Kompas.com - 18/09/2015, 13:54 WIB
Turis dari kapal pesiar Noble Caledonia yang lego jangkar di lepas Pantai Ulee Lheue mengunjungi Museum Aceh, Banda Aceh, Kamis (6/2/2014). Sebanyak 120 turis dari kapal tersebut melakukan city tour mengunjungi sejumlah situs sejarah dan tsunami di Kota Banda Aceh selama enam jam. Tahun 2013 hingga Februari 2014 tercatat 16 kapal pesiar singgah di perairan Aceh dengan kapasitas 120 hingga 500 penumpang. SERAMBI/M ANSHARTuris dari kapal pesiar Noble Caledonia yang lego jangkar di lepas Pantai Ulee Lheue mengunjungi Museum Aceh, Banda Aceh, Kamis (6/2/2014). Sebanyak 120 turis dari kapal tersebut melakukan city tour mengunjungi sejumlah situs sejarah dan tsunami di Kota Banda Aceh selama enam jam. Tahun 2013 hingga Februari 2014 tercatat 16 kapal pesiar singgah di perairan Aceh dengan kapasitas 120 hingga 500 penumpang.
|
EditorI Made Asdhiana
JAKARTA, KOMPAS.com - Indonesia akan menghadapi Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA) Januari 2016 mendatang. Penetapan ini sudah ‘molor’ satu tahun dari yang seharusnya, karena tahun lalu Indonesia meminta pengunduran waktu satu tahun untuk menyiapkan diri.

Nantinya, dalam MEA, ada lima hal yang memiliki akses bebas antara negara-negara di ASEAN: barang, jasa, sumber daya manusia, uang, dan investasi. Setiap negara kemudian akan saling bersaing sekaligus mendukung satu-sama lain untuk menghadapi persaingan global. Salah satu aspek yang perlu dipersiapkan dalam hal ini ialah pariwisata.

Menurut CEO MarkPlus, Inc., Hermawan Kartajaya, pariwisata menjadi gerbang masyarakat untuk melihat Indonesia sebelum menentukan akan berivestasi. Karena itu Hermawan menjelaskan Indonesia memerlukan branding yang efektif dan tunggal untuk satu negara.

“Pariwisata ini pintu gerbang semuanya, salah satu alasan orang mau datang ke Indonesia ya wisata, setelah itu baru yang lain, makanya kita perlu satu branding untuk negara,” kata Hermawan dalam Konferensi Pers ASEAN Marketing Summit 2015, di Jakarta, Kamis (17/9/2015).

KOMPAS.COM/I MADE ASDHIANA Wisatawan mancanegara di obyek wisata Pura Tanah Lot, Kabupaten Tabanan, Bali, Jumat (26/6/2015).
Hermawan menjelaskan selama ini Indonesia memiliki terlalu banyak branding sehingga orang bingung. Beberapa yang ia sebut ialah ‘Wonderful Indonesia’ dan ‘Pesona Indonesia’.

Sementara itu, Menteri Pariwisata (Menpar) Arief Yahya saat ditanya perihal ini menjawab tidak masalah. Menpar mengatakan branding Indonesia sejauh ini bahkan telah membuahkan prestasi.

Menurut Travel & Tourism Competitiveness Index (TTCI) 2015, indeks daya saing wisata yang diluncurkan World Economi Forum, Indonesia menduduki peringkat 50 dengan nilai 4,04 dari 141 daftar negara yang ada. Ini meningkat jauh dari sebelumnya yang bahkan Indonesia tak masuk 141 besar. “Branding ‘Wonderful Indonesia’ sudah membawa kita naik hampir seratus peringkat ya,” katanya.

Sementara untuk negara dengan peringkat pertama hingga kelima berturut-turut ialah Spanyol, Perancis, Jerman, Amerika, dan Inggris. Untuk wilayah Asia dijuarai Jepang yang menduduki peringkat 9. Untuk wilayah Asia Tenggara Singapura masih memimpin pada peringkat 11.

KOMPAS/FERGANATA INDRA RIATMOKO Wisatawan mancanegara menumpang becak menuju Museum Sono Budoyo, Yogyakarta, Selasa (4/3/2014). Badan Pusat Statistik mencatat, tamu asing makin betah tinggal di hotel-hotel di Tanah Air.
Terkait dualisme branding yang ditanyakan kepadanya, Menpar menjelaskan itu hanya perihal bahasa. Menurut Arief, orang akan mendapat pesan yang tepat jika menggunakan bahasa yang dekat dengan mereka.

Alasan Menpar, ‘Wonderful Indonesia’ bagus di luar, tapi tidak dekat untuk masyarakat Indonesia, maka untuk masyarakat dalam negeri dibuat ‘Pesona Indonesia’. “Ini tidak jadi masalah ya, lagi pula kata ‘pesona’ itu kata yang bagus,” katanya.

Sektor pariwisata Indonesia sendiri sejauh ini masih didominasi oleh wisata budaya. Menurut Arief, 60 persen wistawan ke Indonesia karena tertarik dengan sosial budaya, 30 persen karena alamnya, baru 5 persen karena wisata yang dibuat manusia atau man made.

Untuk itu branding "Wonderful Indonesia" selalu menggunakan iklan-iklan budaya meski dilatarbelakangi alam yang indah. Arief mencontohkan salah satunya iklan ‘feeling is believing’. “Iklan itu kan bicara budaya ya tapi dilatarbelakangi dengan alam yang Indah,” ujarnya usai konferensi pers.

KOMPAS/YUNIADHI AGUNG Wisatawan asing tiba di Bandara Frans Seda, Maumere, Nusa Tenggara Timur, Jumat (17/5/2013). Wisata alam, rohani dan sejarah menjadi andalan sejumlah daerah di Nusa Tenggara Timur.
ASEAN Marketing Summit 2015 adalah acara yang dibuat sebagai salah satu bentuk persiapan Indonesia menghadapi MEA. Dalam acara ini akan hadir pembicara-pembicara besar.

Selain Hermawan Kartajaya, akan hadir juga Philip Kotler, pembicara utama yang dikenal dengan bapak pemasaran modern. Ada juga Dipak C. Jain yang merupakan Direktur Sasin Graduate Institute of Business Administration of Chulalongkorn University, Bangkok, dan Hooi Den Huan yang merupakan Direktur Nanyang Technopreneurship Center. Acara akan diselenggarakan Jumat, 9 Oktober 2015 di Ballroom, The Ritz-Carlton Jakarta, Pacific Place.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Lomba untuk Desa Wisata, Total Hadiah Rp 150 Juta

Lomba untuk Desa Wisata, Total Hadiah Rp 150 Juta

Travel Update
Pemerintah Spanyol Ubah Aturan Berjemur di Pantai Wajib Bermasker

Pemerintah Spanyol Ubah Aturan Berjemur di Pantai Wajib Bermasker

Travel Update
Festival Songkran di Chiang Mai Thailand Batal

Festival Songkran di Chiang Mai Thailand Batal

Travel Update
 5 Hotel Instagramable di Jakarta, Asyik buat Staycation

5 Hotel Instagramable di Jakarta, Asyik buat Staycation

Jalan Jalan
Kabar Gembira, Disney World Izinkan Turis Lepas Masker Saat Berfoto di Area Tertentu

Kabar Gembira, Disney World Izinkan Turis Lepas Masker Saat Berfoto di Area Tertentu

Jalan Jalan
Fans Marvel! Avengers Campus di Disneyland akan Dibuka 4 Juni 2021

Fans Marvel! Avengers Campus di Disneyland akan Dibuka 4 Juni 2021

Travel Update
Ada Toilet Umum yang Unik di Tokyo, Terlihat Seperti Mengambang

Ada Toilet Umum yang Unik di Tokyo, Terlihat Seperti Mengambang

Jalan Jalan
Tahun 2021 Ini, Turis Bisa Piknik di Taman Istana Buckingham

Tahun 2021 Ini, Turis Bisa Piknik di Taman Istana Buckingham

Jalan Jalan
Pascagempa, Seluruh Wisata Kelolaan Jatim Park Group Tetap Buka

Pascagempa, Seluruh Wisata Kelolaan Jatim Park Group Tetap Buka

Travel Update
Harga Rapid Test Antigen di Stasiun Turun Jadi Rp 85.000

Harga Rapid Test Antigen di Stasiun Turun Jadi Rp 85.000

Travel Update
5 Kafe Rooftop Instagramable di Jakarta, Cocok untuk Santai Sore Hari

5 Kafe Rooftop Instagramable di Jakarta, Cocok untuk Santai Sore Hari

Jalan Jalan
Resmi! Ada Gondola Baru untuk Wisatawan di Dusun Girpasang Klaten

Resmi! Ada Gondola Baru untuk Wisatawan di Dusun Girpasang Klaten

Travel Update
Larangan Mudik, Hotel Diharapkan Beri Paket Staycation Bonus Hampers Isi Produk Lokal

Larangan Mudik, Hotel Diharapkan Beri Paket Staycation Bonus Hampers Isi Produk Lokal

Travel Update
Pertama di Asia: Travel Bubble Taiwan-Palau Dimulai, Ini Aturannya

Pertama di Asia: Travel Bubble Taiwan-Palau Dimulai, Ini Aturannya

Travel Update
Accor Luncurkan Paket Staycation Unik untuk Berwisata Lokal, Tertarik?

Accor Luncurkan Paket Staycation Unik untuk Berwisata Lokal, Tertarik?

Travel Promo
komentar di artikel lainnya
Close Ads X