Kompas.com - 11/09/2015, 12:07 WIB
EditorI Made Asdhiana

Momen inspiratif

Kafe Melcosh dikelola sebagai bagian dari upaya menghidupi Sekolah Menengah Kejuruan Sanjaya yang membawahi 11 sekolah di Kabupaten Sleman. Mulai buka pada Juli 2014, kedai dan perangkat pendukung dirancang dengan basis pendidikan. Misalnya, di lahan seluas 3,4 hektar itu nanti akan dibangun lahan perkemahan tempat orang bisa belajar tentang lingkungan hidup. Selain itu, siswa-siswa SMK Sanjaya juga bisa berpraktik di kedai. ”Jadi, secangkir kopi itu sangat berarti untuk pendidikan mereka. Tetapi, kami tak sepenuhnya berorientasi ke bisnis murni sehingga misi pendidikannya hilang,” kata Deni.

Melcosh, dikatakan Deni, dirancang sebagai semacam lounge, kedai santai, bukan rumah makan formal. Bukan dirancang sebagai tempat orang datang, makan, dan kenyang. Kedai dirancang sebagai arena tempat orang bisa bercerita kepada kawan, saudara, pacar, atau siapa pun. Atau tempat bermenung-menung. ”Jadi lebih sebagai tempat refleksi emosional, personal. Orang menjadi terhubungkan dengan orang lain,” kata Deni.

Berjarak lebih dari 20 kilometer dari kota, tak menghalangi warga ”Kota Gudeg” untuk ngupi-ngupi ke Melcosh. Suatu malam, misalnya, dua warga Pakualaman meluncur ke Melcosh untuk menjamu rekan-rekannya yang penikmat kopi. Sambil mengobrol ngalor-ngidul mereka menikmati cold brew, kopi dingin yang ternyata berkenan di lidah tamu yang mengaku tidak biasa ngopi itu.

Deni menceritakan, ada sejumlah pelanggan yang datang untuk duduk berlama-lama membaca buku, atau menulis, menikmati secangkir kopi, dan makanan ringan. ”Ada juga orang datang berlama-lama di sini, tetapi enggak pesen-pesen. Kalau orientasi hanya profit, kami mungkin akan rugi. Tapi, orang seperti mereka itu datang ke sini dan mendapatkan inspiring moment. Hal itu jauh lebih memuaskan kami karena itulah tujuan kami,” kata Deni. (XAR)

Versi cetak artikel ini terbit di harian Kompas edisi 30 Agustus 2015, di halaman 20 dengan judul "Ngupi-ngupi"di Lereng Merapi".

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Halaman:


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.