Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

5 Permainan Asyik di Pameran ART Jogja 2015

Kompas.com - 22/06/2015, 19:51 WIB
Kontributor Travel, Adhika Pertiwi

Penulis

YOGYAKARTA, KOMPAS.com - ART|JOG adalah sebuah pameran seni di mana para seniman lokal maupun internasional memamerkan karya mereka di Taman Budaya Yogyakarta sejak 6 Juni hingga 28 Juni 2015. Dalam penyelenggaran tahun ini, ART|JOG menggandeng seniman Yogyakarta untuk membuat beberapa karya seni yang khusus dipersiapkan sesuai dengan tema.

Seniman tersebut adalah Indieguerillas, yaitu duet seniman yang digawangi oleh Miko Bawono dan Santi Ariestyowanti yang menyiapkan instalasi seni interaktif yang dimainkan oleh pengunjung. Beberapa karya yang sarat dengan kritik terhadap budaya urban ditampilkan dalam wujud karya sebagai berikut.

Face Off Face Dinner

Dalam karya ini, Anda bisa menikmati hidangan yang khusus dimasak saat pameran dengan memesan tempat terlebih dahulu. Alasannya adalah karena pengunjung akan duduk di tempat khusus, di mana Anda dan salah satu rekan Anda akan makan di sebuah meja yang dipisah oleh sebuah dinding pembatas.

Anda hanya bisa melihat teman makan Anda melalui kamera webcam dan monitor yang dipasang di depan Anda. Ini sebagai bentuk kritik bahwa saat ini, ketika seseorang berkumpul untuk makan di restoran atau di rumah, masing-masing akan sibuk berinteraksi dengan smartphonenya daripada berinteraksi langsung.

Di bawah meja makan ini juga terdapat sekumpulan simbol GPS tagging yang sebagai kritikan bahwa di era teknologi ini, saat seseorang datang ke sebuah restoran, hal pertama yang dilakukan adalah check in di sosial media.

KOMPAS.COM/ADHIKA PERTIWI 'Goyang Cukur' di ART Jogja 2015 adalah sebuah karya di mana pengunjung bisa melakukan cukur rambut. Posisi duduk di kursi yang bergoyang membuat pengunjung harus mendengarkan instruksi dari tukang cukur demi hasil yang baik.
Goyang Cukur

Ini adalah layanan cukur berbayar yang dimulai pada pukul 5 sore. Tempat cukur berupa sebuah bilik berwarna merah menyala dengan tanda barber di depannya. Jika ingin bercukur di tempat ini, Anda harus duduk dengan posisi senyaman mungkin karena kursi bisa saja bergoyang. Anda juga harus mengikuti instruksi dari tukang cukur saat meminta Anda untuk merubah posisi duduk.

Karya ini bertujuan untuk mengingatkan kembali interaksi dengan tukang cukur seperti yang dulu biasa terjadi, yaitu berkompromi untuk hasil cukur yang terbaik.  Berbeda dengan yang terjadi saat ini di mana seseorang melakukan cukur rambut dengan waktu singkat tanpa ada interaksi yang berarti dengan tukang cukurnya.

The Dakon

Permainan dakon (atau dikenal dengan sebutan congklak) adalah permainan tradisional yang nyaris hilang karena tergantikan dengan piranti teknologi canggih. Padahal saat bermain, dakon mengajari untuk berinteraksi dengan teman dihadapan kita.

Dalam karya ini, dakon ditaruh dalam sebuah kotak kaca layaknya inkubator karena harus dilindungi agar selalu dijadikan sebuah permainan di masa depan. Permainan dakon ini bisa dimainkan oleh dua orang dengan cara duduk di atas sepeda berhadap-hadapan.

KOMPAS.COM/ADHIKA PERTIWI Karya 'The Dakon' di ART Jogja 2015 mengingatkan kembali interaksi yang harus dilakukan saat memainkan permainan tradisional ini, yang sekarang tergantikan dengan permainan lewat piranti teknologi yang lebih canggih.
Meditative Space

Ini adalah sebuah kritikan tentang eksistensi manusia saat beribadah, bahwa saat ini hubungan manusia dan Tuhan diukur dari simbol-simbol agama yang dikenakan. Di karya yang berbentuk sepetak ruangan ini, pengunjung diperbolehkan untuk melakukan meditasi atau beribadah sesuai dengan keinginan dan kepercayaannya.

No Bed Rest for The Wicked

Karya ini berbentuk seperti keranda mayat, di bagian bawah terdapat sebuah sepeda yang jika dikayuh oleh pengunjung terbalik akan menyalakan lampu di sekitarnya. Lampu-lampu tersebut saat menyala bertuliskan makna hidup yang sering kita korbankan karena sibuk mengejar uang.

Sementara di bagian atas karya ini adalah sebuah tempat tidur sebagai simbol rasa takut kehilangan waktu sehingga terkada kita beristirahat dalam kecemasan.

Simak breaking news dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Kompas.com WhatsApp Channel : https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.

Video rekomendasi
Video lainnya


Terkini Lainnya

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com