Kompas.com - 16/08/2015, 17:39 WIB
Musik tahuri di Pantai Halong, Ambon, Maluku. KOMPAS/DWI AS SETIANINGSIHMusik tahuri di Pantai Halong, Ambon, Maluku.
EditorI Made Asdhiana
ALUNAN suara tahuri, alat tiup dari cangkang kerang itu, menyambut tetamu yang berkunjung ke Ambon manise. Hari menjelang sore. Sinar matahari di Pantai Halong, Kota Ambon, Maluku, semakin redup. Panas tak lagi menyengat.

Sekelompok anak muda berkumpul di pinggir pantai. Mereka sibuk membopong berbagai jenis alat musik khas Ambon yang terbuat dari cangkang kerang berukuran besar beraneka rupa. Warga menyebut alat musik dari kerang itu kulit bia. Lagu ”Rasa Sayange” dan ”Nona Manis” mengalun merdu.

Selain kulit bia, ada pula tifa, seruling, bambu gesek, bambo toki, hingga toleng-toleng. Semuanya berpadu harmonis. Beradu dengan suara angin di pinggir pantai yang menderu-deru. Suara kulit bia yang ditiup kadang terdengar nyaring, kadang lamat-lamat karena memainkan nada-nada rendah, ditingkahi suara seruling, tifa, dan alat musik lainnya yang saling mengisi.

KOMPAS/DWI AS SETIANINGSIH Pantai Liang, di Ambon, Maluku.
Ketua Sanggar Kokoya, Carolis Horhoru (68), yang mengomandani anak-anak muda itu menuturkan, alat musik dari kulit bia dikenal oleh masyarakat Maluku dengan nama tahuri. Alat tradisional masyarakat Maluku dimainkan di acara-acara adat atau upacara yang digelar di balai adat serta saat menerima tamu.

Cangkang kerang yang berukuran kecil memainkan nada-nada tinggi, sedangkan yang berukuran besar memainkan nada-nada rendah. Pada setiap kulit kerang terdapat lubang untuk meniup alat musik tersebut. ”Saat ini, untuk menghasilkan musik yang lebih lengkap, tahuri juga dimainkan dengan alat musik lain seperti seruling, tifa, bambu gesek, bambu toki, dan toleng-toleng. Kulit kerang yang kami gunakan, berukuran besar, banyak terdapat di laut Maluku,” papar Carolis.

Untuk membuat tahuri, Carolis kadang juga mencari kulit bia hingga ke Dobo dan Saumlaki guna mendapatkan kulit bia berkualitas bagus. Dari Ambon ia harus berlayar ke Dobo yang terletak di Kepulauan Aru.

Tahuri dengan ansambel dari alat musik lain kini digunakan memainkan lagu-lagu rohani. Carolis telah beberapa kali membawa musik tahuri memainkan lagu rohani di sejumlah gereja di Ambon dan Maluku.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

KOMPAS/DWI AS SETIANINGSIH Hidangan ikan khas Ambon
Sore yang semakin jatuh mengakhiri lantunan musik tahuri yang seolah mengucapkan selamat datang bagi para pendatang. Rasa hangat yang ditinggalkan menambah semangat untuk mengenal Kota Ambon yang kini dicanangkan sebagai kota musik itu.

Pantai manise

Selain musik, Ambon juga kaya dengan pantai-pantai indah. Ke mana pun kaki melangkah, pantai-pantai cantik siap menyambut. Semilir angin, pasir yang lembut, batu karang, dan pemandangan saat matahari terbit dan terbenam merupakan pesona yang eksotis. Warga kota kerap menghabiskan waktu di pinggir pantai, menikmati angin dan detik-detik menjelang matahari tenggelam.

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Korea Selatan Terapkan Karantina 10 Hari untuk Seluruh Kedatangan Internasional

Korea Selatan Terapkan Karantina 10 Hari untuk Seluruh Kedatangan Internasional

Travel Update
Borobudur Marathon Bisa Jadi Contoh Pengembangan Sport Tourism di NTB

Borobudur Marathon Bisa Jadi Contoh Pengembangan Sport Tourism di NTB

Travel Update
Thailand Tetap Wajibkan Tes PCR untuk Turis Asing

Thailand Tetap Wajibkan Tes PCR untuk Turis Asing

Travel Update
Budayawan Sebut Lombok NTB Berpotensi Jadi Destinasi Wisata Budaya

Budayawan Sebut Lombok NTB Berpotensi Jadi Destinasi Wisata Budaya

Travel Update
Akademisi Sebut Kemajuan Pariwisata Mandalika Jangan Bikin Daerah Lain Dilupakan

Akademisi Sebut Kemajuan Pariwisata Mandalika Jangan Bikin Daerah Lain Dilupakan

Travel Update
Swiss Larang Penerbangan dari 7 Negara akibat Omicron

Swiss Larang Penerbangan dari 7 Negara akibat Omicron

Travel Update
Cara Perancis Manfaatkan Acara Olahraga untuk Promosi Produk Lokal

Cara Perancis Manfaatkan Acara Olahraga untuk Promosi Produk Lokal

Travel Update
Berpotensi Gelar Sport Tourism, Pemprov NTB Bisa Tiru Perancis

Berpotensi Gelar Sport Tourism, Pemprov NTB Bisa Tiru Perancis

Travel Update
Kamboja Batasi Kedatangan dari 10 Negara untuk Antisipasi Varian Omicron

Kamboja Batasi Kedatangan dari 10 Negara untuk Antisipasi Varian Omicron

Travel Update
9 Negara Masuk Daftar Merah Inggris akibat Varian Omicron

9 Negara Masuk Daftar Merah Inggris akibat Varian Omicron

Travel Update
Lion Air Buka Rute Surabaya-Labuan Bajo PP, Harga Mulai Rp 1 Juta

Lion Air Buka Rute Surabaya-Labuan Bajo PP, Harga Mulai Rp 1 Juta

Travel Update
Lama Karantina WNI dan WNA di Indonesia Bakal Diperpanjang hingga 10 Hari

Lama Karantina WNI dan WNA di Indonesia Bakal Diperpanjang hingga 10 Hari

Travel Update
MotoGP 2022 Bakal Bikin Untung Pariwisata NTB, tapi...

MotoGP 2022 Bakal Bikin Untung Pariwisata NTB, tapi...

Travel Update
Turis Asing Lebih Tahu Gunung Rinjani Ketimbang Gunung Bromo?

Turis Asing Lebih Tahu Gunung Rinjani Ketimbang Gunung Bromo?

Travel Update
Australia Tunda Buka Perbatasan akibat Varian Omicron

Australia Tunda Buka Perbatasan akibat Varian Omicron

Travel Update
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.