Kompas.com - 15/07/2015, 16:07 WIB
Festival Layang-layang digelar di Lapangan Monumen Nasional, Jakarta Pusat, Minggu (11/7/2010). Berbagai model layang-layang dapat disaksikan, mulai dari yang bergambar binatang hingga tim sepakbola favorit Piala Dunia.  KOMPAS IMAGES/KRISTIANTO PURNOMOFestival Layang-layang digelar di Lapangan Monumen Nasional, Jakarta Pusat, Minggu (11/7/2010). Berbagai model layang-layang dapat disaksikan, mulai dari yang bergambar binatang hingga tim sepakbola favorit Piala Dunia.
EditorNi Luh Made Pertiwi F

SANUR, KOMPAS.com - Puluhan layangan tradisional berukuran raksasa akan mewarnai langit Padang Galak, Pantai Sanur, Bali, dalam kegiatan 36th Bali Kite Festival yang diselenggarakan pada 18-20 Juli 2015. Ini adalah festival layang-layang internasional yang diselenggarakan setiap Juli, bulan dimana dengan kondisi angin terbaik untuk menerbangkan layang-layang.

Layang-layang yang diterbangkan biasanya memiliki lebar 4 meter dan panjang 10 meter. Bentuk layangan yang diterbangkan sangat bervariasi dan unik, meliputi bentuk bebean (ikan), janggan (burung) dan pecukan (daun).

Bebean memiliki ukuran paling besar, janggan terlihat menarik dengan hiasan ekornya yang bisa mencapai ratusan meter, sedangkan pecukan yang paling mudah diterbangkan karena bentuknya stabil. Warna-warna yang terdapat pada layang-layang ini biasanya merah, putih dan hitam.

Warna-warni layangan ini mampu menarik banyak wisatawan. Bagaimana tidak, pemandangan pada saat festival akan saat indah dimana anak-anak dan orang dewasa berlomba menerbangkan layang-layang di pematang sawah kosong.

Layang-layang ini diterbangkan secara kompetitif oleh tim-tim yang berasal dari desa-desa di Denpasar. Mereka akan berkompetisi, siapa yang menerbangkan layang-layang terbaik dan terlama maka akan keluar sebagai pemenang. Tak jarang layang-layang putus dan terjatuh di dekat sawah sehingga anggota tim harus mengambilnya sebelum layang-layang menyentuh air.

Bali Kite Festival bukanlah kompetisi menerbangkan layang-layang semata. Acara ini mengandung nilai keagaman karena layangan yang diterbangkan membawa permohonan kepada dewa-dewa Hindu agar tanaman panen dan senantiasa berlimpah. Selama layangan diterbangkan, pengunjung akan mendengar merdunya perpaduan musik tradisional Bali.

Selama festival pun akan diadakan kompetisi yang memancing kreasi. Peserta diharuskan membuat karya tiga dimensi yang menggambarkan dewa-dewa Hindu dan dapat diterbangkan.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

 

Padang Galak merupakan salah satu kompleks wisata di Sanur yang menawarkan bermacam sarana rekreasi, termasuk kolam ikan megah bertaraf nasional. Selain itu, di Padang Galak juga tersedia panggung terbuka yang khusus digunakan untuk menampung berbagai pertunjukkan seni tradisional dan kontemporer, juga atraksi permainan sinar laser yang dilatari layar air mancur.

 

Padang Galak sangat disenangi mereka yang ingin bersantai dengan menyaksikan hiburan kecil di panggung, atau sekadar berenang terutama bagi mereka yang merasakan alergi terhadap air laut.



Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Desa Wisata Carangsari Bali, Desa dengan 14 Daya Tarik Wisata

Desa Wisata Carangsari Bali, Desa dengan 14 Daya Tarik Wisata

Jalan Jalan
Menparekraf Sandiaga Tanggapi PHRI yang Menolak Sertifikasi CHSE

Menparekraf Sandiaga Tanggapi PHRI yang Menolak Sertifikasi CHSE

Travel Update
Setelah Bali, Batam dan Bintan Ditargetkan Buka untuk Turis Asing

Setelah Bali, Batam dan Bintan Ditargetkan Buka untuk Turis Asing

Travel Update
Syarat Turis Asing yang Boleh Wisata ke Bali, Sehat dan Bervaksin Covid-19

Syarat Turis Asing yang Boleh Wisata ke Bali, Sehat dan Bervaksin Covid-19

Travel Update
Ada Hoaks soal Wisata Jogja, Ini Daftar Resmi 7 Tempat Wisata di Sana yang Buka

Ada Hoaks soal Wisata Jogja, Ini Daftar Resmi 7 Tempat Wisata di Sana yang Buka

Travel Update
Rencana Argentina Terima Turis Asing Mulai November 2021

Rencana Argentina Terima Turis Asing Mulai November 2021

Travel Update
Norwegia Akan Buka Perbatasan secara Bertahap

Norwegia Akan Buka Perbatasan secara Bertahap

Travel Update
Kedai Kopi Pucu'e Kendal Ramai Pengunjung, meski Buka Saat Pandemi

Kedai Kopi Pucu'e Kendal Ramai Pengunjung, meski Buka Saat Pandemi

Jalan Jalan
Ingin Wisata ke Magelang? Yuk Kunjungi Desa Wisata Candirejo

Ingin Wisata ke Magelang? Yuk Kunjungi Desa Wisata Candirejo

Jalan Jalan
4 Tipe Glamping di The Lodge Maribaya Lembang, Mulai Rp 800.000 Per Malam

4 Tipe Glamping di The Lodge Maribaya Lembang, Mulai Rp 800.000 Per Malam

Jalan Jalan
Fasilitas Glamping Lakeside Rancabali, Resor Tepi Situ Patenggang yang Indah

Fasilitas Glamping Lakeside Rancabali, Resor Tepi Situ Patenggang yang Indah

Jalan Jalan
3 Spot Foto Favorit di Kawah Putih Ciwidey, Bisa Lihat Sunrise

3 Spot Foto Favorit di Kawah Putih Ciwidey, Bisa Lihat Sunrise

Jalan Jalan
Bosan di Rumah Terus karena Pandemi? Berikut 3 Ide Piknik Bersama Pasangan Tanpa Keluar Mobil

Bosan di Rumah Terus karena Pandemi? Berikut 3 Ide Piknik Bersama Pasangan Tanpa Keluar Mobil

BrandzView
Aktivitas Menarik yang Bisa Dilakukan di The Lodge Maribaya

Aktivitas Menarik yang Bisa Dilakukan di The Lodge Maribaya

Jalan Jalan
Pendakian Gunung Sumbing via Butuh Kaliangkrik Buka Lagi, Ini Syaratnya

Pendakian Gunung Sumbing via Butuh Kaliangkrik Buka Lagi, Ini Syaratnya

Travel Update
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.