Kompas.com - 03/08/2015, 14:54 WIB
EditorI Made Asdhiana
DEMAM batu mulia (gemstone) benar-benar sedang melanda Indonesia. Hal ini ditandai dengan beralihnya topik bahasan warga, dari urusan politik ke hal ikhwal batu mulia.

Ditambah lagi dengan berbagai kontes batu mulia yang berlangsung di sejumlah daerah dengan hadiah yang cukup besar. Akibatnya, harga batu mulia asli Indonesia melonjak tajam mencapai angka yang fantastis.

Salah satu jenis batu mulia yang sedang naik daun saat ini, dikenal dengan nama Indocrase Aceh. Indocrase Aceh sejenis batu mulia berkristal, jernih dan membiaskan cahaya setelah digosok menjadi mata cincin. Permintaan pasar terhadap batu mulia jenis ini terus meningkat.

Konsumennya bukan hanya berasal dari dalam negeri, beberapa pembeli asal Taiwan dan Korea ikut berburu batu mulia itu. Mereka sengaja datang ke Takengon Aceh Tengah demi sebongkah Indocrase Aceh asli.

Meningkatnya permintaan Indocrase Aceh dengan iming-iming harga yang makin fantastis membuat warga tergiur. Demi sebongkah Indocrase Aceh, warga mulai menyusuri sungai-sungai deras di belantara Aceh. Mereka naik-turun gunung tanpa kenal lelah. Mereka masuk-keluar hutan tanpa rasa takut akan ancaman binatang buas.

Dengan perbekalan dan perlengkapan seadanya, mereka nekat menginap berhari-hari di tengah rimba perawan itu. Semua orang tahu bahwa kawasan itu dikenal sebagai sarang binatang buas.

Seandainya terjadi sesuatu terhadap mereka, tidak ada yang bisa dihubungi. Di sana tidak terjangkau sinyal handphone, yang terdengar hanya bunyi hewan-hewan penghuni rimba.

Sabtu (31/1/2015) lalu, saya mencoba mengintip aktivitas para pencari batu mulia Indocrase Aceh di sebuah tempat bernama Wih Keruh, Desa Pantan Reduk Kecamatan Linge Aceh Tengah.

Perjalanan menuju ke tempat itu lumayan jauh dan melelahkan. Selain permukaan jalannya yang cukup parah, jaraknya dari Kota Takengon (ibu kota Kabupaten Aceh Tengah) cukup jauh, yaitu sekitar 60 kilometer.

Setelah menempuh perjalanan sekitar 2,5 jam, sekitar pukul 15.00 WIB saya tiba di lokasi pertama tempat warga menyimpan sepeda motor. Lokasi itu dibelah oleh sungai Wihni Jagong yang hulunya di Desa Lumut dan bermuara ke Kabupaten Aceh Barat.

Di dalam sungai itu terlihat sejumlah orang yang sedang mencari bongkahan batu. Saya pun tergiur dan mencoba masuk dalam sungai itu. Puihhhh, airnya luar biasa dingin, seperti air es. (Syukri Muhammad Syukri)

Baca kisah selengkapnya di Kompasiana: "Mengintip Penambangan Batu Mulia Indocrase Aceh"

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Sumber Kompasiana
Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Makam Bung Karno di Blitar, Tempat Peristirahatan Terakhir Sang Proklamator

Makam Bung Karno di Blitar, Tempat Peristirahatan Terakhir Sang Proklamator

Jalan Jalan
Masuk Tebet Eco Park Harus Daftar Lewat Aplikasi JAKI, Ini caranya

Masuk Tebet Eco Park Harus Daftar Lewat Aplikasi JAKI, Ini caranya

Travel Update
Harga Tiket dan Jam Buka Istana Gebang Blitar, Rumah Bung Karno Masa Remaja

Harga Tiket dan Jam Buka Istana Gebang Blitar, Rumah Bung Karno Masa Remaja

Travel Tips
Jelajah Pulau hingga Mangrove, Wisata Belitung untuk Delegasi G20

Jelajah Pulau hingga Mangrove, Wisata Belitung untuk Delegasi G20

Travel Update
Istana Gebang di Blitar, Berkunjung ke Rumah Bung Karno Masa Remaja

Istana Gebang di Blitar, Berkunjung ke Rumah Bung Karno Masa Remaja

Jalan Jalan
Tebet Eco Park Buka Lagi 15 Agustus 2022, Ini Aturan dan Cara Berkunjung

Tebet Eco Park Buka Lagi 15 Agustus 2022, Ini Aturan dan Cara Berkunjung

Travel Update
Kereta Zombie di LRT Jakarta Bakal Tambah Konsep Baru, Seperti Apa?

Kereta Zombie di LRT Jakarta Bakal Tambah Konsep Baru, Seperti Apa?

Travel Update
Tradisi Sedekah Laut Akan Jadi Agenda Wisata Daerah

Tradisi Sedekah Laut Akan Jadi Agenda Wisata Daerah

Travel Update
Saat Para Wisatawan Asing Belajar Menenun di Nagekeo NTT

Saat Para Wisatawan Asing Belajar Menenun di Nagekeo NTT

Jalan Jalan
6 Tips Main ke Wahana Train to Apocalypse di Kelapa Gading

6 Tips Main ke Wahana Train to Apocalypse di Kelapa Gading

Travel Tips
Lihat Mobil Kepresidenan Sejak Era Soekarno Bisa Mampir ke Sarinah

Lihat Mobil Kepresidenan Sejak Era Soekarno Bisa Mampir ke Sarinah

Travel Update
Ada 'Fashion Week' di Takengon Aceh, Bantu Promosi Wisata

Ada "Fashion Week" di Takengon Aceh, Bantu Promosi Wisata

Jalan Jalan
Serunya Berkelana Bareng Orang Asing, Pernah Coba?

Serunya Berkelana Bareng Orang Asing, Pernah Coba?

Travel Update
Karakter Ikonik di Pop Art Jakarta 2022! Dalang Pelo hingga Gatotkaca

Karakter Ikonik di Pop Art Jakarta 2022! Dalang Pelo hingga Gatotkaca

Jalan Jalan
Syarat Terbaru Pendakian Gunung Slamet via Bambangan, Siapkan Surat Dokter

Syarat Terbaru Pendakian Gunung Slamet via Bambangan, Siapkan Surat Dokter

Travel Tips
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.