Kompas.com - 23/06/2015, 14:35 WIB
EditorI Made Asdhiana
GOA Sunyaragi masih menyimpan misteri bagi para peneliti. Salah satu pertanyaan yang hingga kini belum terjawab adalah dari mana datangnya inspirasi bangunan yang disusun dari batu karang itu.

Banyak versi diungkap untuk menjelaskan keberadaan batu-batu karang yang menempel di sekujur dinding Goa Sunyaragi. Menurut cerita rakyat versi Carub Kanda, inspirasi corak bangunan batu karang itu diperoleh Sunan Gunung Jati melalui mimpi-mimpinya.

Seperti diceritakan Mulyana Yusuf, juru pelihara Goa Sunyaragi, konon sang sunan bermimpi melihat istana yang bentuknya tidak jelas dan tidak beraturan. Mimpi itu datang berulang kali. Suatu ketika, datanglah kapal-kapal dagang dari Tiongkok yang membawa muatan batu-batu karang bersandar di Pelabuhan Cirebon.

”Sunan memungut beberapa batu, lalu mencoba menumpuknya dan beliau kaget karena bentuk batu yang tidak beraturan itu mirip sekali dengan mimpinya,” ujar Mulyana. Sunan kemudian menceritakan mimpinya dan batu-batuan karang yang diangkut kapal Tiongkok itu kepada salah satu kerabatnya, Pangeran Losari, yang kemudian menjadi arsitek Sunyaragi.

Pada saat pertama kali membangun Sunyaragi, Losari mendesain corak estetika bangunan seperti wadasan yang berarti menyerupai batu karang. Pada pembangunan tahap berikutnya, abad ke-17, setelah Sunan Gunung Jati meninggal, desain estetika bangunan dirancang oleh pengikut Ong Tien Nio, istri Sunan Gunung Jati. Untuk goa di bagian tengah, mereka mengambil corak mega mendung.

Arkeolog dari Balai Arkeologi Bandung, Nanang Saptono, mengatakan, bangunan bercorak batu karang menjadi ciri khas seni budaya Cirebon. Batu karang atau wadasanitu merupakan simbol dunia bawah, yaitu dunia manusia. Adapun dunia atas atau dunia para dewa disimbolkan dengan bentuk awan atau mega.

Ia mengatakan, di setiap bangunan yang berkaitan dengan Cirebon selalu ada motif wadasan ini. Di beberapa tempat di Cirebon, misalnya di Keraton Gebang milik salah satu bangsawan Cirebon, juga ditemukan bangunan bermotif batu karang meskipun hanya sebagian. Keraton Kanoman juga mengadopsi motif batu karang.

”Sunyaragi merupakan bangunan batu karang paling besar di Cirebon,” ungkap Nanang yang pernah melakukan penelitian ekologi di situs Sunyaragi. Ditilik dari berbagai jenis batu karang yang digunakan untuk membangun taman sari tersebut, ia berkesimpulan, karang-karang itu didatangkan dari lokasi berbeda.

Beberapa jenis karang yang dipakai adalah batu kapur atau gamping tua, yang sebagian bahkan sudah membentuk lapisan marmer. Karang semacam itu, lanjutnya, berasal dari kawasan karst (bukit kapur) di Pegunungan Kromong di selatan Cirebon.

Di Goa Sunyaragi juga mudah ditemukan karang-karang muda yang berbentuk seperti terumbu karang. Karang semacam itu diambil dari dasar laut. Namun, Nanang belum bisa menemukan jawaban mengapa corak bangunan batu karang itu hanya berada di wilayah Cirebon, tidak menyebar ke daerah lain.

Peneliti dari Pusat Arkeologi Nasional, Bambang Budi Utomo, yang banyak meneliti bangunan candi, mengatakan, corak seperti candi di Sunyaragi hingga sekarang masih menjadi misteri. Ia sendiri meyakini, corak semacam itu hanya ada di Cirebon dan tidak menyebar ke tempat lain. Mungkin hal ini berkaitan dengan pengaruh kebudayaan khas cirebonan yang tidak dominan di wilayah perbatasan Jawa Barat dan Jawa Tengah itu.

Ciri lain dari bangunan khas Cirebon adalah pintu yang pendek. Ini menggambarkan filosofi kuno yang selalu mengingatkan agar sebagai manusia kita harus selalu rendah hati karena ada zatlain yang lebih tinggi dan berkuasa daripada manusia. Selain itu, mereka yang merunduk saat masuk melalui pintu itu diharapkan juga selalu menghormati orang yang lebih tua.

Dalam jurnal ilmiah yang diunggah di Journal.unpar.ac.id volume 1 (2012) yang ditulis Pujianto, lanskap taman sari itu dibangun dengan filosofi taman-taman di Tiongkok. Keseimbangan unsur yin dalam pembangunan Goa Sunyaragi, yaitu penggunaan elemen batu keras, kemudian diimbangi dengan unsur yang, yaitu air yang lembut. (Lusiana Indriasari)

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

7 Fakta Stade de France, Tempat Final Liga Champions 2022

7 Fakta Stade de France, Tempat Final Liga Champions 2022

Travel Promo
Kebun Raya Bedugul Bali, Ada Pohon Berusia Lebih dari 100 Tahun

Kebun Raya Bedugul Bali, Ada Pohon Berusia Lebih dari 100 Tahun

Jalan Jalan
8 Rooftop Kafe Medan yang Instagramable, Ada yang Serba Ungu

8 Rooftop Kafe Medan yang Instagramable, Ada yang Serba Ungu

Jalan Jalan
10 Wisata Bedugul Bali, Banyak Spot Foto Instagramable  

10 Wisata Bedugul Bali, Banyak Spot Foto Instagramable  

Jalan Jalan
Wisata ke Kawasan Bunker Kaliadem Yogyakarta Tidak Harus Sewa Jip

Wisata ke Kawasan Bunker Kaliadem Yogyakarta Tidak Harus Sewa Jip

Travel Update
9 Tempat Nongkrong Murah di Trawas Mojokerto, Ada yang Berkonsep Taman

9 Tempat Nongkrong Murah di Trawas Mojokerto, Ada yang Berkonsep Taman

Jalan Jalan
Tanjung Benoa Bali Jadi Kampung Pertama Siaga Tsunami UNESCO

Tanjung Benoa Bali Jadi Kampung Pertama Siaga Tsunami UNESCO

Travel Update
GPIB Immanuel Malang Menyimpan Dua Alkitab Kuno Berusia Ratusan Tahun

GPIB Immanuel Malang Menyimpan Dua Alkitab Kuno Berusia Ratusan Tahun

Jalan Jalan
Endek Bali Jadi Suvenir untuk Delegasi GPDRR 2022

Endek Bali Jadi Suvenir untuk Delegasi GPDRR 2022

Travel Update
Pengerjaan KRL Solobalapan-Palur Capai 84 Persen, Ditarget Beroperasi Juli 2022

Pengerjaan KRL Solobalapan-Palur Capai 84 Persen, Ditarget Beroperasi Juli 2022

Travel Update
Sandiaga Bidik Turis Malaysia dan Singapura untuk Wisata Golf di Belitung

Sandiaga Bidik Turis Malaysia dan Singapura untuk Wisata Golf di Belitung

Travel Update
6 Tips Aman Berenang di Sungai, Bisa Bawa Benda-benda Ini

6 Tips Aman Berenang di Sungai, Bisa Bawa Benda-benda Ini

Travel Tips
Turis Indonesia dan 97 Negara Lain Bisa Masuk Jepang Mulai 10 Juni 2022 Tanpa PCR

Turis Indonesia dan 97 Negara Lain Bisa Masuk Jepang Mulai 10 Juni 2022 Tanpa PCR

Travel Update
Waspada, Jangan Lakukan 5 Hal ini Saat Berenang di Sungai

Waspada, Jangan Lakukan 5 Hal ini Saat Berenang di Sungai

Travel Tips
Pendaki Gunung Rinjani yang Buang Sampah Sembarangan Akan Diblacklist 2 Tahun

Pendaki Gunung Rinjani yang Buang Sampah Sembarangan Akan Diblacklist 2 Tahun

Travel Update
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.