Kompas.com - 03/07/2015, 11:43 WIB
Kereta wisata kencana di Yogyakarta. KOMPAS.COM/WIJAYA KUSUMAKereta wisata kencana di Yogyakarta.
EditorI Made Asdhiana
YOGYAKARTA, KOMPAS.com - Daerah Istimewa Yogyakarta akan fokus membidik wisatawan asal Tiongkok karena memiliki kemampuan belanja yang tinggi seiring dengan meningkatnya perekonomian Negeri Tirai Bambu tersebut. "Kami akan lebih memprioriotaskan promosi wisata untuk membidik wisatawan Tiongkok karena potensi perekonomian mereka yang tinggi," kata Asisten Bidang Perekonomian dan Pembangunan Sekretariat Pemprov DIY Didik Purwadi di Yogyakarta, Kamis (2/7/2015).

Menurut dia, pertumbuhan ekonomi Tiongkok memiliki dampak meningkatnya jumlah masyarakatnya yang berwisata ke luar negeri sehingga perlu dimanfaatkan untuk diarahkan berkunjung ke Yogyakarta.

Guna mencapai target kunjungan wisatawan asal Tiongkok, lanjut Didik, Pemprov DIY juga telah merencanakan pembangunan Pusat Kebudayaan Shanghai di Yogyakarta. "Untuk menarik minat kunjungan wisatawan Tiongkok kami juga telah berupaya, misalnya dengan membuat Pusat Kebudayaan Shanghai di Kota Yogyakarta," katanya.

Didik menjelaskan, saat ini Pemprov DIY telah selesai menyusun draf pembangunan Pusat Kebudayaan Shanghai di Yogyakarta. Rencananya letak bangunannya akan berlokasi di Kampung Ketandan yang dikenal kawasan pecinan di kawasan wisata belanja Malioboro, Kota Yogyakarta. Pembangunannya ditargetkan dimulai tahun ini.

"Sesuai dengan gambaran kami, pusat kebudayaan itu akan menyajikan pelatihan berbagai kebudayaan di Shanghai sekaligus pelatihan bahasa mandarin bagi warga Yogyakarta," ujarnya.

Kepala Dinas Pariwisata (Dispar) DIY Aris Rianta mengatakan bahwa selain Tiongkok, negara-negara ASEAN, seperti Thailand dan Filipina, juga merupakan pasar pariwisata yang potensial. "Wisatawan dari negara-negara tersebut memiliki kecenderungan meningkat lebih pesat dari negara lainnya," katanya.

Menurut Aris, pihaknya menargetkan jumlah wisatawan mancanegara yang berkunjung ke DIY meningkat 10 persen dari jumlah wisatawan pada tahun 2014.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Aris menambahkan, jumlah wisatawan mancanegara di DIY selama 2014 sebanyak 254.213 orang yang meningkat 7,77 persen dari total wisatawan pada tahun 2013 sebanyak 235.893 orang.Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Sumber Antara
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Artotel Group Bakal Fokus ke Teknologi pada 2022

Artotel Group Bakal Fokus ke Teknologi pada 2022

Travel Update
5 Cara Temukan Kursi Terbaik dan Ternyaman di Pesawat

5 Cara Temukan Kursi Terbaik dan Ternyaman di Pesawat

Travel Tips
Penutupan Akses ke Tempat Wisata Gunung Salak Aceh Utara Diperpanjang

Penutupan Akses ke Tempat Wisata Gunung Salak Aceh Utara Diperpanjang

Travel Update
Perancis Perketat Kebijakan untuk Turis Asing guna Cegah Omicron

Perancis Perketat Kebijakan untuk Turis Asing guna Cegah Omicron

Travel Update
Penyekatan di Check Point di Yogyakarta Saat Nataru Tidak Boleh Dilakukan

Penyekatan di Check Point di Yogyakarta Saat Nataru Tidak Boleh Dilakukan

Travel Update
Satpol PP Yogyakarta Bakal Lakukan Pemeriksaan Surat Kesehatan untuk Turis di Malioboro

Satpol PP Yogyakarta Bakal Lakukan Pemeriksaan Surat Kesehatan untuk Turis di Malioboro

Travel Update
Tips Aman Bepergian di Tengah Kasus Varian Baru Covid-19

Tips Aman Bepergian di Tengah Kasus Varian Baru Covid-19

Travel Tips
Aturan PCR Saat Nataru untuk Anak Usia di Bawah 12 Tahun Dinilai Mempersulit

Aturan PCR Saat Nataru untuk Anak Usia di Bawah 12 Tahun Dinilai Mempersulit

Travel Update
Angkasa Pura I Catat Kenaikan Pergerakan Penumpang Tertinggi pada November 2021

Angkasa Pura I Catat Kenaikan Pergerakan Penumpang Tertinggi pada November 2021

Travel Update
PPKM Level 3 Nataru Batal, Pemerintah Yogyakarta Tetap Terapkan Sanksi untuk Pelanggar Protokol Kesehatan

PPKM Level 3 Nataru Batal, Pemerintah Yogyakarta Tetap Terapkan Sanksi untuk Pelanggar Protokol Kesehatan

Travel Update
Kawasan Malioboro Yogyakarta Tidak Menerapkan Penyekatan saat Nataru

Kawasan Malioboro Yogyakarta Tidak Menerapkan Penyekatan saat Nataru

Travel Update
Daftar Desa Wisata Pemenang Anugerah Desa Wisata Indonesia 2021

Daftar Desa Wisata Pemenang Anugerah Desa Wisata Indonesia 2021

Travel Update
Masa Karantina 10 Hari untuk Antisipasi Omicron dan Turis Indonesia ke Luar Negeri

Masa Karantina 10 Hari untuk Antisipasi Omicron dan Turis Indonesia ke Luar Negeri

Travel Update
Garuda Indonesia Travel Fair, Jakarta-Labuan Bajo PP Rp 1,3 Jutaan

Garuda Indonesia Travel Fair, Jakarta-Labuan Bajo PP Rp 1,3 Jutaan

Travel Promo
Gunung Barujari Level II Waspada, TN Gunung Rinjani Batasi Pendakian

Gunung Barujari Level II Waspada, TN Gunung Rinjani Batasi Pendakian

Travel Update
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.