Kompas.com - 31/07/2015, 11:43 WIB
Tim Ekspedisi Cincin Api Kompas foto bersama dengan latar belakang Danau Segara Anak di kaldera Gunung Rinjani terlihat dari Pelawangan Sembalun, Lombok, Nusa Tenggara Barat, Kamis (29/9/2011). Sisi timur kaldera terdapat gunung api aktif yaitu Gunung Barujari yang terakhir meletus 2009. KOMPAS IMAGES/FIKRIA HIDAYATTim Ekspedisi Cincin Api Kompas foto bersama dengan latar belakang Danau Segara Anak di kaldera Gunung Rinjani terlihat dari Pelawangan Sembalun, Lombok, Nusa Tenggara Barat, Kamis (29/9/2011). Sisi timur kaldera terdapat gunung api aktif yaitu Gunung Barujari yang terakhir meletus 2009.
EditorI Made Asdhiana
MATARAM, KOMPAS.com - Balai Taman Nasional Gunung Rinjani Provinsi Nusa Tenggara Barat mencatat dalam tiga bulan terakhir jumlah kunjungan wisatawan yang mendaki ke Gunung Rinjani mencapai 24.000 orang.

"Data ini dari bulan April, Mei, Juni. Sementara untuk data bulan Juli masih kami rekap," kata Kepala Balai Taman Nasional Gunung Rinjani (BTNGR), Agus Budiono di Mataram, Kamis (30/7/2015).

Dia menjelaskan, angka kunjungan antara wisatawan lokal dan mancanegara ini hampir berimbang, tetapi untuk wisatawan luar negeri, tahun ini meningkat dratis hingga lebih dari 7.000 orang. Bahkan, pihaknya memperkirakan jumlah wisatawan yang mendaki ke Rinjani akan terus meningkat hingga akhir Desember 2015.

"Karena mulai bulan Juli, Agustus, September adalah puncak-puncaknya wisatawan mengunjungi Rinjani. Terkebih lagi di bulan Agustus biasanya ada pengibaran bendera Merah Putih peringati 17 Agustus," katanya.

Menurut Agus, angka pendakian jumlah wisatawan ini dicatat berdasarkan mereka yang masuk melalui pintu Sembalun di Kabupaten Lombok Timur, dan Senaru di Kabupaten Lombok Utara, ditambah melalui pintu masuk yang ada di kawasan Jeruk Manis.

"Per hari ada 50 sampai 100 orang yang melakukan pendakian ke Rinjani," katanya.

Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat mendata sebanyak 800.000 wisatawan baik nusantara maupun mancanegara berkunjung ke provinsi itu dari Januari hingga Juni 2015.

KOMPAS.com / KRISTIANTO PURNOMO Tim Kompas.com menuruni puncak Bukit Pergasingan, Sembalun, Lombok Timur, Nusa Tenggara Barat, Kamis (19/3/2015). Puncak Bukit Pergasingan menjadi pilihan wisata trekking di Lombok Timur untuk menyaksikan matahari terbit dan lanskap Gunung Rinjani.
Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata NTB Moh Faozal mengatakan jumlah kunjungan itu tercatat tingkat hunian hotel dan wisatawan yang masuk melalui Bandara Internasional Lombok (BIL), Pelabuhan Lembar dan melalui Bali menuju tiga Gili, yakni Trawangan, Air dan Meno yang berlokasi di Kabupaten Lombok Utara.

Merujuk angka itu, mantan Kabag Humas dan Protokol Setda NTB ini, optimistis target angka kunjungan dua juta wisatawan pada 2015 bisa tercapai. Mengingat, saat ini angka kunjungan sudah mendekati satu juta orang.

Dinas Kebudayaan dan Pariwisata NTB menyebutkan, jumlah wisatawan yang berkunjung ke Lombok dan Sumbawa pada 2014 mencapai 1,6 juta orang. Angka kunjungan itu meningkat dari tahun 2013.

Jika tahun 2013 kunjungan mencapai 1.357.602 orang, maka tahun 2014 jumlah kunjungan wisatawan 1.629.122 orang. Dari total 1.629.122 orang itu, wisatawan mancanegara (wisman) sebanyak 752.306 orang dan wisatawan nusantara (wisnus) sebanyak 876.816 orang.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Sumber Antara
Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.