Saat KompasTravel masuk ke dalam, beberapa dekorasi khas batik banyak dipajang. Dinding di koridor lantai satu ada pajangan berbentuk anggrek biru yang dibatik. Selain itu, Fresqa Bistro, tempat makan hotel dihias dengan mural batik anggrek biru dan gambar merak. Di setiap kamar terdapat motif mega mendung yang terbuat dari rotan. Mega mendung adalah gambar awan abstrak yang menjadi motif khas batik Cirebon. Motif ini dipajang di atas setiap tempat tidur.
Hotel Batiqa Cirebon sebenarnya adalah hotel bisnis. Namun konsep seninya membuat hotel ini cocok menjadi hotel leisure atau wisata. Hotel yang berlokasi di Jalan Dr Cipto Mangunkusumo ini memiliki 108 kamar, terdiri dari 97 standard room dan 11 suite room. Setiap kamar dilengkapi dengan pelayanan 'wake up call', untuk membangunkan pengunjung. Tersedia juga 4 meeting room dengan kapasitas dari 30 hingga 110 orang. Ada juga spa, gym, dan Freshqua Bistro sebagai tempat makan.
Hotel Batiqa Cirebon menyajikan hidangan-hidangan khas Cirebon seperti nasi jamblang dan empal gentong. "Hanya sejauh ini menu favorit kita sih masih rice bowl ya," kata Catleya.
Kota Cirebon dikenal sebagai salah satu pusat batik yakn Desa Trusmi. Kota Udang ini juga memiliki akses baru via tol Cipali. Waktu tempuh ke Cirebon menjadi lebih singkat. Harga kamar di Hotel Batiqa Cirebon dibuka dari Rp 599.000 per malam. Tersedia wifi di seluruh area hotel dan fasilitas penjemputan dari dan ke stasiun kereta.
Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.