Kompas.com - 10/09/2015, 19:23 WIB
|
EditorI Made Asdhiana
JEMBER, KOMPAS.com - Dinas Pariwisata Kabupaten Jember berencana mengembangkan konsep wisata pesantren untuk wisatawan. Ia akan menawarkan pengalaman wisata Islami sebagai alternatif wisata di Jember.

"Kita ingin menjadikan pesantren sebagai pilihan wisata. Akar pesantren kuat di Jember sudah dari tahun 1700-1800an," kata Kepala Kantor Pariwisata Kabupaten Jember, Sandi Suwardi Hasan kepada para wartawan saat ditemui di Jember, Jawa Timur, Kamis (10/9/2015).

Ia mengatakan bahwa di Jember terdapat berbagai jenis pesantren yang dapat dikunjungi. Pilihan pesantren tersebut, lanjut Sandi, yaitu pesantren tradisional, modern, serta gabungan dari tradisional dan modern untuk para wisatawan.

"Untuk menunya (atraksi wisata) banyak. Malam bisa dzikir, pagi masak dengan santri. Ada juga ke sawah membantu kiainya," katanya.

Sandi berencana akan bekerja sama dengan agen perjalanan untuk mendatangkan wisatawan ke pesantren. Menurutnya, pilihan aktivitas tersebut yang akan dijadikan alternatif wisata untuk para wisatawan. "Ada 5-6 pesantren yang dapat dijadikan tempat wisata, dari tradisional sampai modern," tutupnya.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.