Mentari Rinjani dari Tebing Batur

Kompas.com - 03/09/2015, 14:39 WIB
Panorama Danau Batur dan Gunung Batur dilihat dari puncak Kaldera Batur atau disebut juga double view di Desa Hulun Danu, Kecamatan Kintamani, Kabupaten Bangli, Bali. KOMPAS/RIZA FATHONIPanorama Danau Batur dan Gunung Batur dilihat dari puncak Kaldera Batur atau disebut juga double view di Desa Hulun Danu, Kecamatan Kintamani, Kabupaten Bangli, Bali.
EditorI Made Asdhiana
TAMAN Bumi Batur, satu-satunya ”geopark” yang diakui dunia di Indonesia, menawarkan pemandangan menakjubkan dari deretan pegunungan. Keindahan itu semakin kentara jika disaksikan menjelang matahari terbit dari ketinggian. Keindahan itu memikat wisatawan dari berbagai penjuru dunia. Mereka rela bangun di pagi buta lalu mendaki perbukitan sunyi di atas Danau Batur.

Setiap menjelang dini hari, jalur pendakian di Lereng Gunung Batur tampak menyala oleh kerlap-kerlip cahaya yang seolah menyambung dari kaki hingga puncak gunung. Cahaya itu berasal dari senter penerangan jalan yang dibawa para pendaki yang selalu ramai ke arah puncak Batur. Jauh dari keramaian kerlap-kerlip cahaya itu, segelintir wisatawan justru tertarik menempuh rute sunyi yang tak banyak dilalui demi pemandangan menakjubkan matahari pagi.

Sejak langit masih diterangi bintang-bintang pagi, rombongan sudah bersiap mendaki menuju Banjar Alengkong yang merupakan dusun tertinggi di atas Pura Hulun Danu Batur. Karena jalanan ekstrem yang tak bisa dilalui mobil biasa, perjalanan lebih nyaman ditempuh menggunakan mobil berpenggerak empat roda.

Ditemani sopir andal Wayan Kocong, perjalanan dari hotel di Desa Kedisan menuju titik tertinggi Bubung Gede (1.525 meter di atas permukaan laut) menempuh waktu sekitar satu jam.

KOMPAS/RIZA FATHONI Menanti matahari di Kintamani, Bali.
Memasuki Banjar Hulun Danu, jalanan terus mendaki dengan jurang di sepanjang kanan dan kiri. Tiba di Banjar Alengkong, mobil berjalan perlahan karena jarak pandang tak sampai 1 meter oleh tebalnya kabut. Mobil kemudian terpaksa diparkir di tepi jalan karena jalan setapak mendaki tak memungkinkan lagi ditempuh dengan kendaraan. Bersenjatakan senter di tangan, kaki menapaki bukit terjal mendaki dengan tanah gembur yang mudah lepas.

Puncak Rinjani

Apa boleh buat, kali ini, matahari enggan mempertunjukkan ritual pagi dengan terbit dari balik pegunungan. Hanya sesaat, Gunung Agung yang merupakan gunung tertinggi di Pulau Bali dan Gunung Rinjani di Lombok, Nusa Tenggara Barat, tampak membayang di langit sebelum kemudian kembali tertelan pekatnya kabut pagi. Pemandangan baru benar-benar cerah setelah lewat pukul 07.00.

Jika cuaca sedang murah hati, kombinasi pemandangan di Bubung Gede menyuguhkan keindahannya. Di sebelah barat tampak Danau Batur dan Gunung Batur, Gunung Abang dan Gunung Agung di sebelah selatan, sedangkan di sebelah timur terlihat Selat Lombok dan Gunung Rinjani di Lombok.

Untuk menghibur kekecewaan, para pemandu wisata yang menemani wisatawan asing itu mempertontonkan foto matahari terbit ketika cuaca cerah yang dipotret dengan menggunakan telepon seluler. Dari gambar tersebut terlihat indahnya Puncak Rinjani bersanding dengan Puncak Gunung Agung, Gunung Abang, dan Gunung Batur. Di kejauhan tampak pula indahnya lautan dan tepat di bawah tebing terlihat Danau Batur. ”Kalau matahari enggak muncul, kami juga merasa sedih,” kata pemandu wisata, Agus.

KOMPAS/RIZA FATHONI Panorama Danau Batur di Kintamani, Bali.
Perlahan setelah kabut menghilang, seluruh gugusan pegunungan dan danau mulai tampak. Namun, karena matahari sudah naik cukup tinggi, Gunung Rinjani dan pemandangan laut tak lagi tertangkap oleh mata. Sarapan pagi memang terasa berkesan karena dari balik kabut tiba-tiba datang Kadek Warni yang menjajakan kopi bali panas seharga Rp 5.000 per gelas.

Halaman:


25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X