Kompas.com - 13/09/2015, 11:44 WIB
|
EditorI Made Asdhiana

MUNTOK, KOMPAS.com – Kota Muntok mungkin masih terdengar asing di telinga. Kecamatan di Kabupaten Bangka Barat, Provinsi Bangka Belitung ini ternyata memiliki potensi terpendam yang erat kaitannya dengan sejarah bangsa Indonesia. Tak heran jika Kota Muntok dipilih sebagai tuan rumah kegiatan internaisonal IMT-GT Homestay Fair 2015.

“Kekuatannya ada dua, sejarah dan budaya. Muntok memiliki diferensiasi,” kata Staf Ahli Bidang Multikultural Kementerian Pariwisata, Hari Untoro Dradjat, Sabtu (12/9/2015).

Lebih lanjut Hari mengatakan, Muntok memiliki perpaduan antara budaya dan sejarah yang erat kaitannya dengan lada putih dan timah. Dua komoditas tersebut bisa menjadi modal utama pengembangan wisata Muntok, selain beragam sejarah yang dimilikinya.

Salah satu sejarah yang menjadi andalan Kota Muntok adalah bahwa dulunya tempat ini pernah menjadi tempat pengasingan proklamator Indonesia serta para penggagas bangsa lainnya. Ya, Bung Karno dan Bung Hatta masing-masing pernah merasakan pengasingan di Kota Muntok. Selain mereka, nama-nama lain seperti Agus Salim, M. Roem, Ali Sastroamidjojo, A.G. Pringgodigdo, Sri Sultan Hamengku Buwoni IX, dan lainnya.

KOMPAS.com/Mentari Chairunisa Klenteng Kong Fuk Miau di Kota Muntok, Kabupaten Bangka Barat
Selain kaya akan sejarah, latar belakang multikultural begitu kuat di Kota Muntok. Setidaknya, terdapat perpaduan tiga etnis yang berbaur di Kota Muntok, yakni Melayu, Tiongkok, dan juga Arab. Meski begitu, namun kerukunan dan toleransi begitu terasa antar etnis dan golongan.

“Saya menyadari betul potensi keberagaman, keharmonisan, itu membuktikan bahwa pendahulu kita sudah membangun itu. Kerukunan umat beragama harus dijaga bersama-sama,” jelas Bupati Bangka Barat, Zuhri M Syazali.

Menyadari hal itu, Zuhri merasa hal ini bisa dijadikan daya tarik tersendiri bagi wisata Kota Muntok. Menurutnya, akan menarik jika wisatawan dapat belajar bagaimana cara berbaur serta toleransi yang dijunjung masyarakat Kota Muntok.

KOMPAS/FERRY SANTOSO Salah satu ruangan di Pesanggrahan Menumbing, Muntok, Kabupaten Bangka Barat, Provinsi Bangka Belitung. Di Pesanggrahan Menumbing yang terletak di tengah hutan, di Gunung Menumbing, beberapa tokoh nasional diasingkan oleh Pemerintah Belanda.
“Kita ingin memperkuat budaya yang kita miliki, budaya terbuka, budaya yang toleran. Bagaimana kita bisa berbaur tapi identitas kita tetap ada dan terjaga,” lanjutnya.

Kegiatan IMT-GT Homestay Fair 2015 selain menjadi ajang promosi pariwisata Kabupaten Bangka Barat khususnya Kota Muntok, acara yang diselenggarakan pada 11-12 September 2015 tersebut juga dijadikan wadah berbagi seputar pengelolaan homestay untuk desa wisata. Tak hanya itu, terdapat pula workshop mengenai pengembangan kota tua bagi para pengelola wisata.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Ancol Tutup 4 Juni 2022, Kecuali bagi Pemegang Tiket Formula E

Ancol Tutup 4 Juni 2022, Kecuali bagi Pemegang Tiket Formula E

Travel Update
Sandiaga: Diharapkan Wisata Monas Buka Lagi 2 Minggu ke Depan

Sandiaga: Diharapkan Wisata Monas Buka Lagi 2 Minggu ke Depan

Travel Update
Sandiaga Minta Tempat Wisata Wajibkan Pakai Masker Jika Ada Kerumunan

Sandiaga Minta Tempat Wisata Wajibkan Pakai Masker Jika Ada Kerumunan

Travel Update
Panduan ke Taman Gandrung Terakota, Biaya Paket Wisata dan Penginapan

Panduan ke Taman Gandrung Terakota, Biaya Paket Wisata dan Penginapan

Jalan Jalan
Tes Covid-19 Tak Lagi Jadi Syarat Perjalanan, Sandiaga Ingatkan Hal Ini

Tes Covid-19 Tak Lagi Jadi Syarat Perjalanan, Sandiaga Ingatkan Hal Ini

Travel Update
Rute menuju Taman Gandrung Terakota, 35 Menit dari Banyuwangi Kota

Rute menuju Taman Gandrung Terakota, 35 Menit dari Banyuwangi Kota

Jalan Jalan
Itinerary Sehari di Alas Purwo Banyuwangi, Lepas dari Kesan Mistis 

Itinerary Sehari di Alas Purwo Banyuwangi, Lepas dari Kesan Mistis 

Itinerary
Jangan Lupakan 10 Hal Penting Ini Saat Beli Bantal Leher Pesawat

Jangan Lupakan 10 Hal Penting Ini Saat Beli Bantal Leher Pesawat

Travel Tips
5 Tips Wisata ke Air Terjun Kapas Biru Lumajang, Jangan Kesorean

5 Tips Wisata ke Air Terjun Kapas Biru Lumajang, Jangan Kesorean

Travel Tips
Panduan ke Plunyon Kalikuning, Tempat Syuting KKN di Desa Penari

Panduan ke Plunyon Kalikuning, Tempat Syuting KKN di Desa Penari

Jalan Jalan
6 Negara dengan Garis Pantai Terpanjang di Dunia, Indonesia Nomor 2

6 Negara dengan Garis Pantai Terpanjang di Dunia, Indonesia Nomor 2

Travel Update
Wisata Bersepeda Flores, Nikmati Eksotisnya Alam Pulau Flores NTT

Wisata Bersepeda Flores, Nikmati Eksotisnya Alam Pulau Flores NTT

Jalan Jalan
9 Fasilitas Taman Gandrung Terakota di Banyuwangi, Sanggar Tari hingga Galeri Seni

9 Fasilitas Taman Gandrung Terakota di Banyuwangi, Sanggar Tari hingga Galeri Seni

Jalan Jalan
Campervan, Tren Liburan Anyar yang Makin Diminati Pencinta Road Trip

Campervan, Tren Liburan Anyar yang Makin Diminati Pencinta Road Trip

Jalan Jalan
Itinerary Wisata 2 Hari di Banyuwangi, Kawah Ijen sampai Pulau Tabuhan

Itinerary Wisata 2 Hari di Banyuwangi, Kawah Ijen sampai Pulau Tabuhan

Itinerary
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.