Kompas.com - 21/07/2015, 17:53 WIB
Lawang Sewu (tengah) yang menjadi salah satu gedung bersejarah dan ikon terkenal di Semarang, Jawa Tengah, difoto dari udara, Minggu (29/6/2014). KOMPAS.COM / KRISTIANTO PURNOMO - FIKRIA HIDAYATLawang Sewu (tengah) yang menjadi salah satu gedung bersejarah dan ikon terkenal di Semarang, Jawa Tengah, difoto dari udara, Minggu (29/6/2014).
|
EditorI Made Asdhiana
AMBARAWA, KOMPAS.com - Tingkat hunian (okupansi) hotel di Kabupaten Semarang, Jawa Tengah, selama libur Lebaran 2015 meningkat cukup signifikan dibanding hari biasa. Kondisi tersebut sebagai konsekuensi atas meningkatnya kunjungan wisatawan di sejumlah kawasan wisata seperti Bandungan, Kopeng termasuk di restoran dan rumah makan setempat.

"Dibanding hari biasa, okupansi hotel naik rata-rata sekitar 50 persen. Di hari biasa, keterisian kamar hanya sekitar 30-40 persen dari kapasitas kamar yang ada," ungkap Ketua Perhimpunan Hotel Restoran Indonesia (PHRI) Kabupaten Semarang, Sumadi Darmaji, Selasa (21/7/2015).

Menurut Sumadi, dari berbagai kategori penginapan yang ada di Kabupaten Semarang, baik hotel berbintang, hotel non-bintang maupun vila, peningkatan okupansi terbanyak disumbang vila. Sebab wisatawan yang berkunjung, mayoritas adalah dari kalangan keluarga.

"Mereka datang dalam jumlah banyak atau berombongan sehingga membutuhkan kapasitas penginapan yang cukup besar. Biasanya, selain berwisata, mereka juga memanfaatkan libur Lebaran sebagai ajang pertemuan keluarga," jelas Sumadi.

Selain okupansi yang meningkat, lanjut Sumadi, di musim libur Lebaran ini long stay menginap wisatawan terpantau meningkat. Jika pada hari libur biasa, rata-rata long stay hanya dua hari, namun di libur Lebaran bisa mencapai sepekan. Kondisi tersebut biasanya juga terjadi di musim Lebaran tahun-tahun sebelumnya.

Sumadi memperkirakan, libur atau cuti Lebaran yang lebih lama memengaruhi okupansi dan long stay menginap wisatawan di hotel. "Jadi libur Lebaran ini saya kira mempengaruhi lama tidaknya tamu tinggal di hotel," katanya.

Selain okupansi hotel melonjak, jumlah pengunjung di rumah makan terutama di sejumlah kawasan wisata juga mengalami kenaikan. Pristyono Hartanto (38), pemilik RM Tanto Tanti di kawasan wisata Bandungan mengaku pada libur Lebaran tahun ini ada kenaikan kunjungan hampir dua kali lipat dibanding biasanya. "Hari biasa, rata-rata saya memotong tujuh sampai 10 ekor kelinci per hari, di Lebaran ini bisa sampai 15-17 ekor per hari," ujar pemilik rumah makan spesialis berbahan daging kelinci ini.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Baca tentang


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.