Danau Tamblingan, Pesona Bali yang Masih Asri

Kompas.com - 18/07/2015, 12:51 WIB
Foto berjudul "Fajar di Tamblingan" karya Tirta Winata, salah satu pemenang lomba foto "Explore the Beauty of Indonesia" diselenggarakan oleh Burufly.com. Tirta WinataFoto berjudul "Fajar di Tamblingan" karya Tirta Winata, salah satu pemenang lomba foto "Explore the Beauty of Indonesia" diselenggarakan oleh Burufly.com.
EditorNi Luh Made Pertiwi F

SINGARAJA, KOMPAS.com - Danau Tamblingan merupakan salah satu obyek wisata di Kabupaten Buleleng, Bali. Danau ini berdampingan dengan Danau Buyan. Menurut Made Budi Astawa, salah seorang pengunjung, danau tersebut memiliki pemandangan yang asri dan masih terawat alami.

Ia datang saat Umanis Galungan, Kamis (16/5/2017), satu hari setelah hari raya Galungan. Seperti dikutip dari Antara, wisatawan domestik memadati obyek wisata Danau Tamblingan pada hari Umanis Galungan

"Umanis Galungan merupakan waktu berlibur dan bercengkrama dengan teman-teman selain sebagai hari bertemu dengan sanak keluaga," kata Made Budi Astawa.

Dia mengatakan, di sekitar danau terdapat beberapa pohon tua rindang yang terlihat memesona dan menarik dipandang mata. Selain itu, air danau yang masuk dalam wilayah konservasi itu terlihat begitu bening dan bersih.

Bukan hanya itu saja, Budi Astawa mengatakan, dirinya dapat menyaksikan kicauan burung-burung langka di sekitar hutan tropis di bagian Selatan danau yang masuk dalam wilayah Kecamatan Banjar itu.

"Kalau diperhatikan secara seksama, kita dapat mendengar suara burung-burung langka seperti burung Celalongan dan beberapa jenis burung langka lainnya," ujarnya.

Luh Arsiani, salah seorang pengunjung asal Denpasar, Bali, mengatakan ia selalu rutin berkunjung ke wilayah danau di Bali Utara itu. "Saya selalu menyempatkan diri berkunjung ke daerah danau sekitar sini, kadang kala ke danau Buyan, kadang juga kalau sempat ke danau ini," ucapnya.

Arsiani menjelaskan, danau yang berlokasi sekitar 66 kilometer dari kota Denpasar itu memiliki suasana tenang dan nyaman. Apalagi, di sekitar danau bebas dari para pedagang asongan yang kadang mengganggu aktivitas pengunjung.

"Dibandingkan dengan Danau Beratan di Kabupaten Tabanan yang lebih terkenal, saya lebih senang ke sini, meski jaraknya lebih jauh dari tempat tinggal saya," ungkapnya.



Sumber Antara
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X