Kompas.com - 08/08/2015, 16:03 WIB
Anak-anak mementaskan tari Grasak Bocah saat tampil di Festival Lima Gunung XIII di Dusun Warangan, Kecamatan Pakis, Kabupaten Magelang, Jawa Tengah, Minggu (24/8/2014). Festival tahunan yang telah berlangsung selama 13 tahun ini menjadi tempat berkesenian warga desa. Dari berkesenian itu mereka saling membangun relasi kekeluargaan dan kebersamaan. KOMPAS/P RADITYA MAHENDRA YASAAnak-anak mementaskan tari Grasak Bocah saat tampil di Festival Lima Gunung XIII di Dusun Warangan, Kecamatan Pakis, Kabupaten Magelang, Jawa Tengah, Minggu (24/8/2014). Festival tahunan yang telah berlangsung selama 13 tahun ini menjadi tempat berkesenian warga desa. Dari berkesenian itu mereka saling membangun relasi kekeluargaan dan kebersamaan.
EditorNi Luh Made Pertiwi F
MAGELANG, KOMPAS.com - Sedikitnya 800 seniman bakal menggelar pementasan dalam ajang Festival Lima Gunung XIV yang diselenggarakan secara mandiri oleh para pegiat Komunitas Lima Gunung Kabupaten Magelang, Jawa Tengah, 14-17 Agustus 2015.

"Bahkan bisa mencapai 1.000 personel yang bakal menampilkan berbagai kesenian secara kelompok, baik seni tradisional, kontemporer, maupun kolaborasi. Ada juga pameran dan pentas musik, ketoprak, wayang, pemutaran film," kata Koordinator Lapangan Panitia FLG XIV/2015 Riyadi di Magelang, seperti dikutip dari Antara.

Festival tahunan yang diselenggarakan para seniman petani komunitas yang melingkupi Gunung Merapi, Merbabu, Andong, Sumbing, dan Menoreh Kabupaten Magelang itu, berlangsung di dua lokasi, yakni Dusun Mantran Wetan, Desa Girirejo, Kecamatan Ngablak (Andong) dan Dusun Tutup Ngisor, Desa Sumber, Kecamatan Dukun (Merapi).

Berbagai persiapan telah dilakukan sejak beberapa bulan lalu hingga saat ini untuk menyukseskan festival yang mereka sebut "tidak berembuk duit" itu.

Ia mengatakan mereka yang akan pentas selain anggota komunitas, juga kelompok-kelompok kesenian di desa-desa sekitar lokasi festival dan jejaring Komunitas Lima Gunung di berbagai kota di Indonesia dan luar negeri.

Selain pentas kesenian, katanya, festival tersebut juga menjadi penanda peresmian masjid megah di Dusun Mantran Wetan. Mereka juga melakukan perjalanan ziarah dari dusun setempat menuju puncak Gunung Andong.

Ia mengatakan festival juga ditandai dengan pameran seni rupa oleh komunitas tersebut dengan jejaringnya, dan para seniman kawasan Candi Borobudur Kabupaten Magelang, serta sarasehan budaya dengan narasumber sejumlah tokoh dan pengamat budaya.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Puncak festival yang mengambil tema "Mantra Gunung" itu, katanya didampingi sejumlah tokoh Komunitas Lima Gunung, juga dimeriahkan dengan kirab budaya, pidato kebudayaan, pemukulan gong, peluncuran buku, dan pentas kuda lumping secara massal.

Pimpinan Padepokan Tjipto Boedojo Tutup Ngisor yang juga salah satu tokoh Komunitas Lima Gunung Sitras Anjilin mengatakan penyelenggaraan di dusunnya, antara lain ditandai dengan upacara HUT Ke-70 RI yang akan dikemas secara khas oleh para seniman setempat.

"Kami juga menyiapkan upacara tujuh belasan (HUT RI) untuk kemudian dilanjutkan kirab budaya dan berbagai pementasan di pendopo padepokan," katanya.



Sumber Antara
25th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X