Kompas.com - 21/07/2015, 09:19 WIB
EditorI Made Asdhiana
MAGELANG, KOMPAS.com - Sebuah warung sederhana yang terletak di Jalan Pajang, Desa Semplon, Kelurahan Kemirirejo, Kota Magelang, setiap sore hingga malam selalu disesaki pengunjung.

Warung yang berukuran cukup kecil dan berada di samping saluran air tersebut, menjajakan sebuah menu spesial yang selalu diburu oleh masyarakat Magelang, yakni Wedang Kacang.

Sesuai dengan namanya, minuman hangat ini memang menggunakan kacang sebagai bahan utamanya. Kartiyah, pegawai dari warung wedang kacang tersebut mengatakan, kacang di minuman tersebut harus direbus bersama dengan gula jawa dan gula pasir.

Waktu merebusnya pun cukup lama, hingga kacang terasa empuk. Waktu merebus yang lama tersebut juga menghasilkan kuah yang gurih dan berwarna agak cokelat kemerahan. Wedang kacang ini disajikan dalam mangkuk bersama dengan ketan.

TRIBUN JOGJA/HAMIM THOHARI Warung Wedang Kacang Kebon di Jalan Pajang, Desa Semplon, Kelurahan Kemirirejo, Kota Magelang, Jawa Tengah.
Wedang kacang memiliki cita rasa manis gurih yang khas. Cita rasa tersebut yang membuatnya selalu diburu oleh pelanggannya. Menikmati satu porsi wedang kacang akan membuat perut anda merasa kenyang.

Masyarakat menyebut warung wedang tersebut dengan sebutan Warung Wedang Kacang Kebon, karena sebelumnya nama jalan Pajang yang ada di depan warung tersebut adalah jalan Kebon.

Menurut Kartiyah, pemilik warung tersebut yang bernama Agustin menjual wedang kacang sejak 22 Maret 1982. Warung ini menjadi satu-satunya yang menjual wedang kacang di Magelang. Agustin adalah perempuan asal Purworejo yang juga orang tuanya, menjalankan usaha yang sama di Purworejo.

Setiap hari kecuali hari Kamis, Warung Wedang Kacang Kebon siap malayani pembeli sejak pukul 17.30 WIB. Warung ini selalu dipenuhi pengunjung, baik dari dalam maupun luar kota.

"Untuk tutupnya kami tidak pasti, tergantung cepat lamanya dagangan habis. Tetapi biasanya tidak terlalu malam kami sudah tutup," kata Kartiyah.

Tidak hanya menyediakan wedang kacang, warung tersebut juga menyediakan wedang ronde, sekoteng, dan kolak. Sebagai camilan, ada pula hidangan khas Magelang yang juga menjadi andalan warung ini, yakni berupa sate pisang.

TRIBUN JOGJA/HAMIM THOHARI Pengunjung Warung Wedang Kacang Kebon di Jalan Pajang, Desa Semplon, Kelurahan Kemirirejo, Kota Magelang, Jawa Tengah.
Kudapan ini menggunakan pisang kepok rebus yang dibalut dengan adonan hongkue, rasanya manis, gurih, dan mengenyangkan. Ada pula lumpia dan tahu goreng yang tidak kalah enaknya. Jika masih lapar, pengunjung juga bisa menikmati bakso, bakmi goreng, dan nasi goreng.

Untuk masalah harga tidak usah khawatir, karena cukup terjangkau. Satu porsi wedang kacang, ronde, dan kolak cukup ditebus dengan harga Rp 6.000, sedang untuk sekoteng kacang, hanya Rp 7.000. (Hamim Thohari)

TRIBUN JOGJA/HAMIM THOHARI Wedang kacang dan sate pisang.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Baca tentang


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Makam Bung Karno di Blitar, Tempat Peristirahatan Terakhir Sang Proklamator

Makam Bung Karno di Blitar, Tempat Peristirahatan Terakhir Sang Proklamator

Jalan Jalan
Masuk Tebet Eco Park Harus Daftar Lewat Aplikasi JAKI, Ini caranya

Masuk Tebet Eco Park Harus Daftar Lewat Aplikasi JAKI, Ini caranya

Travel Update
Harga Tiket dan Jam Buka Istana Gebang Blitar, Rumah Bung Karno Masa Remaja

Harga Tiket dan Jam Buka Istana Gebang Blitar, Rumah Bung Karno Masa Remaja

Travel Tips
Jelajah Pulau hingga Mangrove, Wisata Belitung untuk Delegasi G20

Jelajah Pulau hingga Mangrove, Wisata Belitung untuk Delegasi G20

Travel Update
Istana Gebang di Blitar, Berkunjung ke Rumah Bung Karno Masa Remaja

Istana Gebang di Blitar, Berkunjung ke Rumah Bung Karno Masa Remaja

Jalan Jalan
Tebet Eco Park Buka Lagi 15 Agustus 2022, Ini Aturan dan Cara Berkunjung

Tebet Eco Park Buka Lagi 15 Agustus 2022, Ini Aturan dan Cara Berkunjung

Travel Update
Kereta Zombie di LRT Jakarta Bakal Tambah Konsep Baru, Seperti Apa?

Kereta Zombie di LRT Jakarta Bakal Tambah Konsep Baru, Seperti Apa?

Travel Update
Tradisi Sedekah Laut Akan Jadi Agenda Wisata Daerah

Tradisi Sedekah Laut Akan Jadi Agenda Wisata Daerah

Travel Update
Saat Para Wisatawan Asing Belajar Menenun di Nagekeo NTT

Saat Para Wisatawan Asing Belajar Menenun di Nagekeo NTT

Jalan Jalan
6 Tips Main ke Wahana Train to Apocalypse di Kelapa Gading

6 Tips Main ke Wahana Train to Apocalypse di Kelapa Gading

Travel Tips
Lihat Mobil Kepresidenan Sejak Era Soekarno Bisa Mampir ke Sarinah

Lihat Mobil Kepresidenan Sejak Era Soekarno Bisa Mampir ke Sarinah

Travel Update
Ada 'Fashion Week' di Takengon Aceh, Bantu Promosi Wisata

Ada "Fashion Week" di Takengon Aceh, Bantu Promosi Wisata

Jalan Jalan
Serunya Berkelana Bareng Orang Asing, Pernah Coba?

Serunya Berkelana Bareng Orang Asing, Pernah Coba?

Travel Update
Karakter Ikonik di Pop Art Jakarta 2022! Dalang Pelo hingga Gatotkaca

Karakter Ikonik di Pop Art Jakarta 2022! Dalang Pelo hingga Gatotkaca

Jalan Jalan
Syarat Terbaru Pendakian Gunung Slamet via Bambangan, Siapkan Surat Dokter

Syarat Terbaru Pendakian Gunung Slamet via Bambangan, Siapkan Surat Dokter

Travel Tips
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.