Buleleng Festival, Membangun Cita Rasa Lokal

Kompas.com - 14/09/2015, 14:39 WIB
Seorang pengunjung pameran kerajinan di Buleleng Festival 2015, Singaraja, Kabupaten Buleleng, Bali, Kamis (6/8/2015), memilih kain tenun endek mastuli. Tiga tahun terakhir, endek mastuli kembali digemari setelah tahun 1990-an sempat surut. Pemerintah setempat berupaya menghidupkan kembali perajin tenun mastuli tersebut di daerah Seririt melalui bantuan alat tenun hingga pemasaran. KOMPAS/AYU SULISTYOWATISeorang pengunjung pameran kerajinan di Buleleng Festival 2015, Singaraja, Kabupaten Buleleng, Bali, Kamis (6/8/2015), memilih kain tenun endek mastuli. Tiga tahun terakhir, endek mastuli kembali digemari setelah tahun 1990-an sempat surut. Pemerintah setempat berupaya menghidupkan kembali perajin tenun mastuli tersebut di daerah Seririt melalui bantuan alat tenun hingga pemasaran.
EditorI Made Asdhiana
Menurut Suyasa, penting memberikan edukasi kepada masyarakat Buleleng agar tetap bangga rumah sendiri. Meski jauh dari ingar-bingar dan suasana modern di Bali bagian selatan seperti Denpasar dan Badung, Buleleng Festival ternyata mampu menyedot perhatian masyarakat lokal. Mereka pun menanti kehadirannya setiap tahun.

”Ya, kami rindu hiburan. Bulfest (Buleleng Festival) mampu memberikan keramaian, dari panggung hiburan, kerajinan hingga kulinernya. Asyik,” kata Komang Aryani. (Ayu Sulistyowati)

Halaman:


25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X