Kompas.com - 19/09/2015, 12:32 WIB
Wisatawan berfoto di puncak bukit di Pulau Padar dengan latar belakang teluk-teluk yang ada di pulau yang berada di kawasan Taman Nasional Komodo di Kabupaten Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur, tersebut, 31 Agustus 2015. KOMPAS/YOVITA ARIKAWisatawan berfoto di puncak bukit di Pulau Padar dengan latar belakang teluk-teluk yang ada di pulau yang berada di kawasan Taman Nasional Komodo di Kabupaten Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur, tersebut, 31 Agustus 2015.
EditorI Made Asdhiana
BERWISATA ke kawasan Taman Nasional Komodo di Nusa Tenggara Timur, kita tidak hanya disuguhi satwa langka komodo yang dapat dilihat di Pulau Komodo dan Pulau Rinca, tetapi juga panorama alam di garis Wallace tersebut yang memesona. Selain panorama alam bawah laut Flores, pulau-pulau karang yang berbukit menciptakan panorama nan elok, apalagi jika dilihat dari atas bukit di pulau-pulau tersebut.

Setelah menempuh perjalanan sekitar 1,5 jam dengan perahu cepat dari Pulau Komodo, sampailah kami di Pulau Padar, satu dari tiga pulau utama di kawasan Taman Nasional Komodo. Dua perahu motor kayu yang berlabuh di tepi pantai menandakan sudah ada dua rombongan lain yang berkunjung ke pulau tak berpenghuni tersebut.

”Kalau sudah sampai di sini, rugi kalau tidak naik ke atas bukit,” kata Teny, wisatawan asal Yogyakarta yang kami temui saat kami mendarat, Selasa (1/9/2015). Teny pun dengan semangat menunjukkan sejumlah foto yang diambil dari puncak bukit tertinggi di Pulau Padar menggunakan kamera pada telepon pintarnya.

Foto-foto yang ditunjukkan Teny memacu semangat kami, rombongan wartawan bersama Biro Humas Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan, untuk bergegas menuju puncak bukit di Pulau Padar. Perlu usaha lumayan keras bagi mereka yang tak biasa mendaki gunung untuk menyusuri jalan setapak mendaki bukit setinggi sekitar 500 meter dengan kemiringan rata-rata 45 derajat tersebut.

Beberapa gundukan batu karang di lereng bukit itu membantu kami untuk sekadar mengambil napas dan meneguk air mineral sebelum meneruskan perjalanan. Matahari yang bersinar terik siang itu memang lumayan menguras cairan tubuh. Laut yang tenang dan terlihat biru dari ketinggian menambah semangat kami untuk segera mencapai puncak.

Tak sampai 10 meter menjelang puncak, di sebuah tempat yang lumayan datar, beberapa orang sibuk mengarahkan gaya dan memotret seorang laki-laki dan perempuan yang mengenakan pakaian pengantin ala Barat. ”Wuih, ada yang prewed (foto pre wedding) di sini,” kata seorang rekan wartawan dengan takjub.

Dan memang, tak salah jika Wilson dan Winy, pasangan kekasih asal Bandung, Jawa Barat, menerima ajakan teman-temannya untuk membuat foto pre wedding di ketinggian bukit Padar tersebut. Beberapa teluk di pulau itu yang menciptakan panorama danau dengan pasir putih di pantainya menjadi latar belakang yang eksotis.

Sebagaimana janji Kepala Balai Taman Nasional Komodo Helmi, dari puncak bukit Padar kami disuguhi panorama tiga danau di Laut Flores. Tiga lekukan besar di kedua sisi tebing di Pulau Padar, baik yang menghadap Pulau Komodo maupun Pulau Rinca, memang terlihat seperti tiga tepi danau yang melingkar. Airnya yang biru terlihat kontras dengan pasir putih di pantainya. Rasa lelah dan dahaga saat mendaki bukit itu pun terbayar.

Selain berfoto-foto, kami pun tidak melewatkan pemandangan saat mentari secara perlahan tenggelam di ufuk barat. Dari puncak bukit, kami melihat Wilson dan Winy pun tak melewatkan momen tersebut untuk melengkapi foto-foto pre wedding mereka.

Andalan

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X