Bebas Visa, Turis Asia Banjiri Bali

Kompas.com - 17/08/2015, 12:43 WIB
Wisatawan di Tanah Lot, Kabupaten Tabanan, Bali, Jumat (26/6/2015). KOMPAS.COM/I MADE ASDHIANAWisatawan di Tanah Lot, Kabupaten Tabanan, Bali, Jumat (26/6/2015).
EditorI Made Asdhiana
DENPASAR, KOMPAS.com - Masyarakat internasional terutama asal negara di kawasan Asia menyambut baik kebijakan bebas visa yang diberikan pemerintah Indonesia. Hal ini ditandai dengan semakin bertambah ramainya turis Asia berlibur ke Bali.

"Masyarakat asal tiga negara di kawasan Asia yakni Tiongkok, Jepang, dan Korea Selatan sudah menunjukkan angka meningkat dalam melakukan perjalanan wisata ke Bali di awal tahun 2015," kata Pengamat Pariwisata, Dewa Nyoman Putra di Denpasar, Senin (17/8/2015).

Turis asal Tiongkok, Korea dan Jepang tampaknya menyambut baik usaha pemberlakuan bebas visa dalam meningkatkan jumlah kunjungan wisatawan mancanegara (wisman) ke Bali dan turis dari ketiga negara itu meningkat signifikan.

Penghuni hotel yang tersebar di kawasan wisata Bali kebanyakan diisi turis asal Asia Pasifik, bahkan turis Jepang bertambah banyak setelah ada kebijakan bebas visa ke Indonesia, terutama ke Pulau Dewata.

Ia mengatakan, sesuai catatan Dinas Pariwisata Bali, kedatangan turis Tiongkok, Korea Selatan, dan Jepang ke Bali naiknya rata-rata di atas 10 persen periode Januari-Juni 2015, sedangkan turis Malaysia dan Singapura justru sebaliknya.

EKA JUNI ARTAWAN Wisatawan usai mengunjungi Pulau Penyu, di Tanjung Benoa, Bali.
Turis Tiongkok yang berlibur ke Bali enam bulan I-2015 sebanyak 340.711 orang bertambah 28,64 persen dari tahun sebelumnya hanya 264.864 orang, atau peranannya mencapai 17,79 persen dari seluruh pelancong ke daerah ini sebanyak 1,9 juta orang.

Sementara turis Jepang juga mengalami peningkatan hingga 11,86 persen dari 93.090 orang menjadi 104.127 orang Januari-Juni 2015. Turis asal Korea juga naik 10,65 persen menjadi 75.433 orang dari sebelumnya hanya 68.172 orang.

Dewa Nyoman mengatakan, pemerintah mulai 2015 menambah empat negara bebas visa yakni selain ketiga negara tadi juga Rusia, namun jumlah turis asing asal negeri beruang merah itu tetap berkurang ke Bali. Ini disebabkan antara lain masih sulitnya sarana transportasi udara dari Indonesia ke Rusia pergi pulang. Walaupun ada turis Rusia ke Bali umumnya mereka memanfaatkan penerbangan carter.

Ini salah satu hambatan turis Rusia ke Bali, maka tidak mengherankan jika pelancong Rusia berkurang menjadi hanya 25.574 orang Januari-Juni 2015, turun hingga 35 persen dari periode sama 2014 mencapai 39.783 orang.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Sumber Antara
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X