Kompas.com - 23/09/2015, 16:04 WIB
EditorI Made Asdhiana
Sumber lain, setidaknya seperti dikatakan Piet Rusdi dalam Pacu Kude: Permainan Tradisional di Dataran Tinggi Gayo (2011), acara ini bermula dari kebiasaan sekelompok anak muda yang iseng menangkap kuda menggunakan sarung di sekitar Danau Lut Tawar. Kala itu banyak kuda digembalakan di sana. Mereka lalu memacunya. Kelompok pemuda dari satu desa sering bertemu dengan pemuda dari desa lain yang akhirnya berlomba memacu kuda tanpa sepengetahuan pemiliknya. Lama-lama keisengan itu menjadi tradisi tahunan yang digelar di kampung masing-masing. Tahun 1850, pacu kuda sudah tenar di sekitar Danau Lut Tawar

Antusiasme warga dalam lomba pacu kuda menarik perhatian Pemerintah Belanda yang kemudian menggelar pacuan kuda di Belang Kolak, Takengon, pada 1912. Acara ini dilakukan berbarengan dengan hari ulang tahun Ratu Belanda Wilhelmina. Belanda memberi pakan kuda, piagam, dan sejumlah uang sebagai hadiah. Tradisi ini kemudian berkembang hingga sekarang. Pacu kuda dilakukan setiap memperingati hari kemerdekaan RI pada 17 Agustus atau ulang tahun Kabupaten Aceh Tengah, Bener Meriah, dan Gayo Lues. Jika dulu hanya menggunakan kuda lokal Gayo, kini banyak kuda Australia atau peranakan Australia-Gayo (Astaga).

Tujuh hari

Acara ini digelar selama tujuh hari berturut-turut dan gratis. Semua warga dari tiga kabupaten tersebut tumpah ruah di dalam arena seluas 10 hektar di Belang Bebangka, Aceh Tengah. Jumlah penonton di awal-awal pertandingan hanya 3.000 orang. Namun, pada dua hari terakhir, yakni babak semifinal dan final, jumlah penonton meningkat hingga tiga kali lipat.

Halaman:


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

32 Tempat Wisata Malang Raya, Banyak Tempat Bernuansa Alam

32 Tempat Wisata Malang Raya, Banyak Tempat Bernuansa Alam

Jalan Jalan
Motif Batik yang Boleh Dipakai dan yang Dilarang untuk Pernikahan

Motif Batik yang Boleh Dipakai dan yang Dilarang untuk Pernikahan

Jalan Jalan
Indonesia Turun ke Level 1 CDC Amerika, Berisiko Rendah Covid-19

Indonesia Turun ke Level 1 CDC Amerika, Berisiko Rendah Covid-19

Travel Update
Jangan Beri Uang Tip ke Pramugari, Akibatnya Bisa Merugikan

Jangan Beri Uang Tip ke Pramugari, Akibatnya Bisa Merugikan

Travel Tips
Korea Selatan Kembali Terbitkan Visa untuk Turis Asing per 1 Juni

Korea Selatan Kembali Terbitkan Visa untuk Turis Asing per 1 Juni

Travel Update
Pantai Tureloto di Nias Utara, Dikenal sebagai Laut Matinya Indonesia

Pantai Tureloto di Nias Utara, Dikenal sebagai Laut Matinya Indonesia

Jalan Jalan
Wisata ke Malaysia Kini Tidak Perlu Tes PCR, Asuransi, dan Karantina

Wisata ke Malaysia Kini Tidak Perlu Tes PCR, Asuransi, dan Karantina

Travel Update
Motif Batik Larangan Keraton yang Tak Boleh Dipakai Orang Biasa

Motif Batik Larangan Keraton yang Tak Boleh Dipakai Orang Biasa

Jalan Jalan
Panduan Wisata Kedai Sawah Sembalun Lombok Timur, Fasilitas, Jam Buka, dan Rute 

Panduan Wisata Kedai Sawah Sembalun Lombok Timur, Fasilitas, Jam Buka, dan Rute 

Travel Update
Masih Ada Long Weekend Mei 2022, Bisa Libur 4 Hari dengan Cara Ini

Masih Ada Long Weekend Mei 2022, Bisa Libur 4 Hari dengan Cara Ini

Travel Tips
Kreativitas Pemuda Desa Bangun Wisata Bukit Porong NTT yang Sukses Menangi Penghargaan

Kreativitas Pemuda Desa Bangun Wisata Bukit Porong NTT yang Sukses Menangi Penghargaan

Travel Update
Mulai 1 Juni 2022, Masuk Thailand Hanya Perlu 3 Syarat Ini

Mulai 1 Juni 2022, Masuk Thailand Hanya Perlu 3 Syarat Ini

Travel Update
4 Wisata Banyuwangi dengan Nuansa KKN di Desa Penari 

4 Wisata Banyuwangi dengan Nuansa KKN di Desa Penari 

Travel Update
Kawah Ijen via Bondowoso, Perjalanan Melalui Kaldera Gunung Api Purba

Kawah Ijen via Bondowoso, Perjalanan Melalui Kaldera Gunung Api Purba

Jalan Jalan
Citilink Tambah Rute dari Medan ke Aceh, Gunungsitoli, dan Sibolga PP

Citilink Tambah Rute dari Medan ke Aceh, Gunungsitoli, dan Sibolga PP

Travel Update
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.