Kompas.com - 08/09/2015, 17:09 WIB
|
EditorNi Luh Made Pertiwi F

Jika datang siang hari, tak perlu khawatir terpapar panas di tepi embung. Di tepi embung, terdapat empat saung yang dapat digunakan berteduh. Salah satu saung menyediakan makanan dan minuman ringan untuk para pengunjung. Untuk yang mencari toilet, tersedia dua buah toilet yang dapat digunakan. Di sekeliling embung, juga telah dipasang pagar pengaman untuk mencegah para wisatawan terjatuh ke dalam embung.

Kepala Dinas Pariwisata Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) mengatakan bahwa Embung Nglanggeran ini diresmikan pada Februari 2013. Pembuatan embung ini, kata Aris, merupakan cara untuk menampung air demi pengairan perkebunan buah. Sri Hamengkubuwono membuka dan meresmikan pada 19 Februari 2013 dengan nama “Kebun Buah Nglanggeran” karena diproyeksikan sebagai kebun buah. Namun karena terkenal dengan embung di puncak bukit itu, lanjut dia, tempat ini justru dikenal dengan nama Embung Nglanggeran.

Dari papan informasi di kawasan wisata Nglanggeran memberikan penjelasan bahwa waduk mini atau embung muncul sebagai upaya untuk mendukung kegiatan kepariwisataan di Desa Wisata Nglanggeran atau kawasan Ekowisata Gunung Api Purba. Sebelumnya Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) dan Bapeda DIY dan Gunung Kidul beserta pemangku jabatan lain melakukan survei terlebih dahulu pada tahun 2011.

Pada awalnya, terdapat dua tempat yang diusulkan menjadi embung yaitu Kawasan Gunung Pendem dan Gunung Gandu. Setelah berbagai pertimbangan seperti ketinggian yang memungkinkan untuk pengairan dengan sistem gravitasi, maka dipilih kawasan Gunung Gandu.

Keberadaan embung ini berfungsi sebagai pengairan kebun buah yaitu kelengkeng. Pemilihan durian dan kelengkeng sebagai tanaman buah di Nglanggeran bukan tanpa alasan. Nilai ekonomi yang tinggi, telah tumbuh dan berkembang dengan baik menjadi alasan. Embung Nglanggeran hadir sebagai solusi untuk menampung air hujan sehingga dapat mengairi perkebunan buah di saat musim kemarau datang.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Halaman:


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

5 Tempat Berburu 'Sunrise' Eksotis di Perbukitan Pantura NTT

5 Tempat Berburu "Sunrise" Eksotis di Perbukitan Pantura NTT

Jalan Jalan
10 Tempat Ngopi di Trawas, Bisa Santai Sambil Nikmati Panorama Alam

10 Tempat Ngopi di Trawas, Bisa Santai Sambil Nikmati Panorama Alam

Jalan Jalan
Tahun Ini, Dieng Culture Festival Tak Lagi Digelar Online

Tahun Ini, Dieng Culture Festival Tak Lagi Digelar Online

Travel Update
Panduan Berkunjung ke Museum di Tengah Kebun, Wajib Reservasi

Panduan Berkunjung ke Museum di Tengah Kebun, Wajib Reservasi

Travel Tips
KJRI Penang Lirik Kerjasama Pariwisata dengan Kota Batu

KJRI Penang Lirik Kerjasama Pariwisata dengan Kota Batu

Travel Update
Universal Studio Singapore Bakal Punya Wahana Serba Minion

Universal Studio Singapore Bakal Punya Wahana Serba Minion

Jalan Jalan
Lion Air Buka Rute Ambon-Langgur, Pangkas Waktu Tempuh

Lion Air Buka Rute Ambon-Langgur, Pangkas Waktu Tempuh

Travel Update
Simbar Semeru Lumajang, Camping Ditemani Gemuruh dan Lava Pijar Semeru

Simbar Semeru Lumajang, Camping Ditemani Gemuruh dan Lava Pijar Semeru

Jalan Jalan
Misteri Ekskavator Tenggelam di Kebun Buah Magunan, Ini Penjelasannya

Misteri Ekskavator Tenggelam di Kebun Buah Magunan, Ini Penjelasannya

Jalan Jalan
Tingkat Pencarian Perjalanan Domestik Naik 51 Persen pada April-Mei 2022

Tingkat Pencarian Perjalanan Domestik Naik 51 Persen pada April-Mei 2022

Travel Update
Monumen Bajra Sandhi Jadi Media Promosi Sejarah Bali kepada Turis Asing

Monumen Bajra Sandhi Jadi Media Promosi Sejarah Bali kepada Turis Asing

Travel Update
6 Destinasi Wisata Disiapkan untuk Sport Tourism, Ada F1 di Danau Toba

6 Destinasi Wisata Disiapkan untuk Sport Tourism, Ada F1 di Danau Toba

Travel Update
8 Jembatan Gantung Terpanjang di Dunia dengan Sensasi Berjalan di Awan

8 Jembatan Gantung Terpanjang di Dunia dengan Sensasi Berjalan di Awan

Jalan Jalan
Mesut Oezil di Indonesia, Ingin Salat Jumat di Masjid Istiqlal

Mesut Oezil di Indonesia, Ingin Salat Jumat di Masjid Istiqlal

Travel Update
Tradisi Roko Molas Poco di Manggarai NTT, Budaya Hormati Perempuan sebagai Ibu Bumi

Tradisi Roko Molas Poco di Manggarai NTT, Budaya Hormati Perempuan sebagai Ibu Bumi

Travel Update
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.