Kompas.com - 02/07/2015, 12:28 WIB
Wisatawan memasuki Lubang Mbah Suro yang merupakan salah satu peninggalan kegiatan tambang batubara di Sawahlunto, Sumatera Barat, Sabtu (30/5/2015). Kota Sawahlunto yang berada sekitar 90 kilometer dari Padang, ibu kota Sumatera Barat, ini terus menggenjot sektor pariwisata dengan menawarkan destinasi berupa kota tua yang berisi bangunan dan fasilitas sisa kegiatan tambang batubara yang pernah berjaya sejak 1888 hingga akhir abad ke-20. KOMPAS/ISMAIL ZAKARIAWisatawan memasuki Lubang Mbah Suro yang merupakan salah satu peninggalan kegiatan tambang batubara di Sawahlunto, Sumatera Barat, Sabtu (30/5/2015). Kota Sawahlunto yang berada sekitar 90 kilometer dari Padang, ibu kota Sumatera Barat, ini terus menggenjot sektor pariwisata dengan menawarkan destinasi berupa kota tua yang berisi bangunan dan fasilitas sisa kegiatan tambang batubara yang pernah berjaya sejak 1888 hingga akhir abad ke-20.
EditorI Made Asdhiana
BUNYI sirene pada silo, penimbun batubara, di depan kantor Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kota Sawahlunto, Sumatera Barat, pada pukul 16.00 seolah menyambut kami saat tiba di kota itu 21 Mei lalu. Pada zaman Belanda, sirene itu penanda jam kerja orang rantai atau narapidana/kuli tambang.

Hingga kini, sirene itu tetap berbunyi setiap pukul 07.00, 13.00, dan 16.00. Sawahlunto pernah berjaya hampir 100 tahun dari tambang batubara sejak 1888. Namun, kota ini juga pernah kehilangan harapan saat tambang yang menopang kehidupan kota terus merosot, puncaknya pada 1988. Kondisi itu membuat kemiskinan melonjak 20 persen, pertumbuhan ekonominya terpuruk hingga minus 6,7 persen.

Kondisi itu membuat kota ini pernah dijuluki kota mati. Hingga akhirnya, muncul harapan ketika sejumlah pihak menawarkan ide untuk memanfaatkan apa yang tersisa dari kegiatan tambang, terutama bangunan-bangunan tua peninggalan Belanda.

Dari serangkaian proses, lahirlah Peraturan Daerah Nomor 2 Tahun 2001 tentang Visi Misi Kota Sawahlunto, yakni menjadikan Sawahlunto sebagai Kota Wisata Tambang yang Berbudaya Tahun 2020. Kawasan kota tua dibenahi, sisa kegiatan tambang dikemas jadi tujuan wisata. Bangunan cagar budaya dijaga sedemikian rupa untuk tetap menghadirkan kesan kota tambang.

Di kompleks Museum Goedang Ransoem yang dahulu merupakan dapur umum perusahaan tambang batubara Ombilin, misalnya, masih ditemukan bangunan gudang persediaan bahan mentah, padi, tungku pembakaran, menara cerobong asap, serta gedung pabrik dan gudang es. Terdapat juga peralatan masak yang dahulu digunakan untuk memasak makanan bagi sekitar 4.000 pekerja tambang. Ada pula foto-foto dokumentasi.

Begitu juga dengan Info Box dan Lubang Mbah Suro. Gedung Infobox merupakan gedung yang berisi berbagai informasi dan dokumentasi tentang kegiatan tambang di Sawahlunto pada masa kolonial. Adapun Lubang Mbah Suro merupakan tambang bawah tanah yang dibuka pada 1898 dan dibuka kembali pada 2007 untuk wisata. Wisatawan bisa menyusuri lubang itu.

Pemkot juga membangun destinasi penunjang seperti Waterboom, Taman Satwa Kandi, Taman Buah. Masyarakat disiapkan, baik dengan membentuk kelompok-kelompok sadar wisata maupun pengembangan homestay mengingat jumlah hotel di Sawahlunto hanya tujuh dengan jumlah kamar 200. Kini paling tidak terdapat 40 homestay.

Kunjungan wisatawan pun terus meningkat. Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kota Sawahlunto Efriyanto mengatakan, jumlah wisatawan yang pada 2004 hanya 14.425 orang, tahun 2014 sekitar 764.000 orang, di mana 3-5 persen di antaranya wisatawan asing. Perekonomian Sawahlunto merengkak, salah satunya ditandai angka kemiskinan yang kini tersisa 2,08 persen atau terbaik kedua di Indonesia.

Komitmen pemkot

Namun, pengembangan wisata kota tambang itu belum optimal karena 90 persen bangunan cagar budaya milik PT Bukit Asam (BA), perusahaan milik negara yang menambang batubara di Sawahlunto. ”Begitu juga pada 74 cagar budaya yang kini dipakai pemkot, 64 persen milik PT Bukit Asam,” kata Kepala Kantor Permuseuman dan Peninggalan Bersejarah Kota Sawahlunto Afrinaldi. Selain PT BA, kepemilikan cagar budaya juga di tangan PT Kereta Api Indonesia, antara lain Museum Kereta Api dan lokomotif uap Mak Itam.

Halaman:


25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

5 Kafe Unik di Tangerang untuk Dikunjungi saat Libur Lebaran

5 Kafe Unik di Tangerang untuk Dikunjungi saat Libur Lebaran

Jalan Jalan
Pantai di Gunungkidul dan Bantul Diserbu Puluhan Ribu Wisatawan Saat Libur Lebaran

Pantai di Gunungkidul dan Bantul Diserbu Puluhan Ribu Wisatawan Saat Libur Lebaran

Travel Update
5 Tempat Nongkrong Santai di Bogor, Pas Dikunjungi Saat Libur Lebaran

5 Tempat Nongkrong Santai di Bogor, Pas Dikunjungi Saat Libur Lebaran

Travel Update
Wisata Ciwidey dan Sekitarnya Ditutup karena Pengunjung Membludak

Wisata Ciwidey dan Sekitarnya Ditutup karena Pengunjung Membludak

Travel Update
Semakin Diminati, Kemenparekraf Gencar Promosi Desa Wisata

Semakin Diminati, Kemenparekraf Gencar Promosi Desa Wisata

Travel Update
Kemenpar Genjot Sektor Ekonomi Kreatif melalui #BeliKreatifLokal

Kemenpar Genjot Sektor Ekonomi Kreatif melalui #BeliKreatifLokal

Travel Update
Daftar Wisata Jakarta yang Tutup Sementara Selama Libur Lebaran 2021

Daftar Wisata Jakarta yang Tutup Sementara Selama Libur Lebaran 2021

Travel Update
Pantai Pasir Padi Pangkalpinang Tutup, Ratusan Kendaraan Diminta Putar Balik

Pantai Pasir Padi Pangkalpinang Tutup, Ratusan Kendaraan Diminta Putar Balik

Travel Update
Cara Reservasi Ulang Wisata TMII yang Buka Lagi 18 Mei 2021

Cara Reservasi Ulang Wisata TMII yang Buka Lagi 18 Mei 2021

Travel Update
Cara Refund dan Reschedule Tiket ke Ancol yang Tutup Sementara

Cara Refund dan Reschedule Tiket ke Ancol yang Tutup Sementara

Travel Update
Cara Reschedule Wisata Taman Margasatwa Ragunan yang Buka Lagi 18 Mei 2021

Cara Reschedule Wisata Taman Margasatwa Ragunan yang Buka Lagi 18 Mei 2021

Travel Update
TMII Akhirnya Tutup Sementara Hingga 17 Mei 2021

TMII Akhirnya Tutup Sementara Hingga 17 Mei 2021

Travel Update
Ancol Perpanjang Masa Penutupan Kawasan Wisata Hingga 17 Mei 2021

Ancol Perpanjang Masa Penutupan Kawasan Wisata Hingga 17 Mei 2021

Travel Update
5 Wisata di Parapat, Kota yang Indah di Tepi Danau Toba

5 Wisata di Parapat, Kota yang Indah di Tepi Danau Toba

Travel Update
Wisata Ragunan Akhirnya Tutup Sementara Mulai 16 Mei 2021

Wisata Ragunan Akhirnya Tutup Sementara Mulai 16 Mei 2021

Travel Update
komentar di artikel lainnya
Close Ads X