Kompas.com - 02/07/2015, 12:28 WIB
EditorI Made Asdhiana
BUNYI sirene pada silo, penimbun batubara, di depan kantor Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kota Sawahlunto, Sumatera Barat, pada pukul 16.00 seolah menyambut kami saat tiba di kota itu 21 Mei lalu. Pada zaman Belanda, sirene itu penanda jam kerja orang rantai atau narapidana/kuli tambang.

Hingga kini, sirene itu tetap berbunyi setiap pukul 07.00, 13.00, dan 16.00. Sawahlunto pernah berjaya hampir 100 tahun dari tambang batubara sejak 1888. Namun, kota ini juga pernah kehilangan harapan saat tambang yang menopang kehidupan kota terus merosot, puncaknya pada 1988. Kondisi itu membuat kemiskinan melonjak 20 persen, pertumbuhan ekonominya terpuruk hingga minus 6,7 persen.

Kondisi itu membuat kota ini pernah dijuluki kota mati. Hingga akhirnya, muncul harapan ketika sejumlah pihak menawarkan ide untuk memanfaatkan apa yang tersisa dari kegiatan tambang, terutama bangunan-bangunan tua peninggalan Belanda.

Dari serangkaian proses, lahirlah Peraturan Daerah Nomor 2 Tahun 2001 tentang Visi Misi Kota Sawahlunto, yakni menjadikan Sawahlunto sebagai Kota Wisata Tambang yang Berbudaya Tahun 2020. Kawasan kota tua dibenahi, sisa kegiatan tambang dikemas jadi tujuan wisata. Bangunan cagar budaya dijaga sedemikian rupa untuk tetap menghadirkan kesan kota tambang.

Di kompleks Museum Goedang Ransoem yang dahulu merupakan dapur umum perusahaan tambang batubara Ombilin, misalnya, masih ditemukan bangunan gudang persediaan bahan mentah, padi, tungku pembakaran, menara cerobong asap, serta gedung pabrik dan gudang es. Terdapat juga peralatan masak yang dahulu digunakan untuk memasak makanan bagi sekitar 4.000 pekerja tambang. Ada pula foto-foto dokumentasi.

Begitu juga dengan Info Box dan Lubang Mbah Suro. Gedung Infobox merupakan gedung yang berisi berbagai informasi dan dokumentasi tentang kegiatan tambang di Sawahlunto pada masa kolonial. Adapun Lubang Mbah Suro merupakan tambang bawah tanah yang dibuka pada 1898 dan dibuka kembali pada 2007 untuk wisata. Wisatawan bisa menyusuri lubang itu.

Pemkot juga membangun destinasi penunjang seperti Waterboom, Taman Satwa Kandi, Taman Buah. Masyarakat disiapkan, baik dengan membentuk kelompok-kelompok sadar wisata maupun pengembangan homestay mengingat jumlah hotel di Sawahlunto hanya tujuh dengan jumlah kamar 200. Kini paling tidak terdapat 40 homestay.

Kunjungan wisatawan pun terus meningkat. Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kota Sawahlunto Efriyanto mengatakan, jumlah wisatawan yang pada 2004 hanya 14.425 orang, tahun 2014 sekitar 764.000 orang, di mana 3-5 persen di antaranya wisatawan asing. Perekonomian Sawahlunto merengkak, salah satunya ditandai angka kemiskinan yang kini tersisa 2,08 persen atau terbaik kedua di Indonesia.

Komitmen pemkot

Namun, pengembangan wisata kota tambang itu belum optimal karena 90 persen bangunan cagar budaya milik PT Bukit Asam (BA), perusahaan milik negara yang menambang batubara di Sawahlunto. ”Begitu juga pada 74 cagar budaya yang kini dipakai pemkot, 64 persen milik PT Bukit Asam,” kata Kepala Kantor Permuseuman dan Peninggalan Bersejarah Kota Sawahlunto Afrinaldi. Selain PT BA, kepemilikan cagar budaya juga di tangan PT Kereta Api Indonesia, antara lain Museum Kereta Api dan lokomotif uap Mak Itam.

Halaman:


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kapal Wisata Tenggelam di Labuan Bajo, Aturan Keamanan Akan Diperketat

Kapal Wisata Tenggelam di Labuan Bajo, Aturan Keamanan Akan Diperketat

Travel Update
Wisata ke Venesia Italia Bakal Dikenai Tiket Masuk, Segini Harganya

Wisata ke Venesia Italia Bakal Dikenai Tiket Masuk, Segini Harganya

Travel Update
Piala Dunia 2026, Jarak Antar Stadion Terjauh Capai 5.000 Km

Piala Dunia 2026, Jarak Antar Stadion Terjauh Capai 5.000 Km

Travel Update
Vaksin Booster Akan Jadi Syarat Perjalanan dan Kegiatan Masyarakat

Vaksin Booster Akan Jadi Syarat Perjalanan dan Kegiatan Masyarakat

Travel Update
Australia Cabut Aturan Vaksinasi Covid-19 untuk Turis Internasional, Per 6 Juli 2022

Australia Cabut Aturan Vaksinasi Covid-19 untuk Turis Internasional, Per 6 Juli 2022

Travel Update
2 Rute Internasional Tambahan di Bandara Ngurah Rai Bali, ada Singapura dan Manila

2 Rute Internasional Tambahan di Bandara Ngurah Rai Bali, ada Singapura dan Manila

Travel Update
Solo Car Free Day Libur Saat Hari Raya Idul Adha 10 Juli 2022

Solo Car Free Day Libur Saat Hari Raya Idul Adha 10 Juli 2022

Travel Update
Liburan 2 Hari 1 Malam ke Kulon Progo, Butuh Bujet Berapa?

Liburan 2 Hari 1 Malam ke Kulon Progo, Butuh Bujet Berapa?

Travel Tips
Naik Maskapai Ini, Bisa Gratis Masuk Gedung Tertinggi di Dunia

Naik Maskapai Ini, Bisa Gratis Masuk Gedung Tertinggi di Dunia

Travel Promo
Thai Lion Air Layani Rute Bali-Bangkok PP, Tiket Mulai Rp 2,6 Juta

Thai Lion Air Layani Rute Bali-Bangkok PP, Tiket Mulai Rp 2,6 Juta

Travel Update
Calon Jemaah Haji Furoda Dideportasi karena Tidak Resmi, Hati-hati Pilih Jasa Travel Haji

Calon Jemaah Haji Furoda Dideportasi karena Tidak Resmi, Hati-hati Pilih Jasa Travel Haji

Travel Update
Rute ke Candi Plaosan di Klaten, Tidak Jauh dari Candi Prambanan

Rute ke Candi Plaosan di Klaten, Tidak Jauh dari Candi Prambanan

Travel Tips
Jemaah Haji Furoda Batal Berangkat, Bagaimana Pencegahan di Kemudian Hari?

Jemaah Haji Furoda Batal Berangkat, Bagaimana Pencegahan di Kemudian Hari?

Travel Update
7 Tips Traveling bagi Orang Tua Agar Nyaman di Perjalanan 

7 Tips Traveling bagi Orang Tua Agar Nyaman di Perjalanan 

Travel Tips
Monas Buka Kembali, Bisa Naik ke Puncak Tugu

Monas Buka Kembali, Bisa Naik ke Puncak Tugu

Jalan Jalan
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.