Kompas.com - 28/09/2015, 08:53 WIB
EditorI Made Asdhiana
Menurut Hartuti, pada awalnya, Sebira adalah pulau singgah bagi nelayan untuk beristirahat (babang). Nelayan bermukim di Pulau Genteng, tetapi kemudian menjual lahan ke pengusaha resor. Karena tidak lagi memiliki tanah, mereka migrasi dan menguasai Sebira. Mereka keturunan suku Bugis, Sulawesi Selatan, suku pengarung sejati lautan.

Sebira merupakan bagian dari Kelurahan Pulau Harapan, Kecamatan Kepulauan Seribu Utara, Kabupaten Administrasi Kepulauan Seribu. Di Sebira telah berdiri SD-SMP Satu Atap yang baru beroperasi pada 2006 dan pos kesehatan. Tak ada aparatur negara kecuali pejabat RW dan RT. Lurah berada di Pulau Harapan dan camat berada di Pulau Kelapa. Kedua pulau itu berdekatan dan berjarak 2-3 jam perjalanan dari Sebira memakai perahu nelayan. Personel Polri dan TNI tidak ada.

Untuk kesehatan, di Sebira hanya ada seorang perawat dan dua bidan. Dokter datang setiap bulan memeriksa kesehatan warga. Jika ada yang sakit parah, dirujuk ke RSUD Koja di Tanjung Priok atau RS lain di Jakarta.

Perempuan hamil sekitar tujuh bulan biasanya akan pergi dan menyewa tempat tinggal di Jakarta untuk persalinan. Warga agak sulit percaya dengan layanan kesehatan yang ada. ”Tidak mudah, tetapi warga mulai percaya,” kata Rita Sahara, perawat dan warga Sebira. Dia bersama bidan Melinda Mustarim dan bidan Desi Wahyuningsih menjadi garda depan penanganan kesehatan warga.

Energi

Warga Sebira mengandalkan penerangan pada pembangkit listrik tenaga diesel (PLTD) dan surya (PLTS). Listrik sekolah, masjid, pos kesehatan, balai RW, majelis taklim, dan ruang pendidikan anak usia dini berasal dari PLTS sumbangan operator migas CNOOC.

Energi dari PLTS dan PLTD menerangi 135 rumah di Sebira. Operasional PLTD menghabiskan 8.000 liter solar per bulan yang ditopang dari pungutan warga Rp 15.000-Rp 75.000 per rumah per bulan. Listrik PLTD menyala pukul 16.00 hingga pukul 06.00 atau 07.00.

Untuk mandi, mencuci, dan memasak, warga mengandalkan air tawar berkualitas cukup baik dari sumur. Tutupan tumbuhan besar, terutama pohon ketapang, cukup rimbun.

Sebagian kebutuhan air dipenuhi dari Jakarta atau pulau terdekat. Air minum dalam kemasan gelas, botol, galon, dan tong merupakan komoditas yang biasa warga beli untuk konsumsi. Ah, senang bisa berkenalan denganmu, Jaga Utara. (AMBROSIUS HARTO MANUMOYOSO)

Versi cetak artikel ini terbit di harian Kompas edisi 26 September 2015, di halaman 27 dengan judul "Mengenal Nusa Jaga Utara".

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Halaman:


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Wacana Biaya Kontribusi Konservasi TN Komodo Rp 3,75 Juta, Ketahui 10 Hal Ini

Wacana Biaya Kontribusi Konservasi TN Komodo Rp 3,75 Juta, Ketahui 10 Hal Ini

Travel Update
Disneyland Shanghai Buka Lagi Setelah Tutup Sejak 21 Marer 2022

Disneyland Shanghai Buka Lagi Setelah Tutup Sejak 21 Marer 2022

Travel Update
6 Tradisi Idul Adha di Arab Saudi, Bagi Daging Kurban Lintas Negara

6 Tradisi Idul Adha di Arab Saudi, Bagi Daging Kurban Lintas Negara

Jalan Jalan
Pasca-Kecelakaan Kapal Wisata di Labuan Bajo, Nakhoda Diminta Lebih Profesional

Pasca-Kecelakaan Kapal Wisata di Labuan Bajo, Nakhoda Diminta Lebih Profesional

Travel Update
Info Shalat Idul Adha 2022 di Masjid Istiqlal, Jam Mulai sampai Tips

Info Shalat Idul Adha 2022 di Masjid Istiqlal, Jam Mulai sampai Tips

Travel Update
Tari Ja'i Meriahkan Turnamen Sepak Bola HUT ke-76 Bhayangkara di Manggarai Timur

Tari Ja'i Meriahkan Turnamen Sepak Bola HUT ke-76 Bhayangkara di Manggarai Timur

Travel Update
Harga Tiket dan Jam Buka Pantai Pasir Putih PIK 2

Harga Tiket dan Jam Buka Pantai Pasir Putih PIK 2

Travel Tips
Sandiaga Bertemu Ketum PP Muhammadiyah, Bahas Wisata Halal

Sandiaga Bertemu Ketum PP Muhammadiyah, Bahas Wisata Halal

Travel Update
Ho Chi Minh City Jadi Kota Terbaik bagi Solo Traveler di Dunia 2022

Ho Chi Minh City Jadi Kota Terbaik bagi Solo Traveler di Dunia 2022

Travel Update
Machu Picchu Nyaris Terbakar karena Kebakaran Hutan Dekat Reruntuhan Inca

Machu Picchu Nyaris Terbakar karena Kebakaran Hutan Dekat Reruntuhan Inca

Travel Update
Tank Rusak Militer Rusia Jadi Sasaran 'Selfie' Warga Ukraina

Tank Rusak Militer Rusia Jadi Sasaran "Selfie" Warga Ukraina

Travel Update
Pesona Wisata Sungai dan Seni Budaya di Desa Pandean Trenggalek

Pesona Wisata Sungai dan Seni Budaya di Desa Pandean Trenggalek

Jalan Jalan
Ubud Masuk 10 Destinasi Terbaik bagi Solo Traveler di Dunia 2022

Ubud Masuk 10 Destinasi Terbaik bagi Solo Traveler di Dunia 2022

Travel Update
Jalur Pendakian Cemara Kandang di Gunung Lawu Bakal Ditata

Jalur Pendakian Cemara Kandang di Gunung Lawu Bakal Ditata

Travel Update
Libur Sekolah, Kunjungan ke Gunungkidul Diprediksi Naik 30 Persen

Libur Sekolah, Kunjungan ke Gunungkidul Diprediksi Naik 30 Persen

Jalan Jalan
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.