Ingat Film Kungfu? Bernostalgialah ke Desa Pingyau di Tiongkok

Kompas.com - 04/08/2015, 08:42 WIB
Suasana kawasan turis di Pingyau, Tiongkok. KOMPAS.COM/FIRA ABDURACHMANSuasana kawasan turis di Pingyau, Tiongkok.
|
EditorI Made Asdhiana

SEKILAS tampak warna temboknya yang sudah banyak pudar dimakan usia. Tembok ini memiliki 4 gerbang besar sebagai pintu masuk utama. Keempat gerbang utama sebagai pintu keluar masuk masyarakat luar dan dalam tembok. Keempatnya tepat berada di posisi 4 arah mata angin.

Pingyau sengaja dijadikan kawasan wisata oleh pemerintah Tiongkok untuk memperkenalkan dan melestarikan desa tua. Desa yang diperkirakan sudah ada sejak  2700 tahun silam ini dikelilingi tembok tinggi yang masih berdiri kokoh.

Tempat ini seperti mengingatkan kawasan Madina atau kota tua di Maroko. Bedanya, di Pingyau  terdapat jalan utama yang cukup besar disisi dalam tembok yang menghubungkan keempat gerbang utama.

Saat memasuki rumah penduduk yang cukup padat, jalanan sudah mulai sempit atau berbentuk gang. Mungkin ada ratusan gang di dalamnya.

Untuk menghafal jalanannya biasanya tidak cukup sekali saja melewati gang-gang di kawasan perumahan penduduknya. Jika bulan orang lokal atau masyarakat setempat pasti butuh petunjuk jalan yang jelas dan detail.

Ini juga yang menjadi petualangan seru saat memasuki Pingyau bagi para turis. Padahal bila ditelusuri, jalanan ini hanya berputar di situ-situ saja.

KOMPAS.COM/FIRA ABDURACHMAN Menara pusat turis di Pingyau, Tiongkok.

Pusat kawasan wisata Pingyau adalah di jalan Yemen sekitar city tower atau menara kota Pingyau. Orang biasa juga menyebutnya Market Tower. Seperti  meeting point atau titik tempat bertemu, dari menara ini para turis lebih mudah mengenali rute perjalanan keliling desa.

Di dekat menara ini juga banyak tersedia kebutuhan para turis yaitu pusat informasi turis termasuk tiket terusan ke museum, restoran, dan penjualan suvenir.

Museum-museum di Pingyau  kebanyakan adalah rumah atau bangunan tua. Bisa dikatakan sebagai wisata arsitek karena bangunannya kebanyakan adalah bangunan berarsitek Tiongkok tua.

Banyak juga rumah penduduk yang masih indentik dengan karakter rumah tua. Sedikit banyak mengingatkan kita pada film-film serial silat kuno seperti Pemanah Pendekar Rajawali dan silat legenda Bruce Lee.

Pingyau  juga dikenal sebagai tempat kawasan wisata yang murah. Banyak turis, baik lokal maupun luar Tiongkok, sengaja datang ke Pingyau  sambil jalan-jalan dan belanja suvenir. Dari pantauan KompasTravel, harga suvenirnya memang jauh lebih murah dibanding tempat lain, apalagi dibanding kota Beijing.

KOMPAS.COM/FIRA ABDURACHMAN Suasana tembok di Kota Pingyau, Tiongkok.

Toko-toko banyak yang mengobral barang dagangannya. Dompet tangan misalnya, biasa dijual seharga 20-30 Yuan atau setara Rp 50.000 – Rp 60.000, di Pingyau bisa hanya 10-15 Yuan atau setara dengan Rp 20.000 - Rp 30.000.

Sementara tempelan kulkas dan gantungan kunci juga banyak yang dijual paket. Misalnya 10 Yuan atau setara dengan Rp 20.000 untuk 3 gantungan kunci yang sederhana. Bila berbelanja di kaki lima, para penjualnya masih ada yang mau ditawar. 

Makanan juga banyak yang murah. Semangkuk mi misalnya, di kota besar bisa seharga 20-30 Yuan atau setara dengan Rp 50.000 - Rp 60.000, di Pingyau  bisa sekitar 15-18 Yuan atau setara dengan Rp 30.000 – Rp 35.000. Bahkan mi lokal khas Pingyau  yang berbentuk lebar disiram kuah kental sederhana, semangkuknya hanya 5 Yuan atau setara dengan Rp 10.000.

“Tidak butuh satu hari ternyata untuk keliling Pingyau, 3 jam juga sudah cukup”, ujar Denis Platon, turis asal Rusia, saat bertemu dengan KompasTravel di Pingyau. Pendapatnya masuk akal karena Pingyau  adalah kawasan yang sangat kecil. Dari satu sudut ke sudut lainnya juga tidak berbeda pemandangan dan suasananya.

KOMPAS.COM/FIRA ABDURACHMAN Deretan penjual suvenir di Pingyau, Tiongkok.

"Beruntung saya tidak menginap. Pagi datang dengan kereta, malam nanti juga saya akan bertolak ke Beijing lagi. Agak membosankan kalau lebih dari sehari," kata Denis.

Selain kereta api malam, Pingyau  juga bisa dicapai dengan pesawat terbang tetapi tidak turun di kota ini langsung melainkan harus di kota Taiyuan. Sehabis itu para turis bisa melanjutkan perjalanan  dengan taksi atau bus umum sekitar 4 jam.

Jangan terlalu khawatir bila mengunjungi Pingyau, para turis tidak akan terisolir juga. Hotel-hotel sudah menyediakan fasilitas wifi atau jaringan internet nirkabel yang memadai. Ada juga ATM atau mesin tarik tunai. Sulitnya adalah masih sedikit orang lokal, termasuk para pedagang atau petugas wisata, yang bisa berbahasa Inggris.

Sayang, suasana wisata di kawasan ini banyak menggerus suasana asli pedesaan kuno Tiongkok. Para turis lebih banyak disuguhi museum, restoran gaya modern, termasuk suvenir yang menarik. Tidak lagi bisa merasakan keasrian pedesaan Tiongkok. Padahal desa ini akan lebih menarik bila diatur sedemikian rupa sebagai desa wisata yang mendekatkan para turis dengan warga lokal.

KOMPAS.COM/FIRA ABDURACHMAN Suasana jalanan di kawasan rumah penduduk di Pingyau, Tiongkok.


 

Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

15 Tempat Makan Jakarta yang Layani Pesan Antar Makanan, Ada Sei Sampai Nasi Liwet

15 Tempat Makan Jakarta yang Layani Pesan Antar Makanan, Ada Sei Sampai Nasi Liwet

Whats Hot
Obyek Wisata di Labuan Bajo Ditutup Hingga 29 Mei 2020

Obyek Wisata di Labuan Bajo Ditutup Hingga 29 Mei 2020

Whats Hot
Jenis-jenis Daging untuk Steak dan Tips Memilih Sesuai Selera

Jenis-jenis Daging untuk Steak dan Tips Memilih Sesuai Selera

Makan Makan
Akhir Pekan Masak Steak, Ini Cara Membuat Saus Steak ala Restoran Bintang Lima

Akhir Pekan Masak Steak, Ini Cara Membuat Saus Steak ala Restoran Bintang Lima

Makan Makan
Nasi Goreng Kambing Kebon Sirih Beri Promo Gratis Ongkir untuk Area Pesan Jaksel dan Tangerang

Nasi Goreng Kambing Kebon Sirih Beri Promo Gratis Ongkir untuk Area Pesan Jaksel dan Tangerang

Makan Makan
Nasi Goreng Kambing Kebon Sirih, Kuliner Kambing Legendaris di Jakarta Sejak 1958

Nasi Goreng Kambing Kebon Sirih, Kuliner Kambing Legendaris di Jakarta Sejak 1958

Makan Makan
RedDoorz Sediakan Akomodasi Gratis Dekat RS untuk Tenaga Medis

RedDoorz Sediakan Akomodasi Gratis Dekat RS untuk Tenaga Medis

Whats Hot
Cara Mudah Membuat Daging Steak Jadi Empuk dan Juicy

Cara Mudah Membuat Daging Steak Jadi Empuk dan Juicy

Makan Makan
12 Tempat Makan di Jakarta yang Layani Antar Pesan Makanan, Cocok Buat di Rumah Aja

12 Tempat Makan di Jakarta yang Layani Antar Pesan Makanan, Cocok Buat di Rumah Aja

Makan Makan
Saran Terbaru Pariwisata Inggris untuk Wisatawan Selama Pandemi Virus Corona

Saran Terbaru Pariwisata Inggris untuk Wisatawan Selama Pandemi Virus Corona

Whats Hot
Tips dan Cara Masak Steak ala Restoran di Rumah untuk Pemula

Tips dan Cara Masak Steak ala Restoran di Rumah untuk Pemula

Makan Makan
Cari Tahu Rasa Kopi dengan Berbagai Pancaindra, Tertarik?

Cari Tahu Rasa Kopi dengan Berbagai Pancaindra, Tertarik?

Makan Makan
Imbauan Hong Kong untuk Wisatawan Terkait Situasi Terbaru Virus Corona

Imbauan Hong Kong untuk Wisatawan Terkait Situasi Terbaru Virus Corona

Jalan Jalan
Vietnam Batasi Turis Asing Masuk, Harus Karantina 14 Hari

Vietnam Batasi Turis Asing Masuk, Harus Karantina 14 Hari

Whats Hot
Cerita Hotel Dalton Sediakan Tempat Istirahat Tenaga Medis Covid-19

Cerita Hotel Dalton Sediakan Tempat Istirahat Tenaga Medis Covid-19

Whats Hot
komentar di artikel lainnya
Close Ads X