Kompas.com - 20/07/2015, 10:43 WIB
EditorI Made Asdhiana
SUKADANA, KOMPAS.com - Pengunjung yang ingin melihat atraksi gajah jinak terlatih di Taman Nasional Way Kambas, Kabupaten Lampung Timur kecewa dan mengeluhkan ketiadaan atraksi yang biasanya menjadi tontonan menarik di obyek wisata andalan Provinsi Lampung itu.

Sejumlah pengunjung di Taman Nasional Way Kambas, Minggu (19/7/2015), mengaku kecewa karena tidak bisa lagi menikmati hiburan berupa atraksi gajah jinak yang terlatih, termasuk tidak bisa lagi menaiki gajah jinak seperti sebelumnya.

Padahal ratusan hingga sekitar 1.000-an lebih pengunjung mendatangi Taman Nasional Way Kambas TNWK), usai Lebaran pada hari Minggu. Para pengunjung yang berencana ingin memanfaatkan liburan Lebaran hari ke-3 dengan mengunjungi pusat konservasi gajah (dulu pusat latihan gajah) di TNWK ini pun harus kembali lagi.

Namun sebagian pengunjung lainnya yang tetap bertahan, meski kecewa tetap memanfaatkan kunjungannya hanya untuk berjalan-jalan dan melihat beberapa gajah jinak yang diikat dengan rantai pada sebuah batang kayu di tengah areal obyek wisata ini. Pengunjung sedikit terhibur dengan adanya beberapa ekor gajah itu, dengan memanfaatkannya untuk berfoto-foto.

Kekecewaan pengunjung bertambah karena harus membayar cukup mahal untuk masuk ke tempat ini, meskipun atraksi gajah itu sudah tidak ada lagi. Pengunjung pengguna kendaraan roda dua dikenakan tarif Rp 25.000, sedangkan pengunjung pengendara kendaraan roda empat dikenakan tarif Rp 50.000 sekali masuk.

Salah seorang pengunjung, Purnomo (28) warga Labuhan Maringgai yang datang bersama rombongan keluarganya mengaku kecewa, karena tidak dapat menyaksikan atraksi gajah jinak seperti tahun-tahun sebelumnya.

Padahal, menurutnya, Taman Nasional Way Kambas ini adalah pilihan utama untuk dikunjungi setiap Lebaran bagi warga Lampung Timur saat ingin berlibur untuk mengunjungi taman konservasi gajah ini.

BARRY KUSUMA Taman Nasional Way Kambas
Sejumlah pengunjung lainnya juga mengungkapkan kekecewaan mereka dengan pihak pengelola Taman Nasional Way Kambas ini. Menurut mereka, seharusnya pihak TNWK jauh hari telah mempublikasikan penghentian hiburan gajah jinak di sini.

Saat dimintai keterangan melalui telepon, Kepala Seksi Tiga yang membawahi Pusat Konservasi Gajah (PKG) Taman Nasional Way Kambas, Antonius Pebri membenarkan bahwa saat ini atraksi dan hiburan gajah jinak terlatih yang biasanya dapat dinikmati oleh para pengunjung di TNWK itu telah dihentikan. "Saat ini dihentikan hiburan oleh gajah jinak ini untuk para pengunjung," ujarnya.

Namun dia tidak menjelaskan lebih rinci alasan penghentian atraksi gajah jinak yang justru menjadi daya tarik utama pengunjung ke TNWK ini.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Baca tentang


Video Pilihan

Sumber Antara
Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Harga Tiket Masuk dan Jam Buka Air Terjun Kapas Biru Lumajang

Harga Tiket Masuk dan Jam Buka Air Terjun Kapas Biru Lumajang

Travel Tips
Air Terjun Kapas Biru Lumajang yang Berselimut Kabut, Bagai di Negeri Khayangan

Air Terjun Kapas Biru Lumajang yang Berselimut Kabut, Bagai di Negeri Khayangan

Jalan Jalan
Jangan Pakai Brankas Kamar Hotel, Mudah Dibobol Hanya dengan Cara Ini

Jangan Pakai Brankas Kamar Hotel, Mudah Dibobol Hanya dengan Cara Ini

Travel Tips
Bukan di Atas Ombak Laut Lepas, Begini Keseruan Bono Surfing di Sungai Kampar Riau

Bukan di Atas Ombak Laut Lepas, Begini Keseruan Bono Surfing di Sungai Kampar Riau

Jalan Jalan
Rengganis Suspension Bridge di Bandung, Wisata Baru Jembatan Gantung Terpanjang di Asean

Rengganis Suspension Bridge di Bandung, Wisata Baru Jembatan Gantung Terpanjang di Asean

Jalan Jalan
32 Tempat Wisata Malang Raya, Banyak Tempat Bernuansa Alam

32 Tempat Wisata Malang Raya, Banyak Tempat Bernuansa Alam

Jalan Jalan
Motif Batik yang Boleh Dipakai dan yang Dilarang untuk Pernikahan

Motif Batik yang Boleh Dipakai dan yang Dilarang untuk Pernikahan

Jalan Jalan
Indonesia Turun ke Level 1 CDC Amerika, Berisiko Rendah Covid-19

Indonesia Turun ke Level 1 CDC Amerika, Berisiko Rendah Covid-19

Travel Update
Jangan Beri Uang Tip ke Pramugari, Akibatnya Bisa Merugikan

Jangan Beri Uang Tip ke Pramugari, Akibatnya Bisa Merugikan

Travel Tips
Korea Selatan Kembali Terbitkan Visa untuk Turis Asing per 1 Juni

Korea Selatan Kembali Terbitkan Visa untuk Turis Asing per 1 Juni

Travel Update
Pantai Tureloto di Nias Utara, Dikenal sebagai Laut Matinya Indonesia

Pantai Tureloto di Nias Utara, Dikenal sebagai Laut Matinya Indonesia

Jalan Jalan
Wisata ke Malaysia Kini Tidak Perlu Tes PCR, Asuransi, dan Karantina

Wisata ke Malaysia Kini Tidak Perlu Tes PCR, Asuransi, dan Karantina

Travel Update
Motif Batik Larangan Keraton yang Tak Boleh Dipakai Orang Biasa

Motif Batik Larangan Keraton yang Tak Boleh Dipakai Orang Biasa

Jalan Jalan
Panduan Wisata Kedai Sawah Sembalun Lombok Timur, Fasilitas, Jam Buka, dan Rute 

Panduan Wisata Kedai Sawah Sembalun Lombok Timur, Fasilitas, Jam Buka, dan Rute 

Travel Update
Masih Ada Long Weekend Mei 2022, Bisa Libur 4 Hari dengan Cara Ini

Masih Ada Long Weekend Mei 2022, Bisa Libur 4 Hari dengan Cara Ini

Travel Tips
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.