Garuda Wisnu Kencana yang Memesona

Kompas.com - 20/06/2015, 20:05 WIB
CHOIRUL HUDA Taman Budaya Garuda Wisnu Kencana atau sering disingkat GWK, adalah sebuah taman wisata sekaligus jendela seni dan budaya di bagian selatan Pulau Bali.
KETIKA mendengar kabar ditugaskan ke Bali, pikiran saya langsung tertuju pada suasana sejuk di bukit Kintamani. Entah kenapa saya sangat terpikat dengan pemandangan dan suasana hening di obyek wisata yang terdapat di Kabupaten Bangli itu. Mungkin sekadar bernostalgia karena pernah mengunjunginya belasan tahun silam, tepatnya pada 1996 atau karena terpengaruh dengan salah satu lagu Ebiet G Ade yang sangat dahsyat, Nyanyian Rindu.

Hanya, selama sepekan lebih berada di Pulau Dewata, saya tidak mempunyai kesempatan untuk kembali melihat keelokan alam di Kintamani. Selain faktor jarak yang sangat jauh dari tempat saya menginap, di kawasan Jimbaran. Juga karena padatnya rutinitas selama di Bali karena harus mengikuti seminar suatu event olahraga yang baru selesai pukul 17.00 WITA.

Meski gagal ke Kintamani, tapi tidak membuat saya berkecil hati selama berada di Pulau Seribu Pura. Sebab, akhirnya saya bisa mengunjungi tempat wisata populer: Garuda Wisnu Kencana (GWK). Ya, adagium lawas, "tiada akar rotan pun jadi" membuat saya sedikit melupakan kekecewaan itu pada Sabtu sore itu.

Pembangunan patung GWK baru rampung pada 2016. Memang, dalam areal seluas 60 hektar itu masih banyak yang kosong dan sedang dilakukan pembangunan, termasuk hotel serta tempat wisata lainnya. Tapi, di sana saya bisa menyaksikan keberadaan patung setinggi 127 meter yang menjadi rekor dunia melebihi patung Liberty di Amerika Serikat (93 meter).

CHOIRUL HUDA Maket patung Garuda Wisnu Kencana kalau sudah jadi.
Itu menjadi kebanggaan mengingat GWK merupakan karya bangsa tersendiri yang dibangun oleh seniman I Nyoman Nuarta dan sempat terbengkalai selama 16 tahun. Sesampainya di GWK yang hanya berjarak beberapa kilometer dari penginapan, saya dibuat terpesona dengan keindahan alam sekitar. Terutama saat dari kejauhan menyaksikan pemandangan jalan tol di atas laut, Bali Mandara yang menghubungkan bandara Ngurah Rai-pelabuhan Benoa-Nusa Dua.

Sementara, di beberapa titik di sekitar areal Lotus Pond terdapat beberapa petugas yang sedang membongkar beberapa panggung bekas pelaksanaan acara Miss World sehari sebelumnya.

Puas menyusuri areal yang sekelilingnya dipenuhi batu kapur itu, saya beranjak menuju patung kepala Garuda yang terletak di ujung Lotus Pond. (Choirul Huda)

Baca kisah selengkapnya di Kompasiana: "Garuda Wisnu Kencana yang Memesona"



EditorI Made Asdhiana

Close Ads X