Kompas.com - 18/08/2015, 18:14 WIB
|
EditorNi Luh Made Pertiwi F

Memang tidak ada data statistik resmi yang menunjukkan jumlah koki sushi perempuan di Jepang, namun keberadaan mereka cenderung masih langka. Menurut Asosiasi All-Japan Sushi yang merupakan grup yang terdiri dari 5.000 pemilik restoran di seluruh Jepang, setidaknya Jepang memiliki total 35.000 koki sushi.

Menjadi koki sushi merupakan proses yang sulit. Bahkan, untuk membuat nigari sushi yang baik dibutuhkan waktu beberapa tahun dan setidaknya butuh satu dekade untuk menjalankan sebuah restoran. Koki yang masih dalam tahap percobaan biasanya tidak diizinkan untuk memegang pisau pada tahun pertama, umumnya mereka hanya mengantarkan makanan dan mencuci piring kotor.

Seorang koki sushi bernama Masayuki Tsukada (34) yang mulai ikut pelatihan menjadi koki sushi sejak usia 18 tahun juga tidak tahu jumlah pasti koki sushi perempuan di Jepang.

 

Menurutnya yang perlu diperhitungkan bukanlah gender melainkan pengalaman seperti kemampuan untuk berbicara namun tetap baik dalam membuat semua pesanan, ingatan yang baik terhadap nama-nama ikan pada waktu yang sama, juga tak lupa juga mempersiapkan sushi di depan pelanggan.

Restoran tempat Tsukada bekerja, dan beberapa restoran lain yang memiliki koki-koki professional, rata-rata memasang harga 10.000 Yen atau sekitar Rp 1,1 juta. Harga itu tiga kali lebih mahal dibanding Nadeshiko. Menu mereka pun cenderung lebih menarik, dengan ikan eksotis.

Meskipun masih dipandang sebelah mata namun profesi ini terbuka perlahan-lahan. Tokyo Sushi Academy menawarkan 2 bulan kursus kilat. Seperlima mahasiswanya merupakan perempuan asal Jepang dan sepertiga mahasiswa asing juga merupakan perempuan.

“Lebih banyak perempuan diterima sebagai koki sushi di restoran kasual, dan yang menjadi koki di luar negeri juga sama banyaknya. Tapi restoran sushi tradisional masih didominasi oleh koki laki-laki,” jelas Kepala Akademi, Sachiko Goto.

Mereka yang menikmati makanan di Nadeshiko mengatakan mereka suka dengan apa yang mereka dapatkan. “Rasanya enak,” kata Masataka Nakayama seorang terapis tubuh saat mencicipi bir dan sushi.

TRI WAHYUNI Ilustrasi menu sushi
Sushi di Nadeshiko memang disiapkan oleh perempuan yang sekilas tampak tak berbeda dengan anggota idol grup dari Jepang AKB 48. Hal itu menurut Nakayama yang juga penggemar AKB 48 menjadi daya tarik yang ditawarkan Nadeshiko.


Di lain sisi, Chidui menyesalkan beberapa orang Jepang yang melupakan kelezatan sushi, hidangan yang terlihat mudah namun membutuhkan persiapan yang banyak dan juga waktu untuk memberikan rasa yang baik pada pelanggan. Sebaliknya, mereka lebih memilih untuk memakan pizza atau “gyudon”, atau juga irisan daging di atas nasi.

Satu-satnya sushi yang mungkin mereka cicipi adalah sushi siap saji yang dihidangkan melalui ban berjalan atau biasa disebut kaitensushi. Meski begitu, Chidui merasa telah mahir di bidang ini dan berharap lebih banyak wanita yang akan mengikuti jejaknya.

“Ini menyenangkan” tutupnya.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
27th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.