Kompas.com - 27/08/2015, 18:34 WIB
Sore di kampung wisata Bontang Kuala, Bontang, Kaltim, Jumat (7/8/2015). Warga bercengkerama di kafe di dermaga. KOMPAS/PRASETYO EKO PRIHANANTOSore di kampung wisata Bontang Kuala, Bontang, Kaltim, Jumat (7/8/2015). Warga bercengkerama di kafe di dermaga.
EditorI Made Asdhiana
Petualangan sejati

Jika ingin merasakan kampung di atas laut yang lebih asli bisa berkunjung ke Melahing, Tihi-Tihi, dan Selangan. Namun, bisnis wisata belum merambah ketiga kawasan itu. Berkunjung ke ketiga tempat tersebut bisa menjadi sebuah petualangan alam bebas yang mengasyikkan asal dipersiapkan dengan baik dan mungkin mau sedikit repot, seperti memastikan ada perahu yang akan membawa wisatawan ke lokasi kampung di atas laut.

Warga Melahing, misalnya, menyebutkan, hanya satu-dua wisatawan saja yang datang. Ada juga mahasiswa yang datang untuk penelitian.

Awal Agustus lalu, perjalanan dari Jakarta ke Melahing terwujud. Perahu yang dikemudikan Rasyid, nelayan lokal, melaju pelan membelah Selat Makassar. Dengan lincah, ia mengemudikan perahunya menghindari tali-tali tempat warga membudidayakan rumput laut dan jaring-jaring nelayan.

Dari kejauhan, Kampung Melahing tampak mengapung di tengah lautan. Begitu sampai di kampung itu, warga yang tengah menjemur rumput laut menyambut dengan senyuman yang ramah. ”Selamat datang,” kata seorang warga.

Jalanan kampung itu lebih mirip jembatan, memanjang lurus. Anak-anak tampak bermain dengan gembira di jalanan dari kayu ulin tersebut. Sementara beberapa anak lain mandi sambil berenang di air laut di bawah rumah-rumah itu. Di bawah lantai rumah, sebagian warga membuat keramba kerapu atau baronang. Air yang bening seperti kaca menampakkan ikan-ikan beraneka warna berenang ke sana kemari.

Rumah-rumah berjajar dengan bentuk yang nyaris sama. Saat air surut, tiang itu memperlihatkan ribuan kerang yang menempel.

Meski sehari-hari hidup dikepung lautan, jauh dari daratan, warga tak merasa takut. ”Di mana mudah mencari makan, di situlah kami tinggal, termasuk di tengah laut,” kata Nasir Lakada (43), Ketua RT 016 Kampung Melahing, Kelurahan Tanjung Laut, Kota Bontang.

Halaman:


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.