Indonesia Terpilih sebagai Rumah Konferensi Pelestarian Sedunia 2017

Kompas.com - 18/09/2015, 10:22 WIB
Prosesi penjemputan mempelai putri berlangsung dengan arak-arakan dari kediaman Cokorda Istri Julyana Dewi dari Puri Anyar Ubud menuju Puri Agung Ubud kediaman Tjokorda Gde Agung Ichiro Sukawati dengan prosesi arak-arakan di Gianyar, Bali, Selasa (15/4/2014). Indonesia ditunjuk sebagai tuan rumah Konferensi Pelestarian Sedunia pada 2017 mendatang yang akan berlangsung di Ubud, Bali. KOMPAS/EDDY HASBYProsesi penjemputan mempelai putri berlangsung dengan arak-arakan dari kediaman Cokorda Istri Julyana Dewi dari Puri Anyar Ubud menuju Puri Agung Ubud kediaman Tjokorda Gde Agung Ichiro Sukawati dengan prosesi arak-arakan di Gianyar, Bali, Selasa (15/4/2014). Indonesia ditunjuk sebagai tuan rumah Konferensi Pelestarian Sedunia pada 2017 mendatang yang akan berlangsung di Ubud, Bali.
EditorI Made Asdhiana
JAKARTA, KOMPAS - Organisasi pelestarian dari berbagai negara dunia yang tergabung dalam The International National Trusts Organisation atau INTO memilih Indonesia sebagai tuan rumah Konferensi Pelestarian Sedunia pada 2017 mendatang. Ubud, Bali, ditetapkan sebagai tempat penyelenggaraan konferensi karena dianggap cocok dengan tema yang akan diangkat yaitu Kekuatan Budaya untuk Mendukung Kelestarian Alam.

”Indonesia terpilih setelah mengajukan Ubud, Bali, sebagai tempat konferensi. Kami hampir kalah dengan Cape Town, Afrika Selatan,” kata Catrini P Kubontubuh, Ketua Dewan Pimpinan Badan Pelestarian Pusaka Indonesia (BPPI), Rabu (16/9/2015) di Jakarta.

Bersama 10 delegasi lainnya dari BPPI, Catrini baru saja menghadiri konferensi organisasi-organisasi pelestarian sedunia 2015 yang diadakan di kota Cambridge, Inggris, pada 7-11 September lalu.

Sebanyak 250 peserta dari berbagai negara hadir di konferensi tersebut. Cambridge mempresentasikan bagaimana pemerintah dan organisasi pelestarian bersama-sama melestarikan kota yang memiliki universitas tertua di dunia itu. Sebagai kota berpenduduk lebih dari 120.000, Cambrigde merupakan kota yang lengkap, memadukan kekayaan sejarah, pendidikan, kehidupan modern, dan budaya.

”Cambridge merupakan contoh bagaimana negara maju mengelola kelestarian alam, budaya, dan sejarahnya. Untuk konferensi di Bali nanti, Indonesia terpilih sebagai contoh bagaimana negara berkembang melestarikan kekayaan budaya dan alamnya,” kata Catrini. Wakil dari Pemerintah Kabupaten Gianyar, Bali, ikut ke Cambridge sebagai salah satu Kota Pusaka di Indonesia.

Seperti diungkap melalui siaran pers BPPI, Dame Fiona Reynolds, Presiden INTO, mengatakan, ingin belajar banyak tentang bagaimana tradisi lokal mendukung kelestarian lingkungan, hal ini terkait dengan persoalan perubahan iklim global (climate change).

KOMPAS/HERU SRI KUMORO Petani beraktivitas di sawahnya yang berundak di Tegalalang, Ubud, Bali, Minggu (7/4/2013). Sawah berundak dan aktivitas petani menjadi pemandangan yang banyak menarik wisatawan lokal maupun mancanegara datang ke Bali. Indonesia ditunjuk sebagai tuan rumah Konferensi Pelestarian Sedunia pada 2017 mendatang yang akan berlangsung di Ubud, Bali.
INTO beranggotakan 65 negara, termasuk Indonesia dan negara berkembang lainnya. Hashim Djojohadikusumo, pimpinan delegasi Indonesia ke Konferensi Organisasi-organisasi Pelestarian Sedunia ke-16 di Cambridge, mengatakan, kepercayaan ini sangat membanggakan, namun sekaligus sebagai peringatan bagi Indonesia agar terus memperjuangkan pelestarian pusaka.

Konferensi di Ubud, Bali, rencananya akan dilakukan pada 11-15 September 2017. BPPI yang ditunjuk sebagai penyelenggara akan bekerja sama denga pemerintah Kabupaten Gianyar. Catrini menjelaskan, pemilihan Bali sebagai tempat konferensi sangat sesuai dengan tema tentang Kekuatan Budaya untuk Mendukung Kelestarian Alam, meski ia tidak menampik masih banyak persoalan yang dihadapi Bali saat ini.

Anggota organisasi pelestarian sedunia ingin mendalami bagaimana kultur orang Bali mampu menjadi penyangga kelestarian alam. Namun, pada kenyataannya, Bali kini tengah dirusak oleh berbagai kegiatan pembangunan fasilitas pariwisata yang didanai oleh pemodal besar. (Lusiana Indriasari)



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X