Kompas.com - 29/09/2015, 10:36 WIB
|
EditorI Made Asdhiana

Kondisi Kampung Tebang sebagai pusat penghasilan kopi dan cengkeh masih sangat terbelakang. Sepanjang 8 kilometer jalannya dari Kampung Ngancar, ibu kota Desa Ngancar, masih bebatuan. Tidak pernah diaspal. Tidak pernah disentuh oleh pembangunan dari Kabupaten Manggarai Barat.

Potret muram yang dialami warga kampung Tebang dalam usia 70 tahun Indonesia merdeka masih seperti zaman sebelum kemerdekaan. Akibatnya, hasil bumi yang melimpah, seperti kopi, cengkeh dan tanaman holtikulturanya hanya bisa dijual di kampung saja. Ini kondisi infrastruktur jalan di obyek yang potensi dengan pariwisata di kecamatan-kecamatan di Manggarai Barat. Warga masyarakat di Kampung Tebang menerima saja kondisi ini dengan diam, tak bersuara.

Ketua Aliansi Petani Lembor, Kecamatan Lembor, Benediktus Pambor kepada KompasTravel menjelaskan, jalan ke Kampung Tebang dan Suru sudah 20 tahun tidak pernah diperhatikan oleh Pemerintah Kabupaten Manggarai Barat.

Menurut Benediktus, Kampung Tebang merupakan kampung penghasil kopi dan cengkeh terbesar di Kecamatan Lembor. Tapi, tidak pernah diperhatikan oleh Pemerintah Kabupaten Manggarai Barat di bidang infrastruktur jalan. Sangat ironis, antara penghasil kopi dan cengkeh terbesar dengan kondisi jalan yang masih terbelakang.

Musik Mbata di Rumah Gendang Tebang

Setelah menikmati alam yang indah pada pagi dan sore hari, warga Kampung Tebang memberikan hiburan kepada tamu-tamu dari berbagai kabupaten yang hadir rembug pangan lokal Nusa Tenggara Timur dengan musik Mbata. Musik Mbata dibawakan pada malam hari di dalam rumah Gendang.

KOMPAS.COM/MARKUS MAKUR Ritual menyambut tamu khas Manggarai Raya di Pulau Flores, Nusa Tenggara Timur.
Sejumlah tokoh adat yang berkumpul di Rumah gendang mulai menyiapkan alat musik berupa Gendang dan Gong. Setelah disiapkan, pemain mulai berkumpul sambil memegang gendang dan gong untuk ditabuhkan.

Tokoh adat Kampung Tebang, Stanis Jemai kepada KompasTravel, Jumat (25/9/2015) malam, menjelaskan musik Mbata dibawakan oleh warga masyarakat Manggarai Raya untuk menghibur tamu-tamu yang mengunjungi kampung.

“Saat ini kami membawakan musik Mbata untuk menghibur tamu-tamu Rembug Pangan lokal Nusa Tenggara Timur yang mengadakan kegiatannya di Kampung Tebang. Kami bangga karena Kampung Tebang dipilih sebagai tempat penyelenggaraan Rembug Pangan Lokal NTT,” jelasnya.

Menurt Jemai, orang manggarai Raya memiliki berbagai musik tradisional, di antaranya musik Mbata dan Musik Sanda. Musik Sanda adalah musik yang sakral karena musik ini dipentaskan pada ritual Penti (syukur tahunan), ritual Congko Lokap (memberikan kampung sesudah rumah adat dibangun), dan Upacara Wagal (upacara pelunasan belis bagi seorang istri) dan atraksi caci.

KOMPAS.COM/MARKUS MAKUR Upacara penyambutan tamu oleh masyarakat Kampung Tebang, di Flores Barat, NTT, dengan memakaikan selendang.
“Jadi musik Mbata dibawakan untuk menghibur tamu sedangan musik Sanda yang sekaligus dilakukan menari Sanda tidak dibawakan untuk menerima tamu,” jelasnya.

Kepala Desa Ngancar sekaligus Tua adat Kampung Ngancar, Yulius Sudirman menjelaskan, Kampung Tebang, Desa Ngancar dipilih untuk menyelenggarakan Rembug Pangan Lokal Nusa Tenggara Timur dari Perhimpunan Pangan Lokal Nusa Tenggara Timur.

Sudirman menambahkan, penduduk Desa Ngancar berjumlah 2.099 jiwa dari 409 kepala keluarga. Penghasilan utama penduduk di Desa Ngancar adalah beras, kopi, dan cengkeh.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Halaman:


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.