Kompas.com - 16/08/2015, 08:47 WIB
EditorI Made Asdhiana
BENTUKNYA tak beda dengan mi, tapi wajahnya agak pucat. Dingin, dan tawar pula rasanya. Akan tetapi, ketika dicelup dalam ”dashi”, atau sup kaldu bertabur irisan daun bawang, mi pucat dan dingin itu menyapa lidah dengan ramah. Itulah mi soba sajian Sagami Soba.

Setelah sekitar setahun membuka gerai di Plaza Senayan, Jakarta, Sagami Soba, resto waralaba yang berpusat di Nagoya, Jepang, itu membuka resto di Aeon Mall BSD City, Tangerang Selatan, Banten. Meski ada beragam pilihan menu masakan Jepang, sajian andalan resto ini adalah mi soba.

Mi soba terbuat dari tepung soba atau sejenis gandum hitam dengan nama Latin-nya Fagopyrum esculentum atau buckwheat dalam bahasa Inggris. Bahan ini disebut-sebut mengandung banyak protein mineral, magnesium, besi, zinc, tembaga, dan manganese. Tiap mangkok buckwheat yang sudah dimasak mengandung lebih dari 4 gram serat.

Berbeda dengan mi ramen dan udon, mi soba tidak terasa kenyal. Mi yang lembut ini mudah putus saat digigit. Bagi yang terbiasa menikmati mi gandum yang kenyal, karena mengandung gluten, akan merasa aneh saat melumat mi soba. Soba yang bebas gluten ini tentu menjadi pilihan menyenangkan orang-orang yang alergi atau intoleran terhadap gluten. Keunggulan lainnya, soba lebih rendah kalori. Tak heran soba menyandang predikat sebagai mi sehat.

Selain tekstur mi yang berbeda, hidangan soba pun lebih ringan kompleksitas rasanya dibanding ramen dan udon. Jika ramen yang rasanya lebih kompleks dan padat oleh kaldu kental, cita rasa soba lebih sederhana. Jika diibaratkan, rasa soba boleh dibilang lebih zen.

Mi soba memang hampir sama dengan kebanyakan mi. Secara fisik, dibanding udon yang ”gemuk”, maka mi soba lebih ”ramping”. Ukurannya sekira karet gelang. Rupa si soba yang sedikit agak gelap mengingatkan pada wajah mi lethek ala Bantul, Yogyakarta, yang terbuat dari tepung singkong. Namun, ada pula ume soba yang berwarna merah jambu alias pink yang terkesan lebih cerah. Warna merah jambu itu datang dari buah prem atau plum.

Ada pilihan jenis untuk menikmati soba. Ada kake soba yang disajikan panas-panas dalam mangkuk. Dan ada pula, ini yang khas, soba dingin yang disajikan di atas zaru, kotak seukuran buku tulis yang dengan alas berkisi-kisi untuk meniris soba yang basah. Bisa terbuat dari bambu atau plastik. Pada menu zaru soba yang dingin, kegurihan yang dijanjikan hanyalah pada kuah dashi yang encer dan asin. Walaupun terkesan lebih bersahaja ketimbang ramen, soba memberi kenikmatan yang menenangkan.

KOMPAS/LUCKY PRANSISKA Restoran Jepang Sagami Soba di Aeon Mall, Tangerang Selatan, Banten, Rabu (5/8/2015).
Dashi, kuah kaldu yang terbuat dari rebusan tulang ikan bonito dan makerel. Ketika dicecap terpisah, tanpa dashi, mi soba terasa dingin, tawar. Begitu pula sup dashi itu kala dicecap terpisah tanpa mi soba akan terasa asin di lidah. Nah, kala soba dan dashi berpadu hadirlah sensasi rasa khasnya: dingin-dingin gurih. Tambahkan irisan daun bawang pada kuah untuk memantapkan rasa. Bisa pula dicolok sedikit wasabi agar rasanya lebih berani. Tidak pedas, tapi nyegrak alias menusuk rasa.

Bisnis

Sagami memperpanjang deretan resto waralaba Jepang di Indonesia. Usaha resto Sagami yang didirikan di Nagoya, Jepang, pada 1970 kini mempunyai 266 warung di Jepang. Mulai berekspansi ke luar pada 2004, kini Sagami mempunyai total 273 warung di dunia, termasuk di Jakarta.

Mengapa tertarik membuka usaha di Indonesia? ”Orang Indonesia gemar masakan Jepang, dan suka mi, seperti halnya orang Thailand dan Vietnam,” kata Kazutaka Sainoki, Direktur Departemen Operasional Luar Negeri dari Sagami, kepada Kompas.

Secara statistik, jumlah penduduk Indonesia yang termasuk lima besar di dunia itu dipandang Sagami sebagai pasar yang menjanjikan. Maka pada tahun 2014 Sagami membuka gerai di arena jajan di Plaza Senayan, Jakarta.

”Selama setahun buka di Plaza Senayan, kami mencari tahu selera, kebiasaan konsumen. Dari situ kami membuka di BSD dengan varian menu yang lebih banyak,” kata Sainoki yang pernah menjadi chef Sagami di Nagoya, Osaka, Kobe, dan Kyoto. Salah satu selera khas Indonesia yang dicatat Sagami adalah kegemaran makan pedas. Sagami kemudian membuat menu beef pedas dan kake atau soba siram pedas.

Namun, memang agaknya soba dingin dengan dashi-nya itu tetap menjadi pengalaman santap yang berbeda. Soba dingin itu boleh jadi cocok dinikmati saat kondisi hati tengah stabil dan damai. (Sarie Febriane/Frans Sartono)

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kemenparekraf Gandeng Mesut Özil, Bidik Pasar Timur Tengah dan Eropa

Kemenparekraf Gandeng Mesut Özil, Bidik Pasar Timur Tengah dan Eropa

Travel Update
Harga Tiket Masuk dan Jam Buka Pantai Pulau Merah Banyuwangi

Harga Tiket Masuk dan Jam Buka Pantai Pulau Merah Banyuwangi

Travel Tips
Covid-19 Melandai, Masyarakat Aceh Ramai Bikin Paspor untuk Wisata

Covid-19 Melandai, Masyarakat Aceh Ramai Bikin Paspor untuk Wisata

Travel Update
Pantai Pulau Merah Banyuwangi, Terkenal dengan Sunset Berwarna Merah

Pantai Pulau Merah Banyuwangi, Terkenal dengan Sunset Berwarna Merah

Jalan Jalan
Turis Indonesia Paling Banyak Kunjungi Singapura pada April 2022

Turis Indonesia Paling Banyak Kunjungi Singapura pada April 2022

Travel Update
Menjelajahi Alam di Rahong Utara NTT, Menikmati Air Terjun Cunca Lega

Menjelajahi Alam di Rahong Utara NTT, Menikmati Air Terjun Cunca Lega

Jalan Jalan
Paket Rp 9,8 Juta ke Korsel buat Fans K-Pop dan K-Drama

Paket Rp 9,8 Juta ke Korsel buat Fans K-Pop dan K-Drama

Travel Promo
4 Rekomendasi Museum di Yogyakarta, Sayang untuk Dilewatkan

4 Rekomendasi Museum di Yogyakarta, Sayang untuk Dilewatkan

Jalan Jalan
Riset: Pengeluaran Turis Kini Lebih Banyak untuk Beli Pengalaman daripada Barang

Riset: Pengeluaran Turis Kini Lebih Banyak untuk Beli Pengalaman daripada Barang

Travel Update
Sering Dikira Sama, Ini Perbedaan Trekking dan Hiking

Sering Dikira Sama, Ini Perbedaan Trekking dan Hiking

Travel Tips
Persiapan AVPN Conference Juni 2022 Capai 80 Persen

Persiapan AVPN Conference Juni 2022 Capai 80 Persen

Travel Update
Jadi Lokasi G20, Jangan Lupa Mampir ke 3 Spot Berikut Saat Liburan di Nusa Dua

Jadi Lokasi G20, Jangan Lupa Mampir ke 3 Spot Berikut Saat Liburan di Nusa Dua

BrandzView
Aturan Covid-19 Dilonggarkan, Okupansi Hotel di Kabupaten Semarang Terus Naik

Aturan Covid-19 Dilonggarkan, Okupansi Hotel di Kabupaten Semarang Terus Naik

Travel Update
Keris dari Desa Aeng Tong-tong Jadi Suvenir Side Event G20

Keris dari Desa Aeng Tong-tong Jadi Suvenir Side Event G20

Travel Update
Panduan Naik Bus Wisata Transjakarta, Rute hingga Jam Operasional

Panduan Naik Bus Wisata Transjakarta, Rute hingga Jam Operasional

Jalan Jalan
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.