Kompas.com - 02/09/2015, 20:24 WIB
EditorI Made Asdhiana
JAKARTA, KOMPAS.com - Kesenian wayang merupakan salah satu kebudayaan Indonesia yang sangat terkenal di mancanegara dan ditetapkan sebagai Intangible Cultural Heritages oleh UNESCO. Apresiasi dan kekaguman masyarakat seni internasional terhadap wayang menjadikannya sebagai salah satu seni budaya yang dinantikan dalam berbagai seminar budaya internasional.

Tim kesenian dari Gianyar Bali, Sanggar Paripurna, telah berpartisipasi pada "the 5th International Seminar and Festival on Traditional and Ritual Theatre" yang diselenggarakan di Tehran, Iran, 25-27 Agustus 2015.

Seperti dikutip dari KBRI Tehran, Rabu (2/9/2015), seminar tersebut juga diikuti oleh tim kesenian dari berbagai negara seperti India, Belgia, Afghanistan, Finlandia, Jerman, Tajikistan dan Austria. Sanggar Paripurna yang dipimpin oleh I Made Sidia berpartisipasi dalam 3 kegiatan yaitu pertunjukan wayang, presentasi mengenai “Shadow Play in Bali” dan workshop mengenai wayang.

Dalam pertunjukan wayangnya, Sanggar Paripurna menampilkan epos Ramayana yang menceritakan mengenai penculikan Sinta oleh Rahwana pada saat Rama dan Sinta mengasingkan diri ke hutan untuk mencari kedamaian dan menghindari perang. Pementasan yang sarat pesan moral tersebut menggambarkan mengenai kebaikan dan kejahatan serta imbauan untuk selalu menjaga kelestarian alam.

Dalam presentasinya, I Made Sidia menyampaikan mengenai sejarah pewayangan di Indonesia yang sangat erat kaitannya dengan keadaan sosiokultural dan religi yang berkembang di Indonesia.

Menurut Sidia, pewayangan di Indonesia, baik wayang Jawa maupun wayang Bali didominasi oleh penggunaan lakon yang bersumber dari epos Mahabarata dan Ramayana, serta penggunaan Bahasa Kawi atau Bahasa Jawa kuno pada dialog dan lirik lagu saat pertunjukan.

Sidia menambahkan bahwa perbedaan keduanya antara lain terlihat dari teknik gerak wayang dan kekhasan dalam hal tutur serta fungsi panakawan.

Khusus terkait wayang kulit Bali, lanjut Sidia, merupakan prototipe wayang Jawa yang terus berkembang dan terpengaruh oleh proses akulturasi budaya Hindu dan Jawa-Hindu. Saat ini terdapat lebih dari 200 dalang dan grup wayang di Bali yang sangat berpotensi dan aktif di berbagai petunjukan seni.

Pementasan wayang, seminar dan workshop tersebut mendapatkan apresiasi positif dan antusiasme dari peserta dan penonton yang sebagian besar didominasi oleh mahasiswa seni dan kalangan muda Iran. Hal ini terlihat dari banyaknya pertanyaan yang diajukan, termasuk mengenai informasi untuk mempelajari wayang, baik di Indonesia maupun di Iran.

I Made Sidia merupakan seniman ternama dalam dunia seni internasional melalui kepiawaiannya dalam berkreasi dengan wayang, tari topeng, dan gamelan. Sidia dikenal dengan eksperimennya terkait berbagai metode presentasi visual pertunjukkan wayang kulit melalui penggunaan peralatan elektronik untuk menciptakan efek digital dan variasi pencahayaan yang unik.

Sanggar Paripurna yang dipimpin oleh Sidia telah memiliki sekitar 400 orang anggota dari berbagai usia dan profesi. Hasil-hasil karya Sidia bersama Sanggar Paripurna telah ditampilkan dalam berbagai acara bertaraf lokal, nasional maupun internasional. (*)

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Waspada, Jangan Lakukan 5 Hal ini Saat Berenang di Sungai

Waspada, Jangan Lakukan 5 Hal ini Saat Berenang di Sungai

Travel Tips
Pendaki Gunung Rinjani yang Buang Sampah Sembarangan Akan Diblacklist 2 Tahun

Pendaki Gunung Rinjani yang Buang Sampah Sembarangan Akan Diblacklist 2 Tahun

Travel Update
Harga Tiket Masuk dan Rute Menuju Pantai Teluk Hijau Banyuwangi

Harga Tiket Masuk dan Rute Menuju Pantai Teluk Hijau Banyuwangi

Jalan Jalan
Pantai Teluk Hijau Banyuwangi, Surga Tersembunyi dengan Air Laut Berwarna Hijau 

Pantai Teluk Hijau Banyuwangi, Surga Tersembunyi dengan Air Laut Berwarna Hijau 

Travel Update
Harga Tiket Masuk dan Cara Melihat Penyu di Pantai Sukamade Banyuwangi

Harga Tiket Masuk dan Cara Melihat Penyu di Pantai Sukamade Banyuwangi

Travel Tips
Kosakata Bahasa Jawa untuk Tawar-menawar, Wisatawan Perlu Tahu

Kosakata Bahasa Jawa untuk Tawar-menawar, Wisatawan Perlu Tahu

Travel Tips
Kenang 16 Tahun Gempa Yogya, Bisa Kunjungi Monumen Gempa di Bantul

Kenang 16 Tahun Gempa Yogya, Bisa Kunjungi Monumen Gempa di Bantul

Jalan Jalan
5 Cara Menolong Orang yang Terseret Arus Sungai

5 Cara Menolong Orang yang Terseret Arus Sungai

Travel Update
5 Persiapan Sebelum Berenang di Sungai, Sedia Perlengkapan

5 Persiapan Sebelum Berenang di Sungai, Sedia Perlengkapan

Travel Tips
Pantai Sukamade Banyuwangi, Bisa Lihat Penyu Bertelur pada Malam Hari 

Pantai Sukamade Banyuwangi, Bisa Lihat Penyu Bertelur pada Malam Hari 

Jalan Jalan
Liburan Dekat dan Mudah, Ini 6 Negara di Asia Tenggara yang Bebas PCR

Liburan Dekat dan Mudah, Ini 6 Negara di Asia Tenggara yang Bebas PCR

Travel Update
Patung Yesus Tertinggi Ketiga di Dunia Ada di Brasil, Buka Tahun 2023

Patung Yesus Tertinggi Ketiga di Dunia Ada di Brasil, Buka Tahun 2023

Travel Update
Jepang Buka Pintu Masuk untuk Grup Turis, Mulai 10 Juni

Jepang Buka Pintu Masuk untuk Grup Turis, Mulai 10 Juni

Travel Update
Daya Tarik Baru Air Terjun Cunca Wulang Labuan Bajo, Ada Sungai Bawah Tanah

Daya Tarik Baru Air Terjun Cunca Wulang Labuan Bajo, Ada Sungai Bawah Tanah

Jalan Jalan
Mengenal Sungai Aare, Sungai Terpanjang di Swiss dari Pegunungan Alpen

Mengenal Sungai Aare, Sungai Terpanjang di Swiss dari Pegunungan Alpen

Travel Update
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.