Kompas.com - 18/09/2015, 12:07 WIB
Wakil Gubernur Bali I Ketut Sudikerta (duduk paling kiri) mendengarkan penjelasan Deputi Pengembangan Pemasaran Pariwisata Luar Negeri Kementerian Pariwisata I Gde Pitana (nomor dua dari kanan) pada Bali and Beyond Travel Fair (BBTF) 2015 di Bali Nusa Dua Convention Center, Nusa Dua, Kamis (11/6/2015). BBTF berlangsung sampai Sabtu (13/6/2015). KOMPAS.COM/I MADE ASDHIANAWakil Gubernur Bali I Ketut Sudikerta (duduk paling kiri) mendengarkan penjelasan Deputi Pengembangan Pemasaran Pariwisata Luar Negeri Kementerian Pariwisata I Gde Pitana (nomor dua dari kanan) pada Bali and Beyond Travel Fair (BBTF) 2015 di Bali Nusa Dua Convention Center, Nusa Dua, Kamis (11/6/2015). BBTF berlangsung sampai Sabtu (13/6/2015).
EditorI Made Asdhiana
JAKARTA, KOMPAS.com - Indonesia mulai fokus menggarap dan menjaring wisatawan mancanegara (wisman) dari India karena dinilai memiliki potensi besar untuk menjadi salah satu kontributor wisman terbesar ke Tanah Air.

Deputi Pengembangan Pemasaran Pariwisata Luar Negeri Kementerian Pariwisata I Gde Pitana di Jakarta, Rabu (16/9/2015), mengatakan India merupakan salah satu pasar yang akan menjadi fokus bagi Indonesia untuk digarap.

"Itu karena jumlah kelas menengah masyarakat India yang sangat besar yakni mencapai lebih dari 400 juta dan mereka mampu melakukan traveling," katanya.

Menurut Pitana, destinasi wisata di Indonesia juga terbukti sangat diminati oleh masyarakat di negeri Bollywood itu.

Hal itu, lanjut Pitana, salah satunya ditunjukkan dengan semakin meningkatnya jumlah wisman India yang berkunjung ke Indonesia. "Selama semester satu tahun ini jumlah wisman India yang ke Indonesia naik 10 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu," katanya.

Namun Pitana menambahkan ada beberapa tantangan yang harus dihadapi ketika akan menggarap pasar India lebih serius.

Di antaranya karena Indonesia belum cukup dikenal di India selain Pulau Bali sehingga tugas Indonesia yakni bagaimana meningkatkan "awareness" masyarakat India terhadap destinasi di Indonesia di luar Bali. "Jadi branding Indonesia sangat diperlukan di sana," katanya.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Pitana juga menyadari sampai saat ini pemahaman industri pariwisata di Tanah Air terhadap India juga belum baik karena India bukan merupakan pasar konvensional.

Ketiadaan penerbangan langsung dari India ke Indonesia atau sebaliknya juga dinilai Pitana semakin menurunkan minat masyarakat India untuk berkunjung ke Indonesia.

"Kendala yang lain adalah India belum termasuk negara yang diberi bebas visa untuk masuk ke Indonesia. Maka dari itu, pemerintah memastikan India sedang dalam proses untuk diberi bebas visa kunjungan ke Indonesia," tambah Pitana.



Sumber Antara
Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.