Ajak Anak Berwisata Museum? Coba 5 Museum di Jakarta Ini...

Kompas.com - 29/07/2015, 18:05 WIB
Pengunjung Kota Tua Jakarta sedang menaiki sepeda onthel di pelataran Museum Fatahillah, Jakarta, Selasa (23/6/2015). KOMPAS.com/Wahyu Adityo ProdjoPengunjung Kota Tua Jakarta sedang menaiki sepeda onthel di pelataran Museum Fatahillah, Jakarta, Selasa (23/6/2015).
|
EditorNi Luh Made Pertiwi F
JAKARTA, KOMPAS.com - Di Jakarta, Ada banyak pilihan obyek wisata untuk menghabiskan waktu akhir pekan. Mulai dari museum, taman, tempat kuliner, bahkan hingga menyeberang ke Kepulauan Seribu. Tempat-tempat lain yang dapat dikunjungi adalah taman hiburan seperti Kawasan Ancol dan Taman Mini Indonesia Indah.

Jika mengajak anak untuk berwisata edukasi, museum dapat menjadi pilihan yang tepat. Dengan mengunjungi museum, anak dapat mengetahui perjalanan sejarah suatu bidang. Berikut adalah lima museum di Jakarta yang dapat dikunjungi oleh wisatawan.

Museum Nasional

Museum ini terletak di Jalan Medan Merdeka Barat, Jakarta atau berada di sebelah barat dari Tugu Monas (Monumen Nasional). Museum ini memiliki koleksi benda-benda prasejarah dengan tujuh jenis yaitu prasejarah, arkeologi, keramik, numismtik-heraldik, sejarah, etnografi dan geografi.

Museum Nasional buka mulai hari Selasa-Jumat dari 08.00-16.00 WIB, Sabtu-Minggu dari 08.00-17.00 WIB, dan hari Senin/hari besar nasional, tutup. Untuk dapat memasuki museum, wisatawan dikenakan biaya yaitu dewasa Rp 5.000, anak-anak Rp 2.000, sementara wisatawan asing Rp 10.000.

KOMPAS.com/Dhanang David Aritonang Turis domestik di Museum Nasional, Jakarta.
Museum Fatahillah

Museum yang juga dikenal dengan Museum Sejarah Jakarta atau Museum Batavia ini terletak di Kawasan Kota Tua Jakarta. Dalam museum ini, wisatawan dapat menelusuri jejak sejarah Jakarta dari masa prasejarah hingga berdirinya kota Jayakarta pada tahun 1527. Koleksi-koleksi yang ada di Museum Fatahillah seperti Prasasti Ciaruteun, Meriam Jagur, mebel-mebel antik dari abad ke-17 hingga 19 yang merupakan perpaduan gaya Eropa, Tiongkok, dan Indonesia.

Bangunan museum ini bergaya dari abad ke-17, memiliki tiga lantai dengan kusen pintu dan jendela terbuat dari kayu jati berwarna hijau tua. Wisatawan dapat mengunjungi museum mulai dari hari Selasa hingga Minggu pukul 09.00 - 15.00 WIB. Sementara hari Senin dan hari besar tutup.

KOMPAS/IWAN SETIYAWAN Beragam jenis kain tenun Sumba digelar dalam pameran bertajuk ”Wastra Sumba: Warisan Dunia dari Indonesia” di Museum Tekstil, Jakarta, Jumat (11/10/2013). Pameran menampilkan 80 lembar kain tradisional Sumba.
Museum Tekstil

Obyek wisata museum lain yanng dapat dikunjungi adalah Museum Tekstil. Museum tersebut memiliki dokumentasi kekayaan dan ragam kain tradisional Nusantara seperti batik, kain tenun, peralatan pembuat batik, dan koleksi-koleksi lain. Museum ini terletak tak jauh dari Pasar Tanah Abang, tepatnya di Jalan Aipda K.S Tubun Nomor 2-4, Jakarta Pusat.

Wisatawan dapat mengunjungi Museum Tekstil mulai dari hari Selasa hingga Minggu pukul 09.00 - 15.00 WIB. Sementara hari Senin dan hari besar tutup. Untuk tiket, wisatawan dewasa akan dikenakan biaya sebesar Rp 5.000, sementara anak-anak, Rp 2.000.

Museum Basoeki Abdullah

Museum ini menyimpan koleksi-koleksi sang maestro lukis bernama Basoeki Abdullah. Museum ini merupakan saksi perjalanan sejarah seni lukis dari Basoeki Abdullah. Wisatawan dapat melihat koleksi-koleksi lukisan dengan ditemani penjelasan dari pemandu museum.

Museum Basoeki Abdullah merupakan tempat tinggal Basoeki Abdullah. Wisatawan juga dapat melihat koleksi wayang seperti wayang kulit, golek, topeng, dan wayang orang. Jam buka museum mulai dari Selasa -Jumat mulai dari jam 08.00 – 16.00 WIB. Sedangkan Sabtu dan Minggu mulai dari jam 08.00–15.00 WIB. Hari Senin dan Libur Nasional museum tutup.Cukup membayar Rp 2.000 untuk dewasa dan Rp 1.000 untuk anak-anak sekali berkunjung.

KOMPAS/MUKHAMAD KURNIAWAN Perahu "Jayapura 2" dari Papua mengisi salah satu sudut ruang pamer Museum Bahari di Jalan Pasar Ikan 1 Penjaringan, Jakarta Utara, Rabu (30/1/2013). Hasil registrasi ulang tahun 2011-2012, museum tersebut memiliki 768 koleksi. Sekitar 200 item di antaranya adalah benda asli dan sisanya berupa miniatur atau replika.
Museum Bahari

Jika ingin melihat koleksi benda-benda yang terkait dengan kebaharian dan kenelayanan bangsa Indonesia dari Sabang sampai Merauke, datanglah ke Museum Bahari. Di museum ini menyimpan koleksi-koleksi seperti jangkar, teropong, koleksi perahu asli, dan juga miniatur. Museum bersejarah ini berlokasi di seberang Pelabuhan Sunda Kelapa di Jalan Pasar Ikan Jakarta Utara, menghadap ke Teluk Jakarta.

Wisatawan dapat mengunjungi Museum Bahari mulai hari Selasa sampai Minggu dari pukul 09.00 hingga 15.00 WIB. Sementara hari Senin, museum tutup. Cukup membayar Rp 2.000 untuk dapat memasuki museum yang terletak di utara Jakarta ini.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X