Kompas.com - 07/09/2015, 16:08 WIB
EditorNi Luh Made Pertiwi F

KOMPAS.com - Keindahan Jawa Barat tak sebatas pesona gunung, pantai, dan sungainya, melainkan juga keanekaragaman hayati, baik flora maupun fauna. Salah satu kekayaan faunanya adalah keberadaan burung pemangsa (raptor) yang ternyata jumlahnya makin menyusut. Untunglah ada wilayah khusus di daerah Bogor yang dijadikan suaka bagi para raptor, khususnya burung elang.

Berada di Taman Nasional Gunung Halimun-Salak, Kampung Loji, Kecamatan Cigombong, Suaka Elang dibangun dengan model kemitraan yang terdiri dari pemerintah, LSM, swasta, dan masyarakat yang saling menguntungkan untuk pelestarian habitat dan konservasi spesies pada tanggal 25 November 2008.

Untuk calon pengunjung yang belum terlalu hafal dengan jalan di sekitarnya, sebaiknya hati-hati karena bisa tersesat. Masyarakat di sekitarnya juga tak banyak yang tahu keberadaan Suaka Elang ini. Untuk mudahnya, dari mana pun arahnya, jadikan Kota Bogor sebagai awal kebarangkatan.

Kemudian dari Kota Bogor arahkan kendaraan ke Lawang Gintung, dan melewati stasiun kereta Batutulis. Tak jauh dari stasiun akan ditemui pertigaan, ambil ke kanan ke arah Cijeruk. Selanjutnya terus jalan melewati Pamoyanan, Cihideung, Cibadak, Pasir Jaya, dan Loji.

Setelah menyimpan kendaraan, pengunjung harus berjalan kaki dari gerbang menuju Suaka Elang sekitar 15 menit. Di gerbang petugas Suaka Elang akan menyambut tamu dan meminta mengisi buku tamu.

Pengunjung pun akan bertemu kawasan hutan yang teduh dan sejuk. Di sanalah terdapat sebuah konservasi spesies raptor terancam punah seperti Elang Jawa dan jenis burung pemangsa lainnya. Di Suaka Elang inilah dilakukan upaya penyelamatan dan pelepasliaran raptor hasil sitaan atau kiriman dari masyarakat.

Pengunjung bisa melihat beberapa elang di dalam kandang. Kandang pertama terletak tidak jauh dari kantor Suaka Elang. Umumnya elang tersebut belum lama diambil dari masyarakat, jadi tidak takut dengan manusia.

Pengunjung kemudian harus menyeberangi jembatan gantung yang sekilas mengerikan, tapi ternyata tidak. Ya anggap saja sedang melakukan petualangan ala  Indiana Jones. Silakan berfoto-foto karena pemandangan di suaka ini sangat indah dikelilingi pohon pinus. 

Setelah melewati jembatan gantung pengunjung akan tiba di kandang kedua. Di sinilah bisa ditemukan beberapa elang yang sudah agak lama dirawat sehingga beberapa agak terganggu dengan kehadiran manusia.

Kandang untuk elang yang sudah siap dilepaskan berada lebih jauh lagi. Kandang tersebut tidak boleh dikunjungi lagi. Elang-elang tersebut dibiasakan untuk puasa dan hanya diberi makan dua kali seminggu. Hal ini dilakukan supaya naluri berburu mereka tumbuh dan saat dilepaskan dari suaka mereka bisa berburu. (Benny Rhamdani)

Baca kisah selengkapnya di Kompasiana: "Menilik Suaka Elang di Bogor"

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Sumber Kompasiana


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

5 Tips Berkunjung ke Antapura De Djati, Wisata ala Ubud di Garut

5 Tips Berkunjung ke Antapura De Djati, Wisata ala Ubud di Garut

Travel Tips
Tarif BBM Naik, Kunjungan Wisata ke Gunungkidul Tetap Stabil

Tarif BBM Naik, Kunjungan Wisata ke Gunungkidul Tetap Stabil

Travel Update
3 Hotel Instagramable Dekat Universal Studios Singapura

3 Hotel Instagramable Dekat Universal Studios Singapura

Jalan Jalan
Potensi Wisata Jalur Pantai Selatan Flores, Tak Kalah dari Tengah dan Utara

Potensi Wisata Jalur Pantai Selatan Flores, Tak Kalah dari Tengah dan Utara

Travel Update
Garuda Indonesia Buka Lagi Rute Makassar-Denpasar, Per 7 Oktober 2022

Garuda Indonesia Buka Lagi Rute Makassar-Denpasar, Per 7 Oktober 2022

Travel Update
Jalan-jalan Tanpa Masker di Singapura, ke Merlion Park hingga Little India

Jalan-jalan Tanpa Masker di Singapura, ke Merlion Park hingga Little India

Travel Update
15 Wisata Air Terjun di NTT, Masih Asri untuk Dijelajahi

15 Wisata Air Terjun di NTT, Masih Asri untuk Dijelajahi

Jalan Jalan
Berencana Jalan-jalan di Jakarta? Ini 5 Tempat Wisata Terkini yang Wajib Dikunjungi

Berencana Jalan-jalan di Jakarta? Ini 5 Tempat Wisata Terkini yang Wajib Dikunjungi

BrandzView
Hindari Pakai Baju Putih Saat Bikin Paspor, Ini Alasannya

Hindari Pakai Baju Putih Saat Bikin Paspor, Ini Alasannya

Travel Tips
Cara Reservasi Kunjungan ke Wisata Baru Garut Antapura De Djati

Cara Reservasi Kunjungan ke Wisata Baru Garut Antapura De Djati

Travel Tips
Harga Tiket Masuk dan Jam Buka Telaga Cebong di Desa Tertinggi Pulau Jawa

Harga Tiket Masuk dan Jam Buka Telaga Cebong di Desa Tertinggi Pulau Jawa

Travel Tips
Antapura De Djati, Tempat Nikmati Suasana Ala Ubud di Garut

Antapura De Djati, Tempat Nikmati Suasana Ala Ubud di Garut

Travel Update
Lion Air Terbang Lagi dari Bandara Kertajati ke Arab Saudi, Layani Ibadah Umrah

Lion Air Terbang Lagi dari Bandara Kertajati ke Arab Saudi, Layani Ibadah Umrah

Travel Update
5 Tips Wisata ke Museum MACAN Jakarta, Jangan Bawa Kamera

5 Tips Wisata ke Museum MACAN Jakarta, Jangan Bawa Kamera

Travel Tips
4 Wisata di Desa Sembungan, Konon Ada Paku Pulau Jawa

4 Wisata di Desa Sembungan, Konon Ada Paku Pulau Jawa

Jalan Jalan
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.