Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Langka, Kudapan Precet Pisang Hanya Muncul Saat Ramadhan

Kompas.com - 11/07/2015, 16:07 WIB
Kontributor Banyuwangi, Ira Rachmawati

Penulis


BANYUWANGI, KOMPAS.com - Salah satu kudapan khas dari Banyuwangi yang hanya mucul pada saat bulan puasa adalah Precet Gedang. Dalam bahasa using, Gedang berarti Pisang yang menjadi bahan utama kudapan yang sering dijadikan makanan pembuka saat berbuka puasa.

Lilik Yuliatin (48), penjual precet gedang yang tinggal di Desa Kemiren, Kecamatan Glagah, Kabupaten Banyuwangi kepada Kompas.com menjelaskan cara membuat precet gedang. Caranya sederhana, pisang dikupas lalu dikukus. Setelah dimatang dihancurkan dengan cetakan khusus yang terbuat dari tempurung kelapa yang berlubang di bagian tengahnya.

"Pisang yang dikukus harus yang matang bukan yang masih muda. Kalau jenisnya masyarakat sini nyebutnya pisang Sobo. Setelah itu diletakkan di wadah dan hancurkan dengan tempurung yang ada lubangnya di bagian tengah. Nanti pisang kukus akan tercetak seperti mi hanya saja lebih besar," jelas Lilik sambil mempraktekkan cara membuat precet gedang.

Setelah terkumpul seperti mi, precet gedang dipindahkan di wadah yang lain. "Satu pisang kukus akan jadi satu precet seperti ini. Biasanya satu porsi diisi dua precet gedang," kata Lilik.

Ira Rachmawati / Kompas.com / Banyuwangi

Perempuan yang sudah memiliki cucu tersebut mengaku para penikmat precet gedang biasanya langsung membeli ke rumahnya sehingga dia tidak menjual keluar. Ia menjelaskan saat ini sudah jarang orang yang berjualan makan khas masyarakat Banyuwangi tersebut karena harga pisang yang cukup mahal.

Selain itu, tidak banyak orang yang memiliki cetakan tempurung kelapa yang digunakan untuk membuat precet seperti miliknya. Lilik menceritakan, cetakan precet miliknya tersebut merupakan warisan dari neneknya. Cetakan tersebut diwariskan turun temurun, sehingga sempat digunakan oleh ibunya, kemudian diwariskan kepadanya.

"Usianya sudah lebih dari 40 tahun," jelas Lilik sambil menunjukkan tempurung kelapa yang berwarna hitam tersebut.

Dalam satu hari, Lilik menghabiskan 10 sisir pisang yang ia beli dan juga dapatkan dari kebunnya. Untuk satu porsi precet pisang ia menjualnya seharga Rp 2.000 sampai Rp 5.000. Untuk menikmati precet gedang, bisa dicampur dengan santan yang sudah dimasak dengan pandan dengan tambahan sedikit gula dan garam.

"Mau dinikmati saat hangat ataupun dengan tambahan es sama sama enaknya," kata Lilik sambil tersenyum.

Simak breaking news dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Kompas.com WhatsApp Channel : https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.

Baca tentang
Video rekomendasi
Video lainnya


Terkini Lainnya

Gunung Bromo Kebakaran 19 Juni 2024, Wisata Tetap Buka

Gunung Bromo Kebakaran 19 Juni 2024, Wisata Tetap Buka

Travel Update
Kapal Pesiar Resorts World One Ingin Berlayar Lagi dari Jakarta

Kapal Pesiar Resorts World One Ingin Berlayar Lagi dari Jakarta

Travel Update
Rekomendasi 4 Vila di Bali untuk Musim Liburan Sekolah Tahun Ini

Rekomendasi 4 Vila di Bali untuk Musim Liburan Sekolah Tahun Ini

Travel Update
Taman Lalu Lintas: Lokasi, Harga Tiket Masuk, dan Jam Buka

Taman Lalu Lintas: Lokasi, Harga Tiket Masuk, dan Jam Buka

Jalan Jalan
Tingkatkan Kunjungan Wisman, Mantan Menteri Pariwisata Usul Bebas Visa Kunjungan

Tingkatkan Kunjungan Wisman, Mantan Menteri Pariwisata Usul Bebas Visa Kunjungan

Travel Update
Tiket Pesawat Masih Mahal, Sandiaga Sebut Tambahan Penerbangan Belum Tuntas

Tiket Pesawat Masih Mahal, Sandiaga Sebut Tambahan Penerbangan Belum Tuntas

Travel Update
Kereta Tidur Berkecepatan Tinggi Hong Kong-Shanghai-Beijing Beroperasi

Kereta Tidur Berkecepatan Tinggi Hong Kong-Shanghai-Beijing Beroperasi

Travel Update
7 Penginapan di Dieng, Pesan untuk Ikut Dieng Culture Festival

7 Penginapan di Dieng, Pesan untuk Ikut Dieng Culture Festival

Hotel Story
Jelang Libur Sekolah, Pelaku Wisata Diminta Bersiap Hadapi Lonjakan Pengunjung

Jelang Libur Sekolah, Pelaku Wisata Diminta Bersiap Hadapi Lonjakan Pengunjung

Travel Update
Penumpang KA Bandara di Yogyakarta dan Medan Melonjak Drastis Saat Idul Adha

Penumpang KA Bandara di Yogyakarta dan Medan Melonjak Drastis Saat Idul Adha

Travel Update
Pengalaman Ikut Yoga di Vila Ubud Bali dan Tipsnya buat Pemula

Pengalaman Ikut Yoga di Vila Ubud Bali dan Tipsnya buat Pemula

Jalan Jalan
Sambut Libur Sekolah, Pergerakan Turis Domestik Diprediksi Naik hingga 20 Persen

Sambut Libur Sekolah, Pergerakan Turis Domestik Diprediksi Naik hingga 20 Persen

Travel Update
Pergerakan Turis Domestik Saat 'Long Weekend' Idul Adha Naik hingga 20 Persen

Pergerakan Turis Domestik Saat "Long Weekend" Idul Adha Naik hingga 20 Persen

Travel Update
Tur Zero Dollar Kembali Terjadi di Thailand, Dinilai Lebih Berbahaya

Tur Zero Dollar Kembali Terjadi di Thailand, Dinilai Lebih Berbahaya

Travel Update
Festival Kampung Wisata 2024 di Yogyakarta Digelar mulai 21 Juni

Festival Kampung Wisata 2024 di Yogyakarta Digelar mulai 21 Juni

Travel Update
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com