Menatap Lukisan Prabu Siliwangi di Keraton Kasepuhan Cirebon

Kompas.com - 11/09/2015, 18:20 WIB
Lukisan Prabu Siliwangi di Keraton Kasepuhan, Cirebon, di mana mata hingga kakinya seakan bergerak mengikuti arah mereka yang melihatnya. KOMPAS.COM/JONATHAN ADRIANLukisan Prabu Siliwangi di Keraton Kasepuhan, Cirebon, di mana mata hingga kakinya seakan bergerak mengikuti arah mereka yang melihatnya.
|
EditorI Made Asdhiana
CIREBON, KOMPAS.com - Salah satu yang membuat lukisan Monalisa karya Leonardo da Vinci terkenal ialah matanya. Konon matanya akan selalu menatap siapa pun orang yang sedang melihatnya dari arah mana pun.

Di Indonesia ada lukisan yang memiliki kemampuan serupa, yakni Lukisan Prabu Siliwangi di Keraton Kasepuhan, Cirebon, Jawa Barat. Lukisan ini menggambarkan Prabu Siliwangi yang berdiri dengan mahkota dan jubahnya. Tangan kirinya memegang keris. Di bawahnya ada seekor macan mendampingi.

Serupa dengan lukisan Monalisa, lukisan ini juga dipercaya dapat bergerak mengikuti yang melihatnya. Saat KompasTravel mencoba melihatnya dari berbagai sisi, Kamis (10/9/2015), tokoh Prabu Siliwangi memang tampak bergerak. Saat dilihat dari sisi kiri, mata, tubuh, dan kakinya seperti menghadap kiri. Namun saat bergeser ke sisi tengah dan kanan, mata, tubuh, dan kaki Prabu Siliwangi seakan mengikuti.

Menurut pemandu wisata Keraton Kasepuhan, Feri, beberapa seniman sudah melihat dan menyimpulkan lukisan ini adalah ilusi optik. "Beberapa pelukis datang ya dan katanya sih ilusi optik. Tapi masyarakat percaya ini wujud Prabu Siliwangi yang mengawasi pengunjung," tutur Feri memandu rombongan.

Lukisan Prabu Siliwangi dibuat oleh Ridho, pelukis dari Desa Sancang, Garut, tahun 2004. Berdasarkan cerita Feri, Ridho mengaku didatangi Prabu Siliwangi dalam mimpi usai melakukan puasa dan takafur. "Namanya pelukis ya, lihat sekali langsung ingat, ya dilukis," terang Feri.

Desa Sancang sendiri dipercaya sebagai tempat menghilangnya Prabu Siliwangi. Selain lukisan ini, beragam koleksi dan kisah sejarah dapat ditemukan di Keraton Kasepuhan. Salah satunya Kereta Singa Banting, kereta berkepala naga dengan belalai gajah yang mencerminkan persahabatan antar budaya, bangsa, dan agama.

Atau ada juga Malang Semirang, sebuah balai tempat duduk sultan dan para menterinya. Malang Semirang sendiri memiliki arti tidak ada seorang pun yang sempurna. Masyarakat percaya jika duduk di tempat ini akan mendapat jodoh dan berkah. Keraton Kasepuhan terletak di Jalan Jagasatru, Cirebon, Jawa Barat. Harga tiket untuk orang dewasa Rp 15.000.



Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X