Ini Nasi Jamblang Langganan SBY di Cirebon

Kompas.com - 10/09/2015, 10:04 WIB
Seporsi nasi jamblang khas Cirebon. KOMPAS.COM/JONATHAN ADRIANSeporsi nasi jamblang khas Cirebon.
|
EditorI Made Asdhiana
CIREBON, KOMPAS.com - Nasi Jamblang Mang Dul menjadi rumah makan yang sering dikunjungi Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) saat ke Cirebon. Menurut pemilik, Fitri, nasi jamblangnya bahkan sering dibawa ke Cikeas oleh ajudan Presiden RI keenam ini. Fitri bercerita SBY bisa tahu jika ajudannya membeli nasi jamblang dari tempat lain.

"Kalau beli di tempat lain rasanya beda, suka tidak dimakan dan dikasih ke orang," papar Fitri sambil melayani pengunjung, Kamis (10/9/2015).

Nasi jamblang adalah nasi yang dibungkus dengan daun jati. Porsinya kecil, hanya segepal tangan orang dewasa. Proses memasaknya sama seperti nasi biasa. "Bedanya, kalau nasi jamblang, diakul (diaduk) dulu pakai kipas sampai dingin, baru dibungkus daun jati," terang Fitri.

Nasi jamblang memang disajikan saat dingin. Lauk pendampingnya terdiri dari tahu sayur, ikan asin, satai kentang, tempe, dan prekedel. Semua disajikan dingin. Di luar itu, Fitri juga menambahkan pepes, kerang, dan daging. "Tapi itu cuma tambahan dari saya, kalau aslinya lauknya ya cuma yang tadi," katanya.

Karena disajikan saat dingin, nasi jamblang bisa bertahan hingga malam. Itulah sebabnya makanan ini dapat dipesan di Cirebon dan diantar ke Jakarta. Syaratnya, nasi dan lauknya harus dibungkus secara terpisah.

KOMPAS.COM/JONATHAN ADRIAN Nasi Jamblang khas Cirebon adalah nasi dingin yang dibungkus daun jati.
Nasi jamblang sejatinya adalah makanan khas Desa Jamblang, Kabupaten Cirebon. Setiap hari, warga desa akan berkeliling kota menjual nasi ini. Meski demikian, Fitri mengaku memilih memasak sendiri nasi jamblangnya. Nasi Jamblang Mang Dul terletak di Jl. Cipto Mangunkusumo No.4, Cirebon. Buka dari pukul 5 pagi hingga siang. Kemudian buka lagi sore hari sekitar pukul 5 sore hingga malam.

Sebungkus nasi polos dihargai Rp 2.000, sedang untuk lauk pauknya dibuka dari harga Rp 1.000. Fitri adalah generasi kedua setelah Mang Dul yang menjalankan rumah makan ini. Ia menjalankan usaha berdua dengan saudaranya. Jika akhir pekan, dalam sehari Fitri bisa meraup omset sekitar Rp 20 juta.



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X