Kompas.com - 06/07/2015, 18:40 WIB
I Nyoman Jendra (49), pelukis asal Ubud, Kabupaten Gianyar, Bali, tengah sibuk menyelesaikan lukisannya di ruang pamernya, Rabu (11/12/2013). Ia salah satu pelukis yang setia mengembangkan seni lukis di Ubud yang dipengaruhi pelukis besar Walter Spies, Rudolf Bonnet, dan I Gusti Nyoman Lempad di era tahun 1930-an. KOMPAS/AYU SULISTYOWATII Nyoman Jendra (49), pelukis asal Ubud, Kabupaten Gianyar, Bali, tengah sibuk menyelesaikan lukisannya di ruang pamernya, Rabu (11/12/2013). Ia salah satu pelukis yang setia mengembangkan seni lukis di Ubud yang dipengaruhi pelukis besar Walter Spies, Rudolf Bonnet, dan I Gusti Nyoman Lempad di era tahun 1930-an.
EditorI Made Asdhiana
DENPASAR, KOMPAS.com - Wisatawan Eropa tertarik dengan berbagai macam lukisan bertema klasik yang menggambarkan suasana kehidupan dan budaya tradisi Bali, karena memiliki nilai seni tinggi dan indah dipandang mata.

"Lukisan klasik bertemakan budaya dan kehidupan masyarakat Bali zaman dulu adalah jenis lukisan yang paling laris diburu wisman asal benua biru itu," kata Ida Bagus Mardika Yasa, pelukis asal Sukawati, Gianyar, Jumat (3/7/2015).

Dia menjelaskan, wisatawan Eropa yang dominan berkunjung dan berbelanja di toko miliknya berasal dari Inggris, Perancis, dan Jerman, dan Spanyol. "Mereka paling sering membeli lukisan bertemakan budaya, seperti lukisan penari Bali, lukisan Pura dan beberapa jenis lainnya yang menceritakan tentang adat istiadat pulau Dewata," katanya.

Ida Bagus Mardika Yasa memaparkan, selain beberapa lukisan dengan tema budaya, wisatawan Eropa juga menyenangi lukisan yang mengambil tema lingkungan alam yang asri hijau, suasana persawahan yang membentang luas dan suasana pura yang mistis penuh kedamaian.

"Mereka juga meminati lukisan pedagang yang menjajakan kebutuhan pokok di pasar tradisional, lukisan yang menggambarkan kehidupan masyarakat Bali tempo dulu begitu kental toleransi dan kebersamaan," sambungnya.

Menurut Mardika, adat isitiadat Bali yang begitu kental memberikan jiwa pada lukisan lukisan yang dibuat, sehingga unsur klasik menjadi unsur yang begitu kentara hampir di semua jenis lukisan hasil karyanya. "Lukisan orang Bali memiliki 'taksu', artinya berisikan kekuatan magis yang membuat lukisan itu seakan akan hidup dan memiliki jiwa," ujarnya.

Disinggung soal penjualan, Ida Bagus Mardika Yasa mengatakan, dalam sehari dapat menjual antara 5 sampai 10 buah lukisan, sesuai motif dan ukuran dari lukisan itu sendiri, harganya berkisar antara Rp 300.000 sampai Rp 7 juta, tergantung kerumitan dan nilai seni yang terkandung didalamnya.

"Omzet penjualan bertambah apabila memasuki musim liburan wisatawan luar negeri yang biasanya jatuh antara bulan Juli sampai September," tambahnya.Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Sumber Antara
Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Wana Wisata Siti Sundari Lumajang, Tempat Makan Romantis di Tengah Hutan Damar

Wana Wisata Siti Sundari Lumajang, Tempat Makan Romantis di Tengah Hutan Damar

Jalan Jalan
Uji Coba Travel Bubble Indonesia-Singapura Dimulai 24 Januari 2022

Uji Coba Travel Bubble Indonesia-Singapura Dimulai 24 Januari 2022

Travel Update
7 Restoran di Bogor, Pas untuk Dinner Romantis Bersama Pasangan

7 Restoran di Bogor, Pas untuk Dinner Romantis Bersama Pasangan

Travel Promo
15 Wisata Pantai Terkenal Yogyakarta dengan Panorama Indah

15 Wisata Pantai Terkenal Yogyakarta dengan Panorama Indah

Jalan Jalan
Beda Fasilitas First Class dan Business Class di Pesawat yang Hampir Mirip

Beda Fasilitas First Class dan Business Class di Pesawat yang Hampir Mirip

Travel Tips
Produk Lokal Labuan Bajo Diupayakan Bisa Masuk Hotel dan Restoran

Produk Lokal Labuan Bajo Diupayakan Bisa Masuk Hotel dan Restoran

Travel Update
Spanyol Wajibkan Vaksin Booster untuk Turis Asing Mulai Februari

Spanyol Wajibkan Vaksin Booster untuk Turis Asing Mulai Februari

Travel Update
Kebun Binatang Ini Jadikan Kecoak sebagai Promo Valentine

Kebun Binatang Ini Jadikan Kecoak sebagai Promo Valentine

Jalan Jalan
Syarat Bawa Hewan di Pesawat dari 4 Maskapai Penerbangan di Indonesia

Syarat Bawa Hewan di Pesawat dari 4 Maskapai Penerbangan di Indonesia

Travel Tips
India Perpanjang Larangan Penerbangan Internasional hingga 28 Februari

India Perpanjang Larangan Penerbangan Internasional hingga 28 Februari

Travel Update
Serunya Memancing Kakap dan Kuwe 'Giant Trevally' di Belitung Timur

Serunya Memancing Kakap dan Kuwe "Giant Trevally" di Belitung Timur

Jalan Jalan
Pelabuhan Nongsapura Batam Dinilai Siap untuk Travel Bubble

Pelabuhan Nongsapura Batam Dinilai Siap untuk Travel Bubble

Travel Update
Rute dan Harga Tiket KidZania Jakarta, Banyak Promo Menarik

Rute dan Harga Tiket KidZania Jakarta, Banyak Promo Menarik

Travel Tips
10 Rekomendasi Hotel Kekinian di Bandung, Mulai Rp 300.000-an

10 Rekomendasi Hotel Kekinian di Bandung, Mulai Rp 300.000-an

Jalan Jalan
Pertama Kali ke Luar Negeri? Jangan Lupa Lakukan 5 Hal Ini

Pertama Kali ke Luar Negeri? Jangan Lupa Lakukan 5 Hal Ini

Travel Tips
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.