Kompas.com - 03/07/2015, 12:16 WIB
Suasana safari di Welgevonden Game Reserve, taman konservasi hewan liar di Vaalwater, Limpopo, Afrika Selatan, 29 Mei-4 Juni 2015.
Agung Kurniawan/Kompas.comSuasana safari di Welgevonden Game Reserve, taman konservasi hewan liar di Vaalwater, Limpopo, Afrika Selatan, 29 Mei-4 Juni 2015.
|
EditorI Made Asdhiana
MERASAKAN sensasi alam liar, bertemu langsung dengan binatang eksotis, sambil mengendarai mobil offroad terasa seperti pengalaman yang tak terlupakan. Hal ini juga dirasakan Kompas.com ketika mendapat undangan oleh Datsun Indonesia, bertamasya ke Welgevonden Game Reserve, taman konservasi hewan liar di Vaalwater, Limpopo, Afrika Selatan.

Lokasi ini cukup jauh, harus menempuh perjalanan sekitar 260 km dari Bandara OR Tambo, melintasi Johannesburg, sekitar 3 jam perjalanan. Setibanya di gerbang utama, Welgevonden Game Reserve, kami harus bertukar kendaraan dengan mobil offroad menelusuri taman alam yang dikelola swasta seluas 37.000 hektar ini. Taman ini memiliki lebih dari 50 mamalia, termasuk "Africa's Big Five", yakni singa, macan tutul, gajah, banteng Cape, dan badak.

"Di sini berbeda, semua binatang hidup bebas di alam liar. Jadi kita yang harus mencari di mana mereka berada dan mengamati langsung dari dekat," ujar Lazarus, pemandu Welgevonden Game Reserve, di Vaalwater, Afsel, Selasa (1/7/2015).

Agung Kurniawan/Kompas.com Kendaraan yang digunakan berpenggerak empat roda (4x4) dengan jarak pijak tinggi, dan atap terbuka.
Terkejut

Saat melihat kendaraan offroad yang menjadi alat transportasi utama, suasana cukup terkejut melihatnya. Memang jenis kendaraan ini punya ground clearence (jarak pijak) yang tinggi dari tanah. Namun, kendaraan ini dimodifikasi dengan atap terbuka, lengkap dengan jajaran jok tiga baris di belakang sopir. Praktis, bisa dibilang mobil ini cukup terbuka. Sangat mungkin bagi binatang liar masuk atau bahkan menyentuh kami para penumpang di belakang.  

Padahal, ketika biasa jalan ke Taman Safari di Puncak, Bogor, membuka kaca saja dilarang ketika mengendarai kendaraan pribadi yang tertutup rapat. Perasaan semakin menegangkan karena binatang-binatang yang akan kita kunjungi punya status buas.

"Jangan khawatir, semua binatang di sini sudah sangat 'familiar' dengan kendaraan ini. Tapi, mereka belum mengenal manusia, jadi selama Anda tidak keluar kendaraan dan mengikuti perintah saya, semua akan aman-aman saja. Termasuk singa, mereka juga aman," ucap Lazarus, menjelaskan.

Agung Kurniawan/Kompas.com Rombongan Zebra melintasi jalur kendaraan saat bersafari.
Safari

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Rombongan tiba di basecamp Welgevonden Game Reserve di pintu utama, sekitar pukul 13.30 waktu setempat. Saat ini lagi musim dingin di Afrika Selatan, jadi meski langit cerah dan sinar matahari terik, namun suhu udara menunjukan 10 derajat celsius. Embusan angin yang cukup deras dengan kendaraan terbuka, menjadikan suasana perjalanan menjadi sejuk, mirip kondisi Gunung Bromo ketika siang hari.

Mengawali perjalanan, tak jauh dari gerbang utama, kami langsung disapa oleh rombongan zebra. Sambil mematikan mesin dan menghentikan kendaraan, kami memulai mengambil foto dan mendengarkan penjelasan dari Lazarus. Petualangan berlanjut, kami masuk lebih dalam ke hutan konservasi buatan itu.

Berkat kesabaran dan kemahiran Lazarus dalam mendeteksi jejak binatang liar, kami sempat menjumpai beberapa bintang safari, seperti gajah, jerapah, badak, antelope, dan banteng. Setelah sempat memutari dan berkordinasi dengan pemandu lain lewat radio, akhirnya kami berjumpa dengan binatang yang ditunggu-tunggu, singa.

Menjadi pengalaman luar biasa bisa berdekatan dengan sang raja hutan, hanya berjarak sekitar lima meter dari posisi mobil berhenti. Mesin dimatikan, Lazarus memesan, agar tidak banyak mengeluarkan suara di kabin mobil.

Mengamati gerak-gerik singa liar, sesekali mengabadikannya lewat kamera, menjadi keasyikan tersendiri yang tak terlupakan, bersafari di Afsel.

Agung Kurniawan/Kompas.com Berjumpa dengan singa di Welgevonden Game Reserve, taman konservasi hewan liar di Vaalwater, Limpopo, Afrika Selatan,
Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Video Pilihan

komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.