Kompas.com - 23/08/2015, 20:36 WIB
EditorI Made Asdhiana
Dia melanjutkan, untuk mengirim udang ronggeng ke Bali, udang-udang tesebut dimasukkan ke dalam botol plastik. "Kalau dijadikan satu, mereka berantem. Harus hati-hati memasukkannya, jangan sampai ke durinya. Durinya beracun. Ini bisa bertahan seminggu (dalam botol plastik)," katanya.

Sekolah Maritim

Perjalanan dilanjutkan menuju Sekolah Maritim. Ini bukan sekolah khusus yang didirikan untuk mempelajari mengenai kemaritiman, melainkan sekolah khusus untuk anak-anak nelayan suku Bajo yang putus sekolah mulai SD sampai SLTA.

"Anak-anak putus sekolah karena mengikuti orang tua mereka menangkap ikan di laut. Saat ke darat anak-anak tersebut tidak bisa melanjutkan pendidikan di sekolah reguler. Atas inisiatif para orang tua, maka tahun 2006 Sekolah Maritim di atas laut ini didirikan," ujar Samran.

Di bawah gedung sekolah ada karamba tancap. Waktu istirahat anak-anak diisi dengan memancing ikan. Ikan-ikan tersebut dimasukkan ke dalam keramba tancap. "Nantinya anak-anak yang berprestasi mendapatkan hasil penjualan ikan dari karamba tancap tersebut," kata Samran yang juga pembina Sekolah Maritim itu.

Halaman:


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.