Kompas.com - 28/09/2015, 08:53 WIB
EditorI Made Asdhiana
PULAU yang menyendiri di Laut Jawa, seluas kurang dari 9 hektar, dihuni kurang dari 600 jiwa, dan berjarak lebih dari 100 kilometer ini masih bagian dari DKI Jakarta atau Ibu Kota. Inilah Sebira, nusa tunggal di pelupuk cakrawala barat laut Ibu Kota.

Sebira terkadang disebut Sibira atau Sabira. Di masa lalu, pulau ini disebut Noordwachter atau Jaga Utara.

Dengan perahu cepat bermesin 750 daya kuda, Sebira bisa dijangkau 2-3 jam dari Dermaga Marina, Ancol, Jakarta Utara. Dengan perahu nelayan bermesin 250 daya kuda, perjalanan 9-10 jam dari Marina.

Sabtu (5/9/2015), perjalanan dimulai dari Marina menuju Pulau Pramuka memakai perahu cepat, angkutan umum reguler yang dikelola swasta. Pramuka dijangkau 1 jam perjalanan. Dari Pramuka, perjalanan dilanjutkan dengan menyewa Kapal Motor Mutiara Laut. Tidak ada kapal terjadwal dari dan ke Sebira sehingga cuma bisa menyewa. Bisa juga menumpang kapal nelayan yang hendak ke Sebira, tetapi jadwal tak pasti.

Seusai makan dan belanja makanan-minuman, Mutiara Laut angkat sauh pukul 11.00. Kapal sempat mampir 15 menit di Area Perlindungan Laut antara Pulau Pramuka dan Pulau Panggang untuk mengangkut peralatan serta perlengkapan selam. Kapal tiba dan sandar di Sebira nyaris pukul 16.00.

Bagi yang gampang mabuk laut, perjalanan ke Sebira dengan perahu kayu berkapasitas 20 orang adalah ujian berat. Tubuh yang tidak terbiasa diguncang gelombang akhirnya terus tergeletak di geladak. Mata malas terbuka karena enggan melihat dunia yang seakan berputar dan horizon yang miring.

Di awal perjalanan, guncangan belum terasa kuat karena perjalanan masih melintasi perairan antarpulau sehingga gelombang tidak terlalu besar. Selepas dari gugusan pulau, gelombang menguat. Kapal terus oleng sambil meniti pelan menuju pulau paling luar dan terpencil di Kepulauan Seribu ini.

Jaga Utara

Semua siksaan luntur saat kapal akhirnya tiba di Sebira. Warga menyambut dengan ramah. Di lapangan dermaga, anak-anak perempuan bermain lompat tali. Ibu-ibu dan anak-anak lelaki campur baur bermain voli. Di warung dekat dermaga, warga duduk santai menikmati kudapan dan kopi.

Rombongan dari Kompas, tiga juru selam mahir (dive master), nakhoda, dan guru honor asal Pramuka yang menumpang, kemudian menuju rumah Ketua RW 003 Hartuti. Setelah beristirahat sembari berbincang hangat ditemani kue dan teh manis, sekitar pukul 17.00, saatnya berkeliling pulau sambil menikmati suasana surya tenggelam.

Halaman Selanjutnya
Halaman:


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kosakata Bahasa Jawa untuk Tawar-menawar, Wisatawan Perlu Tahu

Kosakata Bahasa Jawa untuk Tawar-menawar, Wisatawan Perlu Tahu

Travel Tips
Kenang 16 Tahun Gempa Yogya, Bisa Kunjungi Monumen Gempa di Bantul

Kenang 16 Tahun Gempa Yogya, Bisa Kunjungi Monumen Gempa di Bantul

Jalan Jalan
5 Cara Menolong Orang yang Terseret Arus Sungai

5 Cara Menolong Orang yang Terseret Arus Sungai

Travel Update
5 Persiapan Sebelum Berenang di Sungai, Sedia Perlengkapan

5 Persiapan Sebelum Berenang di Sungai, Sedia Perlengkapan

Travel Tips
Pantai Sukamade Banyuwangi, Bisa Lihat Penyu Bertelur pada Malam HariĀ 

Pantai Sukamade Banyuwangi, Bisa Lihat Penyu Bertelur pada Malam HariĀ 

Jalan Jalan
Liburan Dekat dan Mudah, Ini 6 Negara di Asia Tenggara yang Bebas PCR

Liburan Dekat dan Mudah, Ini 6 Negara di Asia Tenggara yang Bebas PCR

Travel Update
Patung Yesus Tertinggi Ketiga di Dunia Ada di Brasil, Buka Tahun 2023

Patung Yesus Tertinggi Ketiga di Dunia Ada di Brasil, Buka Tahun 2023

Travel Update
Jepang Buka Pintu Masuk untuk Grup Turis, Mulai 10 Juni

Jepang Buka Pintu Masuk untuk Grup Turis, Mulai 10 Juni

Travel Update
Daya Tarik Baru Air Terjun Cunca Wulang Labuan Bajo, Ada Sungai Bawah Tanah

Daya Tarik Baru Air Terjun Cunca Wulang Labuan Bajo, Ada Sungai Bawah Tanah

Jalan Jalan
Mengenal Sungai Aare, Sungai Terpanjang di Swiss dari Pegunungan Alpen

Mengenal Sungai Aare, Sungai Terpanjang di Swiss dari Pegunungan Alpen

Travel Update
Camping di Bukit Golo Nawang, Manggarai NTT, Lihat Indahnya Sunrise

Camping di Bukit Golo Nawang, Manggarai NTT, Lihat Indahnya Sunrise

Jalan Jalan
Cara Selamatkan Diri Saat Hanyut di Sungai, Jangan Lawan Arus

Cara Selamatkan Diri Saat Hanyut di Sungai, Jangan Lawan Arus

Travel Tips
7 Kafe di Trawas Mojokerto yang Buka Malam Hari, Bisa buat Nongkrong dan Ngopi

7 Kafe di Trawas Mojokerto yang Buka Malam Hari, Bisa buat Nongkrong dan Ngopi

Travel Promo
Yogyakarta Maksimalkan Wisata Kotabaru, Jalur Skuter Listrik hingga Perawatan Wajah

Yogyakarta Maksimalkan Wisata Kotabaru, Jalur Skuter Listrik hingga Perawatan Wajah

Travel Update
Jalan Raya di Jepang Ini Tak Bisa Dilewati Kendaraan, Ini Sebabnya

Jalan Raya di Jepang Ini Tak Bisa Dilewati Kendaraan, Ini Sebabnya

Travel Update
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.