Kompas.com - 25/07/2015, 16:36 WIB
|
EditorI Made Asdhiana

JEPARA, KOMPAS.com – Dihadang cuaca buruk pada libur Lebaran lalu, ratusan wisatawan urung menyeberang ke Pulau Jawa dari Karimun Jawa. Tak ada kapal penyeberangan dan para wisatawan terjebak di Karimun Jawa hingga 10 hari. Beberapa wisatawan menceritakan kisahnya ketika terjebak di Karimun Jawa.

Para wisatawan yang terjebak di Pulau Karimun Jawa terdiri dari wisatawan lokal dan mancanegara. Para wisatawan lokal datang dari Jakarta, Surabaya, Blitar, Yogyakarta, dan Solo. Sementara para wisatawan mancanegara datang dari Perancis, Spanyol, Jerman, dan negara-negara wilayah Eropa lain.

“Kami terdampar enam hari di Karimun Jawa. Yah lumayan juga jadi ngeluarin biaya untuk homestay. Ya kira-kira 1,5 juta, Mas. Jadi ada biaya tambahan deh,” ungkap Santi Nainggolan saat ditemui KompasTravel di atas KM Binaiya milik PT Pelni beberapa hari lalu.

Datang bersama keluarga berjumlah 10 orang, Santi menggunakan biro perjalanan lokal di Jepara untuk berlibur ke Karimun Jawa. Ia mengeluhkan tentang bantuan dari pihak pemerintah untuk para wisatawan yang terjebak.

“Harusnya ada bantuan dari pemerintah seperti kapal untuk evakuasi. Kalau gak ada kapal berhari-hari itu kan gak wajar,” jelas Santi.

KOMPAS.COM/WAHYU ADITYO PRODJO Kapal ikan membawa para wisatawan yang terjebak di Karimun Jawa menuju KM Binaiya milik PT Pelni untuk menyeberang ke Pelabuhan Tanjung Mas dari Pelabuhan Karimun Jawa, Jawa Tengah, Minggu (20/7/2015).

Kisah lain muncul dari satu pasangan dari Barcelona, Spanyol, Anna dan Eduard. Ia datang ke Indonesia untuk liburan musim panas dan salah satu destinasi wisata yang dikunjungi adalah Karimun Jawa. Mereka terjebak selama 10 hari di Karimun Jawa karena tidak ada kapal penyeberangan.

“Sebenarnya ada pilihan lain untuk bisa keluar dari Karimun Jawa. Pesawat terbang tapi hanya sedikit dan sudah penuh. Harganya sangat mahal. Tiket dijual untuk harga tertinggi,” kata Eduard.

Anna menambahkan para wisatawan yang terjebak harus sangat berhemat dalam menggunakan uang jika tak membawa uang tunai. Anjungan Tunai Mandiri (ATM) di sana, lanjut Anna, sudah tidak ada cadangan uang untuk dapat diambil. Beruntung, Anna dan Eduard memiliki cadangan uang tunai yang masih dapat digunakan.

“Rencananya kami mau diving tapi karena cuaca buruk tidak jadi. Uang untuk diving tidak terpakai. Jadi uang itu bisa kami pakai untuk biaya menyeberang dengan kapal itu (KM Binaiya dari PT Pelni),” tutur Eduard.

KOMPAS.COM/WAHYU ADITYO PRODJO KM Binaiya milik PT Pelni yang membawa wisatawan menikmati liburan dalam program 'Let's Go Karimun Jawa' 18-20 Juli 2015. Kapal ini memiliki kapasitas penumpang mencapai 1.000 orang.

Informasi yang dihimpun KompasTravel, terdapat 125 orang wisatawan yang akhirnya dapat menyeberang menggunakan KM Binaiya. Hampir 20 orang di antaranya adalah wisatawan mancanegara. Para wisatawan terlihat duduk di pinggir pelabuhan dan menunggu giliran untuk dapat naik ke kapal.

Cerita lain datang dari wisatawan asal Jerman, Fabian yang baru mengetahui jika saat cuaca di Karimun Jawa sedang buruk. "Tidak ada Tourism Information Center di sini yang menyediakan informasi akurat. Saya hanya tahu dari para wisatawan dan travel agent," katanya dalam bahasa Inggris saat ditemui Pelabuhan Karimun Jawa.

Sebelumnya, 700 wisatawan yang ingin berangkat menuju Karimun Jawa pun terpaksa dibatalkan karena cuaca buruk. Informasi dari website BMKG (Badan Meterologi, Klimatologi, dan Geofisika), ombak di Karimun Jawa mencapai 4 meter dan menyebabkan tidak ada penyeberangan.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

5 Negara Sumbang Kunjungan Wisman Terbanyak ke Indonesia pada Mei 2022

5 Negara Sumbang Kunjungan Wisman Terbanyak ke Indonesia pada Mei 2022

Travel Update
Kasu Covid-19 Naik, Perancis Imbau Warga Pakai Masker Lagi

Kasu Covid-19 Naik, Perancis Imbau Warga Pakai Masker Lagi

Travel Update
Padang Pariaman Punya Desa dengan Mangrove dan Pusat Wisata Religi

Padang Pariaman Punya Desa dengan Mangrove dan Pusat Wisata Religi

Travel Update
5 Fakta Burj Khalifa, Gedung Tertinggi di Dunia Saat Ini

5 Fakta Burj Khalifa, Gedung Tertinggi di Dunia Saat Ini

Jalan Jalan
Kunjungan Wisman Mei 2022 Tertinggi Sejak Pandemi, Ini Pendorongnya 

Kunjungan Wisman Mei 2022 Tertinggi Sejak Pandemi, Ini Pendorongnya 

Travel Update
Bepergian ke Portugal Kini Tak Perlu Syarat Perjalanan Covid-19

Bepergian ke Portugal Kini Tak Perlu Syarat Perjalanan Covid-19

Travel Update
8 Restoran Jakarta yang Cocok Dijadikan Tempat Dinner Romantis

8 Restoran Jakarta yang Cocok Dijadikan Tempat Dinner Romantis

Jalan Jalan
15 Gedung Tertinggi di Dunia, Ada yang Punya Lubang Kotak di Puncaknya

15 Gedung Tertinggi di Dunia, Ada yang Punya Lubang Kotak di Puncaknya

Jalan Jalan
The Jungle Waterpark: Harga Tiket Masuk, Jam Buka, dan Aktivitasnya

The Jungle Waterpark: Harga Tiket Masuk, Jam Buka, dan Aktivitasnya

Jalan Jalan
30 Ucapan Selamat Idul Adha dalam Bahasa Inggris dan Artinya

30 Ucapan Selamat Idul Adha dalam Bahasa Inggris dan Artinya

Travel Tips
Kata Sandiaga Soal Film Hollywood Berlatar Bali tapi Syuting di Australia

Kata Sandiaga Soal Film Hollywood Berlatar Bali tapi Syuting di Australia

Travel Update
Ascott Akuisisi Oakwood, Perkuat Posisi di Pasar Penginapan

Ascott Akuisisi Oakwood, Perkuat Posisi di Pasar Penginapan

Travel Update
Museum Bahari Bakal Punya Ruang Titik Nol Meridian Batavia, Apa Itu?  

Museum Bahari Bakal Punya Ruang Titik Nol Meridian Batavia, Apa Itu?  

Travel Update
Gembira Loka Zoo Batasi Wahana Interaksi dengan Satwa, Cegah Wabah PMK

Gembira Loka Zoo Batasi Wahana Interaksi dengan Satwa, Cegah Wabah PMK

Travel Update
Nasib Sisa Makanan di Pesawat, Ada yang Dibakar 

Nasib Sisa Makanan di Pesawat, Ada yang Dibakar 

Jalan Jalan
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.