Kompas.com - 22/06/2015, 17:19 WIB
EditorI Made Asdhiana

Begitu masuk melalui gerbang utama, pandangan kami menyergap satu bangunan yang tampak lain dari Goa Sunyaragi. Bangunan di bagian depan ini berbentuk normal seperti bangunan pada umumnya, yaitu tembok licin dicat dengan tiang-tiang besar gaya Eropa.

Ini adalah gedung Pesanggrahan, benda cagar budaya paling muda di dalam area tersebut. Gedung bercat hijau ini menghadap ke timur, berbeda dengan bangunan batu karang yang membentang dari utara ke selatan.

Mulyana menuturkan, gedung Pesanggrahan baru dibangun pada 1884 setelah Cirebon dikuasai Belanda. Bangunan ini dipakai keluarga kerajaan setelah taman sari tidak layak lagi digunakan.

Berdasarkan catatan sejarah, Sunyaragi tidak dibangun sekali, tetapi bertahap. Setelah Panembahan Ratu, pembangunan Sunyaragi dilanjutkan pada 1703 oleh penerusnya, yaitu Pangeran Arya Carbon Kararangen, dan diteruskan lagi oleh Sultan Sepuh V Pangeran Syaifiudin atau dikenal sebagai Pangeran Matanghaji.

Namun, menurut buku Purwaka Carabuna Nagari karya Pangeran Arya Carbon Kararangen, taman sari Sunyaragi dibangun hanya satu periode, yaitu pada masa dia berkuasa. ”Ini semacam hegemoni kekuasaan,” ungkap Mulyana.

Awalnya, taman itu ditujukan sebagai tempat peristirahatan raja dan keluarganya yang merupakan keturunan Sunan Gunung Jati. Namun, secara berangsur, seiring dengan perubahan situasi sosial politik pada masa itu, taman sari pun berubah fungsi.

Taman peristirahatan itu kemudian dimanfaatkan sebagai tempat menempa batin anak-anak raja dan tempat para prajurit berlatih olah kanuragan. Tempat itu juga menjadi lokasi pertemuan rahasia antara Raja Cirebon dan kerajaan di sekitarnya, seperti Demak, Banten, dan Mataram, pada masa penjajahan Belanda. Tidak mengherankan jika kompleks bangunan ini pernah dibom Belanda.

Ada 12 goa utama di dalam kompleks taman sari itu. Mulyana menyebutkan, Panembahan Ratu membangun enam ruangan, yaitu Goa Pengawal, Goa Pawon, Goa Lawa, kompleks Goa Peteng, Goa Padang Ati, dan Goa Kalenggengan.

Kompleks Goa Peteng ini paling besar dan berfungsi sebagai tempat meditasi sang raja. Goa-goa lain berfungsi sebagai bangunan penunjang keperluan raja dan keluarganya, seperti untuk menggembleng fisik keluarga kerajaan dan prajurit.

Tidak jauh dari sana ada satu bangunan yang disebut Bale Kambang yang dibangun penerus Panembahan Ratu. Sesuai namanya, bangunan itu dulu mengambang di atas danau dan berfungsi untuk menghubungkan satu goa dengan goa lain jika raja ingin berpindah tempat.

Halaman:
Baca tentang


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Lagi Marah-marah, Lampiaskan Saja di Tempat Donor Marah FX Sudirman

Lagi Marah-marah, Lampiaskan Saja di Tempat Donor Marah FX Sudirman

Jalan Jalan
Sejarah Sumur Zamzam yang Tidak Pernah Kering Selama 4.000 Tahun 

Sejarah Sumur Zamzam yang Tidak Pernah Kering Selama 4.000 Tahun 

Jalan Jalan
Harga Tiket Way Kambang Edupark dan Wahana Permainan yang Ditawarkan

Harga Tiket Way Kambang Edupark dan Wahana Permainan yang Ditawarkan

Travel Tips
Tarif Menginap di Girimanik Mountain Camp Wonogiri

Tarif Menginap di Girimanik Mountain Camp Wonogiri

Travel Tips
Harga Tiket Masuk dan Jam Buka Girimanik Mountain Camp Wonogiri untuk Wisata

Harga Tiket Masuk dan Jam Buka Girimanik Mountain Camp Wonogiri untuk Wisata

Travel Tips
Rute ke Girimanik Mountain Camp, Penginapan Berhawa Sejuk di Wonogiri

Rute ke Girimanik Mountain Camp, Penginapan Berhawa Sejuk di Wonogiri

Travel Tips
Lokasi dan Rute ke Way Kambang Edupark, Wisata Keluarga dan Anak di Batang

Lokasi dan Rute ke Way Kambang Edupark, Wisata Keluarga dan Anak di Batang

Jalan Jalan
Potensi Desa Wisata Pecinan Glodok, Sejarah hingga Kuliner Khas

Potensi Desa Wisata Pecinan Glodok, Sejarah hingga Kuliner Khas

Jalan Jalan
Sederet Hiburan Baru di Ancol, Bisa Dikunjungi Saat Liburan Sekolah

Sederet Hiburan Baru di Ancol, Bisa Dikunjungi Saat Liburan Sekolah

Travel Promo
6 Ide Tempat Wisata Bersama Anak Saat Libur Sekolah

6 Ide Tempat Wisata Bersama Anak Saat Libur Sekolah

Travel Tips
Goa Seplawan, Peninggalan Hindu yang Kaya Makna Kehidupan

Goa Seplawan, Peninggalan Hindu yang Kaya Makna Kehidupan

Jalan Jalan
Cuaca Ekstrem, Hindari Mendaki Gunung Gede Pangrango pada Malam Hari

Cuaca Ekstrem, Hindari Mendaki Gunung Gede Pangrango pada Malam Hari

Travel Update
Libur Sekolah, Tempat Wisata di Gunungkidul Diimbau Ketat Prokes

Libur Sekolah, Tempat Wisata di Gunungkidul Diimbau Ketat Prokes

Travel Update
Way Kambang Edupark di Batang, Wisata Edukasi dengan Wahana Bermain

Way Kambang Edupark di Batang, Wisata Edukasi dengan Wahana Bermain

Jalan Jalan
Tamu dengan Jersey Bola dan Baju Renang Dilarang Masuk Restoran Ini

Tamu dengan Jersey Bola dan Baju Renang Dilarang Masuk Restoran Ini

Travel Update
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.