Kompas.com - 17/09/2015, 15:18 WIB
|
EditorI Made Asdhiana

JAKARTA, KOMPAS.com – Pemerintah Kabupaten Bangka Barat, Provinsi Bangka Belitung tengah gencar-gencarnya mempromosikan pariwisata Muntok dengan mengandalkan wisata sejarah yang dimilikinya. Sayangnya, meski didukung dengan aset wisata sejarah yang baik dan masyarakat yang terbuka, namun pariwisata Muntok masih terkendala dari segi aksesibilitas.

“Kendala juga masih dari aksesibilitas ya. Kita harus memikirkan bagaimana jarak tempuh 3 jam ke Muntok ini mendapat sesuatu yang menarik,” kata Praktisi Pariwisata sekaligus Dosen Universitas Sahid, Rahtika Diana, saat ditemui di acara IMT-GT Homestay Fair 2015 yang diselenggarakan pada 11-12 September 2015 lalu.

Sepakat dengan Rahtika, Head of Training and Education Southeast Asia Tourist Guide Association, Erina Loo, saat ditemui di kesempatan yang sama mengatakan mudahnya akses ke sebuah tempat wisata tentu akan berdampak pada jumlah wisatawan yang datang.

“Apa yang membuat Georgetown dan Melaka sangat sukses, orang selalu balik ke sana disebabkan karena tranportasi tidak begitu sulit. Dari Kuala Lumpur Airport ke Malaka sekitar 100 kilometer tapi kita ada jalan tol jadi cepatlah sampai,” jelas Erina.

Tak hanya jauhnya jarak yang membentang, adanya fasilitas penunjang di sepanjang jalan juga diperlukan sebagai sarana untuk wisatawan beristirahat setelah menempuh perjalanan panjang.

KOMPAS.com/Mentari Chairunisa Jalur darat yang menghubungkan Kota Pangkalpinang dengan Muntok yang berjarak sekitar 140 kilometer dengan waktu tempuh hampir 3 jam perjalanan
“Selain itu harus dipikirkan apa yang menarik sepanjang jalan itu, saat saya lewat sepertinya tidak ada yang terlalu menarik, fasilitasnya terlalu standar,” tambahnya.

Menanggapi hal itu, Ketua Asosiasi Homestay Bangka Barat, Abang Faizal, saat ini pemerintah berencana akan membangun tempat persitirahatan di sepanjang jalur darat dari Pangkalpinang menuju Muntok.

Selain melalui jalur darat dari Pangkalpinang, Muntok juga bisa diakses melalui jalur laut dari Palembang. Akses tersebut juga sudah diperhitungkan Bupati Bangka Barat, Zuhri M Syazali, untuk menarik wisatawan khususnya wisatawan lokal yang berasal dari Palembang.

“Saya yakin kalau Tanjung Api-api sudah beroperasi, Bangka Barat akan jadi second home-nya orang Palembang. Nanti ke Muntok dengan kapal cepat itu sekitar 40 menit,” papar Zuhri.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Harga Tiket Masuk dan Jam Buka Air Terjun Kapas Biru Lumajang

Harga Tiket Masuk dan Jam Buka Air Terjun Kapas Biru Lumajang

Travel Tips
Air Terjun Kapas Biru Lumajang yang Berselimut Kabut, Bagai di Negeri Khayangan

Air Terjun Kapas Biru Lumajang yang Berselimut Kabut, Bagai di Negeri Khayangan

Jalan Jalan
Jangan Pakai Brankas Kamar Hotel, Mudah Dibobol Hanya dengan Cara Ini

Jangan Pakai Brankas Kamar Hotel, Mudah Dibobol Hanya dengan Cara Ini

Travel Tips
Bukan di Atas Ombak Laut Lepas, Begini Keseruan Bono Surfing di Sungai Kampar Riau

Bukan di Atas Ombak Laut Lepas, Begini Keseruan Bono Surfing di Sungai Kampar Riau

Jalan Jalan
Rengganis Suspension Bridge di Bandung, Wisata Baru Jembatan Gantung Terpanjang di Asean

Rengganis Suspension Bridge di Bandung, Wisata Baru Jembatan Gantung Terpanjang di Asean

Jalan Jalan
32 Tempat Wisata Malang Raya, Banyak Tempat Bernuansa Alam

32 Tempat Wisata Malang Raya, Banyak Tempat Bernuansa Alam

Jalan Jalan
Motif Batik yang Boleh Dipakai dan yang Dilarang untuk Pernikahan

Motif Batik yang Boleh Dipakai dan yang Dilarang untuk Pernikahan

Jalan Jalan
Indonesia Turun ke Level 1 CDC Amerika, Berisiko Rendah Covid-19

Indonesia Turun ke Level 1 CDC Amerika, Berisiko Rendah Covid-19

Travel Update
Jangan Beri Uang Tip ke Pramugari, Akibatnya Bisa Merugikan

Jangan Beri Uang Tip ke Pramugari, Akibatnya Bisa Merugikan

Travel Tips
Korea Selatan Kembali Terbitkan Visa untuk Turis Asing per 1 Juni

Korea Selatan Kembali Terbitkan Visa untuk Turis Asing per 1 Juni

Travel Update
Pantai Tureloto di Nias Utara, Dikenal sebagai Laut Matinya Indonesia

Pantai Tureloto di Nias Utara, Dikenal sebagai Laut Matinya Indonesia

Jalan Jalan
Wisata ke Malaysia Kini Tidak Perlu Tes PCR, Asuransi, dan Karantina

Wisata ke Malaysia Kini Tidak Perlu Tes PCR, Asuransi, dan Karantina

Travel Update
Motif Batik Larangan Keraton yang Tak Boleh Dipakai Orang Biasa

Motif Batik Larangan Keraton yang Tak Boleh Dipakai Orang Biasa

Jalan Jalan
Panduan Wisata Kedai Sawah Sembalun Lombok Timur, Fasilitas, Jam Buka, dan Rute 

Panduan Wisata Kedai Sawah Sembalun Lombok Timur, Fasilitas, Jam Buka, dan Rute 

Travel Update
Masih Ada Long Weekend Mei 2022, Bisa Libur 4 Hari dengan Cara Ini

Masih Ada Long Weekend Mei 2022, Bisa Libur 4 Hari dengan Cara Ini

Travel Tips
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.