiatan yang ditampilkan hanya sekadar stan-stan pameran dan tari-tarian.

”Selama festival, para pengunjung pun sangat jarang mengunjungi pulau-pulau di sekitar Danau Sentani untuk melihat langsung kebudayaan. Padahal, dengan adanya kunjungan, masyarakat di pulau bisa mendapatkan uang,” ujar Mike.

Ketika dikonfirmasi, Esti Astuti mengatakan, pameran FDS secara fisik dan manajemen organisasi sudah tertata secara baik. Sebab, kegiatan ini menghadirkan usaha kecil menengah yang menampilkan karya-karyanya seperti kuliner lokal sehingga mendorong tumbuhnya perindustrian.

”Banyak hal yang belum dipamerkan akan menjadi perhatian kami di masa mendatang. Masyarakat bisa memanfaatkan kegiatan ini untuk menampilkan segala karya-karyanya. Selain itu, dalam FDS selama beberapa hari ke depan terdapat sejumlah kegiatan seperti seminar yang memberikan tambahan pengetahuan bagi warga setempat,” kata Esti Astuti.

Dia mengatakan, Pemerintah Kabupaten Jayapura menargetkan jumlah wisatawan asing dalam kegiatan FDS mencapai 10 persen dari 35.000 wisatawan asing per tahun. ”Sementara untuk wisatawan Nusantara, Pemda Jayapura juga menargetkan sebanyak 80.000 pengunjung,” ujar Esti. (FLO)

Dapatkan hadiah utama Smartphone setiap bulan dan Voucher Belanja setiap minggunya, dengan berkomentar di artikel ini! #JernihBerkomentar *Baca Syarat & Ketentuan di sini!


Dapatkan hadiah utama Smartphone setiap bulan dan Voucher Belanja setiap minggunya, dengan berkomentar di bawah ini! #JernihBerkomentar *Baca Syarat & Ketentuan di sini
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X